Tuesday, September 2

Bersainglah Dalam Kebaikan

amirfath.com, Artikel (262),Juni 2023 Belomba dalam kebaikan adalah perintah Allah SWT (fastabiqul kahiraat) (QS al-Baaqarah [2]: 148). Ayat ini terdapat dalam surah al-Baqarah yang tema pokoknya tentang kepemimpinan.

Namun secara urutan, ayat ini masuk dalam pembahasan tentang perpindahan kiblat. Di mana orang-orang beriman selama di Makkah masih diperintahkan menghadap kiblat ke Masjidil Aqsha. Lalu setelah hijrah ke Madinah selama kurang lebih 1,5 tahun, turunlah perintah agar menghadap ke Kabah di Makkah dalam shalat.

Memang Rasulullah SAW sudah lama ingin menghadap ke Kabah sebagai kiblat. Tetapi karena agama dari Allah SWT, maka Nabi SAW menunggu turunnya wahyu yang memerintahkan hal tersebut.

Allah SWT merekam bagaimana Nabi SAW bolak-balik menghadapkan wajahnya ke langit berharap agar segera turun perintah kiblat ke Masjidil Haram (qad naraa taqalluba wajihika fis smaa’ai, fa lanuwalliyanaka qiblatan tardhaahaa) (QS al-Baqarah [2]: 144).

Di sini ada kata “wajahuka” (wajahmu), bukan “basharuka” (pandanganmu). Sebuah pemilihan kata yang penuh dengan adab untuk memuliakan Rasul-Nya.

Kata “tardhaahaa” (kiblat yang engkau ridhai). Seakan Allah SWT mengatakan, “Aku kabulkan permintaanmu Muhammad, maka kiblat Aku pindahkan dari Masjidil Alqsha ke Kabah di Masjidil Haram Makkah, sesuai dengan keinginanmu.”

Betapa Allah SWT sangat mencintai Rasul-Nya sehingga ayat tentang perpindahan kiblat segera diturunkan hanya untuk memenuhi keridhaan Nabi-Nya.

Memang perpindahan kiblat akan mengundang orang-orang yang memusuhi Islam untuk menyebarkan fitnah bahwa agama ini tidak konsisten. Tetapi di saat yang sama sebagai tes bagi orang-orang beriman apakah mereka masih kokoh imannya atau goyah (sayaqulus sufahaau minan naasi maa wallahum ‘an qilbaltihimullati kaanuu ‘alaihaa) (QS al-Baqarah [2]: 144).

Syekh As-Sa’di menjelaskan kata “sufahaa” maksudnya orang-orang yang tidak bisa membedakan mana yang baik atau tidak untuk dirinya. Sehingga mereka menjual akidah yang sebenarnya sangat mahal, seperti kaum Yahudi dan Nasrani yang menolak Islam karena gengsi.

Lebih dari itu, mereka berusaha menghilangkan bukti kebenaran Islam dan memusuhi umatnya. Inilah yang Allah SWT gambarkan: “Yuriiduuna liyuthfiuu nurallahi biafwaahihim (Mereka berusaha memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka)” (QS ash-Shaf [61]: 8).

Dengan sikap permusuhan mereka sebagaimana di atas, tidaklah perlu orang-orang beriman merasa sedih atau kecil hati. Sebab, mereka memang tidak mau beriman atas kebenaran Islam (wa lain ataitalladziina uutul kitaaba bikulli aayatin maa tabiuu qiblataka) (QS al-Baqarah [2]: 145).

Ayat ini seakan mengatakan, “Seandainya engkau wahai Muhammad menunjukkan semua ayat kepada ahlul kitab itu (kaum Yahudi dan Nasrani), mereka tidak akan beriman dan tidak akan ikut kiblatmu.”

Sebab, mereka memang sudah tahu kebenaran Islam dan nabi Muhammad SAW seperti mereka mengetahui dengan nyata anak-anak mereka (alladziina aatianaahumul kitaaba ya’rifuunahu kamaa ya’rifuna abanaa ahum). Tetapi kerena memang tidak mau beriman, mereka menyembunyikan kebenaran tersebut (wainna fariiqan minhum layaktmuunal haqqa wa hum ya’lamuun) (QS al-Baqarah [2]: 146).

Apa yang ingin dijelaskan di sini bahwa perbedaan pilihan dalam keyakinan, mazhab, partai politik, dan sebagainya adalah keniscayaan. Termasuk pilihan calon pemimpin sebagaimana yang sering terjadi dalam dunia demokrasi.

Sebab, bagaimanapun masing-masing orang mempunyai pertimbangan sendiri sesuai dengan wawasan atau kepetingan yang diinginkan. Persaingan untuk itu juga tidak bisa dihindari.

Karenanya, ayat “fastabiqul khairaat” (berlombalah dalam kebaikan) sebagaimana ayat tersebut di atas memberikan pesan bahwa dalam persaingan hendaklah bertujuan tidak saja untuk mencapai kebaikan, tetapi lebih dari itu harus juga dengan cara yang baik.

Jadi, silakan bersaing dan mengampanyekan kebaikan yang Anda inginkan, tetapi hindari persaingan yang saling menjatuhkan nama baik dan membongkar aib atau keburukan orang lain.

sumber : https://republika.id/posts/41848/bersainglah-dalam-kebaikan

About Post Author