Al Baqarah : 54 – 56
Lanjutan Nikmat-nikmat Yang Allah Tagih Kepada Kaum Yahudi (Bagian 2)
Dr Amir Faishol Fath
وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَى بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (54) وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ (55) ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (56)
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”.Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. (Qs. Al Baqarah : 54-56)
Rahasia Urutan Ayat
Pada ayat sebelumnya Allah swt. telah menagih nikmat-nikmatNya yang telah diberikan kepada Bani Israil (Yahudi). Di antaranya nikmat diselamatkannya mereka dari kekejaman Fir’un, di mana waktu itu Fir’un bertekad akan membunuh setiap anak laki-laki mereka yang baru lahir dan membiarkan hidup anak bayi perempuan. Juga nikmat diselamatkannya mereka dari pengejaran Fir’un. Yaitu dengan dibelahnya laut Merah. Ditambah lagi nikmat diterimanya taubat setelah mereka berbuat dosa. Lalu pada ayat ini dan berikutnya Allah swt. melanjutkan tagihanNya kepada kaum Yahudi akan nikmat-nikmat yang begitu banyak dan nyata diberikan kepada mereka. Namun mereka malah membalas dengan kemaksiatan dan dosa-dosa. Mereka tetap menolak beriman kepada Allah dan Rasululah saw. bahkan mereka berusaha minta agar Tuhan hadir dalam bentuk benda yang bisa disentuh dan dilhat oleh mata.
Di sini Allah swt seakan mengatakan: Bukankah nikmat-nikmat itu sudah cukup menjadi bukti untuk patuh kepadaNya. Bukankah nikmat-nikmat itu sudah kalian rasakan dan kalian lihat dengan mata kepala. Masihkan kalian tidak mau berimana kepada risalah yang dibawa oleh Nabi Musa yang Aku utus kepada kalian. Tetapi mengapa kalian malah lebih percaya kepada ajaran yang dibawa oleh Samiri yang bukan utusanKu. Bahkan kalian meminta bukti yang bukan pada tempatnya. Seperti kalian minta agar Aku menampakkan diri di dunia. Padahal itu suatu hal yang msutahil. Sebab dunia bukan kapasitasnya bagiKu untuk menampakkan DiriKu. Tetapi di akhirat kelak kalian bisa melihatKu.
Mari kita ikuti bagaimana Allah swt. menagih nikat-nikmatNya kepada kaum Yahudi yang selalu tidak tahu diri. Dan bahkan tidak pernah membalks nikmat-nikmat tersebut dengan syukur. Lebih parah, malah mereka memusuhi Allah swt. dan nabi-nabiNya. Merekalah yang paling banyak membunuh para nabi. Sepanjang sejarah kaum yahudi –sekalipun paling banyak menerima nabi- malah mereka menjadi kaum yang tidak punya peradaban, malainkan hanya peradaban membunuh dan membunuh. Dan yang mereka bunuh adalah para Nabi. Kalau nabi-nabi saja mereka bunuh maka mereka tidak akan pernah punya pri kemanusiaan untuk membunuh manusia yang lain. Berikut ini contoh-contoh lebih kajut dari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka:
Beberapa Nikmat Yang Telah diterima Kaum Yahudi
Pertama : nikmat diselamatkanya mereka dari kemusyrikan. Yaitu kemusyrikan menyembah patung sapi yang terbuat dari mas. Dan ini adalah kesalahan besar. Sehingga Nabi Musa sangat marah kepada Nabi Harun yang ditugaskan untuk menjaga mereka jangan sampai berbuat syirik. Waktu itu Nabi Musa sedang menghadap Allah bersama sejumlah wakil dari kaumnya. Nabi Musa dari saking marahnya sempai menarik jenggot dan jambul Nabi Harun. Allah swt. merkam kejadian ini : Harun berkata (kepada Musa) “Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku”. (20: 94).
Adapun cerita mengenai penyembahan anak sapi ini adalah begini: bahwa ad seorang bernama Musa As Samiri. Ia lahir di tengah padang pasir lalu ibunya meninggal dunia, maka malaikat Jibril mengurus dan merawatnya. Malaikat Jibril selalu datang menemuinya dalam bentuk manusia yang mengendarai kuda. Samiri melihat tapak kaki kuda itu meninggalkan bekas yang sangat menakjubkan. Sebab pada setiap bekas tapak kaki langsung ditumbuhi pohonan. Inilah yang kemudian membuat Samiri mencoba menyimpan bekas tapak kaki kuda tersebut lalu kemudian dimasukkan ke dalam patung anak sapi yang terbuat dari mas. Dan dari sini patung tersebut bisa bersuara seakan hidup. Karenanya kemudian Samiri berhasil membujuk kaum Nabi Musa untuk menyembahnya dengan penjelasan yang meyakinkan mereka bahwa ini dia Tuhan yang dicari Musa. Dan memang setiap pembuat fitnah selalu Allah swt. beri kelebihan yang menakjubkan untuk menguji iman.
Tentang kejadian ini Allah berfriman : Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. Dalam ayat ini ada bebrapa makna penting untuk dijelaskan : (a) mengapa perbuatan syirik dikatakan mendzlimi diri sendiri? Sebab setiap tindakan menyekutukan Allah adalah tindakan membawa diri mereka kepada adzabNya yang tidak akan pernah diampuni. Bayangkan mereka menjadikan makhluk Allah yang tdiak berdaya apa-apa sama denganNya. Ini sungguh perbuatan yang sangat dzalim. Sebab tindakan ini tidak berpengaruh apa-apa kepada Allah swt. Allah tetap Maha tinggi dan maha perkasa. Inilah makan firman Allah dalam surah lain : innasy syirka la dhulmun adhiim (sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. 31: 13)
(b) mengapa mereka dalam taubatnya diperintahkan membunuh diri sendiri? Ini adalah adalah kaffarah perbuatan syirik. Sebab orang yang melakukan kemusyrikan berarti telah siap untuk dibunuh. Dan ini sekaligus sebagai bukti kejujuran iman, bahwa dengan siap di bunuh mereka telah siap kembali kepada keimanan yang hakiki. Dan ini lebih baik, sebab dengan jalan ini mereka akan diselamatkan ari adzab akhirat. Lebih dari itu ini adalah syariat taubat untuk umat terdahulu, yaitu dengan membunuh diri mereka sendiri. Pelaksanaanya begini : semua yang menyembah anak sapi dikumpulkan dalam satu tempat. Lalu yang tidak ikut menyembah diprintahkan untuk membunuh merka. Tetapi ada kendala ketika mereka harus membunuh kerabat dan saudara-saudara terdekat mereka. Dalam kondisi ini Allah swt. seketika mendatangkan awan yang sanagt gelap sehingga mereka tidak bisa membedkan mana kerabatnya dan bukan. Maka berlangsunglah pombunuhan itu sampai disebutkan dalam suatu riwayat bahwa yang terbunh mencapai tujuh puluh ribu orang.
(c) mengapa Allah swt. menggunakan istilaha “bariikum” bukan “khaliqukum”? kata “khaliq” lebih kepada makna: mengadakan dari tidak ada menjadi ada. Adapun kata “bari” lebih kepada menyempurnakannya sehingga menjadi ahsanu taqwim (bentuk yang sebaik-baiknya). Dalam surah Al A’la Allahj berfirman : alladzii khalaqa fasawwa (yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), (QS. 87: 2) Asalnya diambil dari kata “barias sahm” (terlepasnya anak panah) yang menuntut kejelian dan kepiawaian. Artinya bahwa Allah swt. telah sangat sempurna menciptakan manusia. Dan dalam redaksi ini digunakan kata “bari” karena dengan membunuh diri dalam pertaubatan ini mereka telah kembali kepada kehidupan semula yang lebih baik dan lebih sesuai dengan fitrahnya.
(d) ada tiga kali pengulangan kata taubat : yang pertama “fatubu” itu artinya adalah perintah taubat sebagai kaffarah atas dosa yang telah diperbuat. Dan yang kedua “fataaba” sebagai bukti diterimanya taubat. Adapun yang ketiga “at tawwab” adalah salah satu nama Allah swt. yang menunjukkan bahwa sebesar apapun dosa jika dibarengi dengan tabat yang jujur maka akan diampuni oleh Allah swt.
Kedua, nikmat dihidupkannya kembali setelah mereka benar-benar mati. Ini sebagai bukti atas kepastian hari Kiamat dan sebagai pelajaran bagi kaum Yahudi yang datang kemudian. Agar mereka bersyukur dengan bersungguh-sungguh patuh kepada Allah yang maha kuasa. Allah swt. berfirman : “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur”. Dalam ayat ini ada beberapa makna yang penting untuk dijelaskan :
(a) bahwa kaum Yahudi adalah kaum yang sangat materialistis. Puncak dari sifat ini adalah bahwa mereka menuntut agar Tuhan dibendakan atau tampil dalam bentuk kongkrit bisa disentuh dan bisa dilihat oleh mata. Dan dari pernyataan mereka yang menggunakan kata “lan” menunjukkan bawha mereka tidak akan pernah menyembah Tuhan yang ghaib. Sikap inilah yang kemudian membuat mereka sangat tergantung kepada benda-benda. Itulah sebabnya mengapa mereka bekerja keras membuat jaringan international untuk selalu menguasai ekonomi dunia. Dan bisa usaha bisnis mereka gagal, mereka sangat takut dan penuh kegalauan.
(b) Bahwa mereka telah minta sesuatu yang mustahil. Sebab dunia ini sangat kecil bagi Allah swt. dan sangat terbatas sememtara Allah swt. maha besar. Karenanya dengan hanya menampakkan sebagian cahayaNya saja pada saat berbicara dengan Nabi Musa, gunug yang paling kokoh bergoncang dengan kuat. Allah swt. berfirman : Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”. (QS. 7: 143) Lebih dari itu, kalaupun Allah swt. menampakkan DiriNya di dunia, manusia tetap tidak akan bisa melihatNya, karena keterbatasan mata pandang manusia. Allah swt. berfirman : Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. 6: 103)
Salah satu bukti yang paling jelas adalah bahwa mereka tidak akan bisa mlihat Alah swt. di dunia, adalah ruh yang Allah swt. tiupkan ke dalam diri mereka. Allah swt. berfirman : Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”. (QS. 38: 72). Perhatikan ruh ini, ia berada dalam diri anda. Ia menyebar ke seluruh tubuh anda. Tetapi anda bisa melihatnya. Jika kepada ruh saja anda tidak bisa melihatnya, apalagi kepada Allah swt. yang menciptakan ruh tersebut.
(c) Maksud dibangkitkan dari mati adalah bahwa mereka benar-benar tekah mati lalu oleh Allah swt. dihidupkan kembali seperti semula. Dan kematian yang terjadi adalah hukuman dari Allah swt. karena dosa yang mereka perbuat. Dan perantara yang menjadi sebab kematian mereka adalah petir menyemabar mereka. Setelah itu Allah swt. menghidupkannya kembali dengan sesungguhnya seperti sedia kala, sebagai bukti bahwa Allah maha kuasa. Ini tidak lain agar mereka bersyukur. Bagi mereka yang dihidupkan kembali syukurnya adalah dengan beriman kepada Allah swt. Adapun bagi kaum Yahudi yang datang kemudian syukurnya adalah agar merka briman kepada Allah swt. dan kpada Rasulullah saw.