Thursday, August 28

Takwa Artinya Beriman Kepada Yang Ghaib

amirfath.com, Khutbah (04), April 2021 – Pandemi wabah corona semakin memneybar. Tidak ada yang tahu pasti sampai kapan wabah ini bertahan. Semua negara berduka. Negara super poer pun terpapar. Tidak berdaya. Segala persenjataan yang paling canggih lumpuh. Bertahun-tahun mereka mempersiapkannya. Namun semua itu tidak berdaya.

Kini nampak dengan nyata bahwa manusia sangat lemah. Tidak pantas sombong. Tidak pantas merasa hebat. Tidak pantas merasa berkuasa. Berhadapan denga virus kecil saja tidak bisa apa-apa. Seperti orang nagmuk, lakukan apa saja. Pukul sana-pukul sini. Tetapi tidak tahu apa yang ia pukul. Pun tidak tahu apakah lawan yang ia pukul benar atau tidak. Jangan-jangan semua yang ia kerjakan sia-sia. Buktinya korban tetap berjatuhan. Semakin meningkat. Dan cendrung akan terus meningkat.

Ini hanya salah satu contoh cara Allah menghancurkan kesombongan. Anda yang belum terpapar jangan segera merasa hebat. Jangan-jangan setekah ini anda akan terpapar. Dulu Abrahah yang sombong telah persiapkan pasukan sangat. Menurutnya tudak mungkin terkalahkan. Pasukan gajar dipersiapkan. Pikirnya supaya pasti menang. Kenyataannya Allah tidak perlu mengirim gaah yang sama untuk menaklukkannya. Allah hanya kirim burung kecil. Pasukan Abrahah hancur berantakan.

Sebelumnya Firun. Merasa paling kuat di muka bumi. Firun mengumunkan dirinya tuhan. Allah merekam perkataan Firun : ana rabbukum a’la. Ujungnya Firun runuth. Tidak dengan kekuatan yang sama. Melainkan hanya dengan air. Hai itu Firun dan pasukannya tenggelam di laut Merah.

Sekarang kita menyaksikan betapa virus yang sangat halus ini telah melumpuhkan super power itu. Bahwa manusia sangat lemah. Bahwa tidak ada kekuatan makhluk yang bisa menandingi kekuatan Allah. Makhluk harus tunduk kepada Sang Pencipta. Inilah makna iman bil ghaib.

Mengapa Allah gunakan istilah ghaib? Sebab ghaib wilayah iman. Akal ini sangat terbatas. Akal harus menyerah kepada iman. Akal diberikan untuk mamahami maksud wahyu. Tanpa wahyu akan terus terombang-ambing dalam kegelisahan. Tanpa kepastian.

Takwa artinya gunakan akal sesuai dengan posrsinya. Bukan fungsi akal untuk melawan ajaran Allah. Bukan tujuan akal membuat aturan yang berhadap-hadapan dengan aturan Allah. Bukan akal yang membuat kerusakan di muka bumi. Karena itu Allah siapakan azab bagi yang salah gunakan akal.

Takwa artinya gunakan akal sesuai dengan panduan wahyu. Pertama, memahami dengan benar maksud wahyu. Bukan memaksa wahyu ikut kemauan akal. Sementara banyak yang salah paham terhadap maksud wahyu karena akal dijadikan imam. Lalu merasa bahw ia telah berdalil dengan wahyu padahal bukan demikian caranya. Kedua, siap beriman dan tunduk terhadap kandungan wahyu. Berat atau tidak kita harus ikut apa kata wahyu. Sami’na wa atha’na..Ketiga, siap istiqamah menjaga iman dengan amal salih dan jauhi maksiat.

Wallahu alam bish shawab.

About Post Author