Thursday, July 24

Tiga Macam Hati

amirfath.com, Artikel (99), Januri 2022 Pada pembukaan surah al-Baqarah kita menemukan tiga model manusia yang menggambarkan kondisi hati mereka masing-masing. Pertama, hati yang sehat.Alquran menyebutkan dengan istilah qalbun salim.

Allah berfirman: Yawma laa yanfa’u maalun walaa banuun, illa man atallahaa biqalbin salim (Pada hari kiamat nanti, tidak berguna harta dan anak-anak, kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang sehat).(QS asy-Syuara: 89).

Maksudnya adalah orang-orang yang bertakwa al- muttaquun seperti yang dijelaskan dalam surah al-Ba qarah, yakni mereka beriman kepada Allah yang gaib, menegakkan shalat, menginfakkan sebagian hartanya, beriman kepada Alquran, dan yakin adanya alam akhirat. Allah menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapatkan hidayah dan bisa dipastikan mereka be run tung di dunia dan di akhirat: Ulaaika `alaa hudan min rabbihim wa ulaa ika humul muflihuun. (QS al-Baqarah: 1-5).

Kedua, hati yang mati, yaitu orang-orang yang kafir: Innalladziina kafaru. Kata kafir artinya menutup, maksudnya menutup iman yang telah Allah berikan kepadanya sejak masih dalam kandungan ibunya. Di dalam Alquran telah direkam dialog antara Allah dengan janin sebelum lahir: Alastu birabbikum qaaluu balaa syahidnaa (Wahai janin bukankah Aku Tuhanmu? Janin menjawab: Benar, kami bersaksi Engkau Tuhanku. (QS al-A’raf: 172). Ini bukti bahwa setiap anak manusia yang lahir bisa dipastikan telah membawa iman. Inilah yang disebut fitrah.

Rasulullah SAW bersabda: Kullu mauluddin yuuladu `alal fithrah (Setiap anak bayi dilahirkan dalam kondisi fitrah).Maksudnya, dalam keadaan beriman kepada Allah SWT. Tetapi kemudian terjadi upaya dari manusia itu sendiri untuk menutupi iman tersebut.

Nabi SAW bersabda: Fa abawaahu yuhawwidaanihi, aw yunashshiraanihi awa yuamajjisaanihi (Maka kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi atau Nasrani atau Majusi [penyembah api]). (HR Bukhari). Jadi, istilah kafir digunakan untuk menggambarkan bahwa hakikatnya setiap manusia telah membawa iman dalam jiwanya, tetapi manusianyalah yang menutupi iman bawaan sejak lahir tersebut.

Ketiga, hati yang sakit, yaitu orang-orang yang tahu kebenaran tetapi tidak mau beriman kepadanya, atau lebih dari itu menghindarinya dan bahkan memusuhinya.Mereka disebut al-munafiquun termasuk juga orang- orang yang lemah iman. Khusus orang-orang munafik, Allah berfirman: Fii quluubihim maradhun fa zaadahumullahu maradha (Dalam hati mereka ada penyakit lalu Allah menambahkan penyakitnya). (QS al- Baqarah: 10).

Adapun orang-orang yang lemah iman, mereka biasanya selalu senang melakukan dosa, bukan hanya dosa kecil, tetapi juga dosa besar. Itu pun kadang mereka melakukan itu tanpa merasa berdosa, padahal mereka tahu bahwa itu dosa. Inilah makna ayat: Wa innahu `alaa dzaalika lasyahiid. (QS al-Aadiyat: 7).

“Hati yang sakit, yaitu orang- orang yang tahu kebenaran tetapi tidak mau beriman kepadanya, atau lebih dari itu menghindarinya dan bahkan memusuhinya.”

Sumber : Republika Senin, 31/01/2022. hal. 16

About Post Author