Al Maa’uun (barang-barang yang berguna)
amirfath.com, Tadabur Surah Al Maa’uun (107), Des 2020 – Diberi nama al Maa’uun diambil dari ayat terakhir dalam surat yang menceritakan tentang orang yang tidak mau menolong dengan barang berguna. Al Maa’uun artinya barang-barang yang bisa dipinjam; alat-alat masak seperti panic, air atau garam, alat-alat bercocok tanam seperti pacul, hammer atau ember, alat-alat jahit seperti jarum atau mesim dan lain sebagainya yang bisa membantu seseorang melakukan pekerjaan dengan cepat.
Korelasi dengan surat sebelumnya (Quraisy); (a). Dalam surat yang lalu Allah mencela orang-orang yang ingkar dengan segala nikmat-nikmatNya yang telah berikan makan karena lapar, dalam surat ini Allah mencela orang yang tidak menganjurkan memberikan makan orang miskin.(b). dalam surat Quraisy allah perintahkan hambaNya untuk menyembahNya dan dalam surat ini allah mencela orang-orang yang lalai dari shalatnya dan orang mencegah shalat. (c). dalam surat yang lalu Allah memberikan sejumlah besar kenikmatan kepada suku Quraisy kendati demikian mereka tetap ingkar, kemudian dala surat ini Allah memberikan ancaman karena keingkaran mereka terhadap balasan akhirat.
Adapun pokok kandungan surat; pertama, mencela orang kafir yang mendustakan hari perhitungan dan hari balasan. Kedua, mencela orang munafiq yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya.
Sifat-sifat pendusta agama
Pada ayat pertama Allah berfirman “aroaytalladzina yukdzibu biddin” kata “aroayta” artinya tahukah kamu hai Muhamad. Bentuknya istifham(pertanyaan) tapi maksudnya adalah untuk memberikan rasa sangat aneh atau ta’jub dan memberikan rasa keingin tahuan berita yang akan disampaikan, tahukah kamu orang yang mendustakan agama?!. Kemudian allah menyebutkan sifat-sifat pendusta agama; pertama, orang yang menghardik (mencaci) anak yatim dengan keji, mendzalimi haknya dan tidak berbuat baik kepadanya. Kedua, tidak mendorong dirinya, keluarganya dan orang lain untuyk memberikan makan orang miskin yang membutuhkannya, bakhil dengan hartanya( lihat juga QS. Al fajr 89/17-18).
Sifat-sifat orang munafiq
Kata “wailu” artinya celaka dan hinaan, kata ini ditujukan bagi orang-orang munafiq yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut; pertama, “alladzinahum ‘an shalatihim sahuun” mereka melakukakan shalat padahal sesungguhnya mereka tidak peduli sama sekali dengan kewajiban shalat ini. Jika mereka shalat sebenarnya mereka tidak mengharap pahala dan mereka pun tidak takut azab jika mereka meninggalkannya, bahkan mereka lalai sampai habis waktu shalat. Kata asshwu ‘an shalat artinya benar-benar meninggalkannya, sekalipun dilakukan hanya tanpa peduli dan perhatian. Berbeda dengan pengertian “asshwu fi shalat” lupa dalam shalat adalah lupa yang tidak disengaja karenanya Rosulullah saw mensyari’atkan sujud sahwi bagi orang yang lupa dalam shalat. Kedua, “alladzinahum yuroo’uun” Jika mereka bersama orang-orang Islam mereka ikut shalat tapi tidak lain hanya karena ingin dilihat (riya’) dan jika tidak sedang bersama orang Islam mereka tidak melakukan shalat, sebagaimana dalam ayatNya yang lain “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.(QS. An Nisa 4/142) . Sebenarnya hakikat riya’ itu adalah mengharap apa yang didunia denga ibadah dan meminta kedudukan dihati manusia. Bentuknya pun beragam tidak hanya dalam ibadah tapi juga dalam kelakuan dan ucapan yang tujuannya memang hanya ingin dilihat dan dipuji orang lain. Dan ketiga, “wa yamna’uunal maa’uun” mereka tidak mau bahkan mencegah orang lain untuk membantu kebaikan kepada orang lain yang membutuhkan. Kata al Maa’uun adalah semua barang yang bisa dipinjamkan dan digunakan oleh orang lain, menurut para ahli tafsir al maa’uun adalah nama yang mencakup semua barang yang biasa dipakai, sering kali orang miskin membutuhkan dan orang kaya memilkinya. Maka jangan cela orang yang meminta bantuan tapi celalah orang yang tidak mau membantu.
Mereka orang-orang munafiq, tidak hanya buruk dalam ibadah kepada Allah tapi juga buruk akhlak kepada sesamanya sampai kepada meminjam barangpun mereka tidak mau. Meski semua sifat ini jelas bagi orang