Z
amirfath.com, Kamus Ahli Tafsir (07), Jan 2021 –
Zarkasyi, 745-794 H. Nama lengkapnya, Badruddin Muhammad bin Abdillah bin Bahadur, Abu Abdillah Az-Zarkasyi. Asalanya Turki. Diberi julukan Al-Minhaja, judul buku yang ditulis oleh Imam Nawawi. Ia sangat mencintai buku tersebut. Abad delapan belas Hijrah, zaman dimana ia hidup, adalah kisah jatuhnya dunia Islam di bawah kekuasaan Mungolia dan Tatar. Secara sosiologis ummat Islam dibantai habis oleh kaum penguasa itu. Tetapi secara keilmuan, umat Islam mengalami perkembangan pesat. Sebab gejolak politik, membuat para ulama berkumpul di satu tempat, Mesir. Ibnu Hajar menyebutkan dalam bukunya ” Addurar Al-Kamiinah fi A’yaanil Miah Atstsaaminah “, jumlah buku yang ditulis para ulama saat itu mencapai 5000 buku. Imam Zarkasyi dilahirkan di tengah suasana itu. Tentu Zarkasyi kecil, tidak bisa terhindarkan dari pusat-pusat kajian ke-Islaman yang ada pada masanya. Selama menjadi murid bersama Asy-Syekh Jamaluddin Al-Isnawi – salah seorang fakih dalam mazhab Syafi’e -, Zarkasyi terkenal pintar. Tak cukup dengan itu, Zarkasyi mengembara ke negeri Syam, untuk mematangkan ilmunya. Di sana ia belajar hadits. Kemudian kembali lagi ke Mesir. Qadhi Syuhbah, menyebutkan; “Zarkasyi menyatu dengan ilmu. Ia tidak menyibukkan diri selain ilmu”. Ibnu Hajar bercerita; “Zarkasyi jika ke pasar, tak pernah pergi kecuali ke toko buku. Lalu ia duduk di sana memebaca buku sampai selesai “. Para ulama mengatakan, zarkasyi adalah seorang alim yang ensiklopedis. Di antara karangannya yang sangat terkenal; Al-Ijabah li-iiradi mastadrakat hu Aisyah minal akhbaar (dalam bidang hadits), Albahrul Muhith (dalam bidang ushul Fikh), Al-Burhan fi Ulumil Qur’an (bidang ilmu-ilmu Al-Qur’an), Tafsirul Qur’an ( As-Suyuthi menyebutkan tafsir ini sampai surat Maryam ), Takmilah syarhul Minhaj linnawawi ( bidang fikih ).
Kepustakaan: Lihat Tarikh Ibnu Furat vol 9, hal, 326, Thabaqat Asysyafiiyah, Qadhi Syuhbah, vol,4, hal, 139, Al-A’laam, Zarkali, vol, 6, hal, 60-61, Kasyfudzunun, Haji Khalifah,vol.1 hal. 448, Hidayatul Arifin, Al-Baghdaddi, vol, 2, hal.174.