Bangkitlah
amirfath.com, Opini (09), Des 2020 – Tidak ada kebangkitan kecuali dengan bersungguh-sungguh kembali kepada Allah. Silah rancang program sehebat apapun, tetapi jika tidak ikut aturan Allah, pasti tidak akan berkah. Allah yang mempunyai langit dan bumi, Dialah yang paling berhak mengatur ala mini. Dialah yang paling berhak meletakkan aturan hidup bagi manusia. Maka syarat utama untuk bangkit adalah dengan bersungguh-sungguh bertaubat, minta ampun kepada Allah, dan bersungguh-sungguh menjalankan apa yang diperintahkanNya. Nabi Nuh ketika mengajak kaumnya untuk bangkit, yang pertama dipesankan adalah: faqultus thagfiruu rabbakum innahuu kaan ghaffaraa (aku katakan kepada kaumuku: minta ampunlah kepada Tuhanmu karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun).
Perhatikan betapa hakikat kembali kepada Allah adalah bekal utama menuju suatu kebangkitan. Semua para Nabi tidak lain risalahnya kecuali hanya mengajak kembali kepada Allah. Inti risalah Al Qur’an adalah ajakan untuk brtakwa. Takwa artinya bersungguh-sungguh ikut Allah. Pesan-pesan Rasulullah adalah takwa. Ini artinya bahwa hanya dengan ikut Allah kebangkitan akan dicapai. Karena itu setiap kita bicara kebangkitan, kita harus bicara kesungguhan mentaati Allah swt. Setiap kita bicara tentang krisis bagaimana soluisinya, jawabannya hanya satu: bersungguh-sungguh ikut Allah swt. Dalam surah Ath Thalaq:2 Allah berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar”.
“Jalan keluar” (makhrajan) artinya solusi segala persolan. Bagi Allah segala persoalan sangat mudah. Hal-hal yang di mata manusia mustahil, bagi Allah bisa terjadi. Api yang panas bisa Allah perintahkan dingin ketika Nabi Ibrahim dibakar. Maka dinginlah api dan selamatlah Nabi Ibrahim. Secara akal itu mustahil tetapi bagi Allah itu sangat mudah. Kisah Ashhabul kahfi adalah bukti yang lain lagi, bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Bayangkan akal yang mana bisa mengatakan bahwa bahwa seseorang bisa hidup bertahun-tahun tanpa makan dan minum. Semua akal akan mengatakan itu mustahil. Tetapi bagi Allah itu gampang. Perhatikan Ashhabul kahfi, mereka bisa hidup selama 309 tahun tanpa makan tanpa minum. Suatu usia yang belum tentu bisa dicapai oleh mereka yang makan dan minum.
Jelasnya bahwa hanya dengan ikut Allah untuk menyonsong kebangkitan dan keluar dari krisis yang berkepanjangan. Sayangnya banyak manusia tidak menyadari. Mereka masih lebih suka mempersulit diri. Mereka masih merasa hebat, sehingga tidak mau bergantung kepada Allah. Mereka masih merasa cukup dengan kemampaun akal dan tehnologi yang mereka punya. Meraka masih lebih menguatamakan cara hidup karangan mereka sendiri dari pada cara hidup yang datang dari Allah. Akibatnya hidup mereka tidak berkah. Penyimpangan di sana-sini terjadi. Iman hanya sekedar basa-basi. Akibatnya tidak ada rasa takut kepada Allah. Bila rasa takut kepada Allah tidak ada, maka yang akan berlaku hukum rimba. Siapa yang kuat dialah yang menang. Bila ini yang terjadi, maka kebangkitan dengan cara apapun tidak akan tercapai. Silah berterikan untuk bangkit, itu semua hanya omong ksosong. Sungguh hanya dengan menguatkan iman, dan bersungguh-sungguh kembali kepada Allah, kebangkitan akan bisa terbukti. Sejarah mencatat bahwa kemenangan Rasulullah saw. dan sahabat-sahabatnya sampai mencapi masa kemesan adalah kerana kesungguhan mereka mentaati Allah. Wallahu a’lam bish shawab.