Rezeki Bukan untuk Foya-Foya
amirfath.com, Artikel (82), Desember 2021 Sistem kehidupan yang Allah tegakkan di muka bumi berdasarkan sunatullah.Tandanya bahwa di antara manusia ada yang kaya dan ada pula yang miskin. Jika Anda kaya, itu bukan artinya bahwa Anda sukses, melainkan Anda sedang mendapatkan titipan kelebihan rezeki dari Allah untuk menanggung yang miskin. Itulah rahasia disyariatkannya zakat, sedekah, infak, dan sebagainya.
Bahwa ketika Anda berbagi jangan merasa Anda berjasa, melainkan Anda sedang menjalankan kewajiban atas amanah yang Allah titipkan. Karena itu, tidak ada dalam Alquran perintah mengemis, melainkan perintah memberi.Justru kepedulian Anda terhadap orang lain, akan membantu diri Anda sendiri. Karena itu Rasulullah SAW bersabda: Khairun naasi anfa’uhum linnaasi (Paling baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain).
Allah menjamin bahwa sedekah yang Anda berikan bukan berkurang melainkan bertambah: Yamhaqullahur ribaa wa yurbish shadaqaat (Allah SWT akan menghancurkan riba dan menumbuhkan sedekah). Perhatikan kata yurbi yang satu akar dengan kata riba yang artinya menumbuhkan. Artinya, sedekah pasti akan tumbuh, sementara riba sehebat apa pun dipertahankan pasti akan runtuh.
Dalam ayat lain digambarkan betapa pe r tumbuhan harta yang disedekahkan bukan hanya sekali atau dua kali lipat melainkan tujuh ratus kali lipat. Diumpamakan dengan sebuah biji yang ditanam, lalu tumbuh darinya tujuh tangkai, dari masing-masing tangkai muncul seratus biji. Total semua menjadi tujuh ratus biji (QS al-Baqarah: 261).
Inilah sebenarnya cara berinvestasi yang paling meyakinkan. Sebab, pengelolanya langsung Allah. Berbeda dengan model investasi antarmakhluk yang tidak akan terlepas dari kemungkinan untung dan rugi. Namun sayang, masih banyak orang yang kurang yakin dengan investasi model sedekah ini.
Memang Rasulullah SAW menganjurkan agar kita bersedekah, bahkan beliau sendiri mencontohkan dengan kedermawanan yang tinggi. Namun, pada saat yang sama, Nabi memberikan motivasi agar berpindah dari posisi tangan di bawah ke tangan di atas: Al yadul `ulya khairun minal yadis suflaa (Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah). (HR Bukhari-Muslim).
Jelas, bahwa kelebihan rezeki yang Allah berikan sebenarnya buka untuk foya-foya.
