Hidup untuk Ibadah
amirfath.com, Artikel (81), Desember 2021 Istilah ibadah satu akar kata dengan abada ya’buduartinya tunduk dan patuh. Seorang hamba sahaya yang tunduk kepada tuannya disebut abdunbagi laki-laki, dan amatunbagi perempuan.
Hamba sahaya yang mempunyai dua tuan pas ti akan bingung ketika suatu saat kedua tuannya memerintahkannya untuk pekerjaan yang ber beda di saat yang sama. Seperti inilah bingung nya orang yang menyembah banyak tuhan.
Allah menyebutkannya dengan istilah syurakaa mutasyaakisyuun(QS az-Zumar: 29). Karena itu, kita diperintahkan agar bertauhid. Sebab, dengan bertauhid hidup kita akan tenteram.Allah SWT berfirman: Wamaa khalqtul jinna wal insa illaa liya’buduuni(Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku). (QS az-Zariyat: 56).Artinya, ibadah kepada Allah adalah tugas pokok manusia.
Dengan membangun pola pikir bahwa hidup untuk ibadah, setidaknya ia akan terbentengi dari perbuatan dosa. Ikrar yang harus selalu diulang adalah ayat 5 surah al-Fatihah, Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin(Hanya kepada-Mu aku beribadah dan hanya kepadaMu aku memohon pertolongan). Sebuah persaksian tauhid yang paling mudah diucapkan dan sangat menggerakkan.
Bahwa seorang hamba sejati tidak akan pernah membagi ibadahnya kepada selain-Nya.Sebab, ia yakin semua selain-Nya hanyalah makhluk yang tidak berdaya. Maka, dalam kondisi apa pun sikap bertauhid tersebut tidak akan pernah goyah.
Pengertian ibadah bukan saja aktivitas ritual, tetapi juga sosial. Ketika Anda menegakkan shalat, membaca Alquran, berpuasa dan sebagainya, ini semua adalah ibadah ritual.
Namun, ketika Anda berbagi kepedulian terhadap kemanusiaan, ini adalah ibadah sosial.Allah berfirman: Wamaa arsalanaaka illa ramtan lil aalamiin(Tidaklah Aku utus kamu kecuali untuk menyebar kasih sayang bagi semesta alam). (QS al-Anbiya: 107).
Maka, janganlah ragu untuk membantu siapa saja yang kelaparan, menolong korban bencana, membebaskan saudara kita yang terjajah, memberikan motivasi kepada orang lain yang sedih karena semua itu adalah ibadah.
Namun, bukan berarti dengan ibadah sosial lalu tidak perlu ibadah ritual. Sebab, ibadah ritual ibaratnya bahan bakar bagi kendaraan.Tanpa ibadah ritual, semua kebaikan sosial akan sia-sia. Sebaliknya, makin kuat ibadah ritual seharusnya makin kuat pula ibadah sosial.
