Makna Takut kepada Allah
amirfath.com, Artikel (238), April 2023 Di antara pesan pokok surah an-Nazi’at adalah menanamkan rasa takut kepada Allah SWT agar sang hamba benar-benar mendekat kepada-Nya. Inilah bedanya antara takut kepada Allah SWT dan takut kepada harimau.
Takut kepada Allah SWT mengharuskan seorang hamba agar semakin mendekat kepada-Nya. Sebaliknya, takut kepada harimau mengharuskan seseorang menjauh darinya.
Surah an-Naziat menyebutkan empat kali kata “takut” dengan dua kosa kata: khaafa dan yakhsya. Kata takhsyaa terdapat dalam ayat wa ahdiyaka ilaa rabbika fatakhsyaa (QS an-Naziat [79]: 19).
Takut kepada Allah SWT mengharuskan seorang hamba agar semakin mendekat kepada-Nya. Sebaliknya, takut kepada harimau mengharuskan seseorang menjauh darinya.
Ini berhubungan dengan kisah Firaun yang diajak Nabi Musa agar beriman supaya takut kepada-Nya. Maksudnya agar Firaun menyadari bahwa dirinya bukan Tuhan, tetapi hanya makhluk yang tidak berdaya.
Bahwa kekuasaan yang ia miliki hanyalah karunia-Nya. Karena itu, ia harus takut kepada Allah SWT yang menciptakannya dan memberikan kekuasaan kepadanya. Sungguh apa yang membuat Firaun sombong adalah karena tidak adanya rasa takut dalam dirinya kepada Allah SWT.
Kata yakhsyaa disebutkan dalam ayat inna fii dzaa lika la’ibratal limay yakhsyaa (QS an-Naziat [79]: 26). Maksudnya bahwa peristiwa ditenggelamkannya Firaun yang diceritakan pada ayat sebelumnya penuh dengan pelajaran (ibrah).
Intinya tidak boleh diulangi lagi kesombongannya yang berlebihan sehingga ia mengaku dirinya Tuhan (ana rabbukumul a’laa) (QS an-Naziat [79]: 24).
Di sini Allah SWT tegsakan bahwa yang bisa mengambil ibrah hanyalah mereka yang takut kepada Allah SWT (la ‘ibratal limay yakhsya). Orang yang tidak takut kepada-Nya boleh jadi akan mengulangi kesombongan Firaun itu.
Penggunaan kata kerja mudhare’ pada kata yakhsyaa memberikan kesan bahwa rasa takut tersebut harus selalu di-refresh. Itulah mengapa kisah kesombongan Firaun dalam Alquran disebar di berbagai surah. Supaya setiap kali kita membaca Alquran selalu bertemu dengan peringatan yang sama.
Seakan dikatakan cukuplah Firaun sebagai pelajaran. Karena itu tidak boleh ada lagi pribadi seperti Firaun dalam sejarah manusia.
Seakan dikatakan cukuplah Firaun sebagai pelajaran. Karena itu tidak boleh ada lagi pribadi seperti Firaun dalam sejarah manusia.
Pada bagian akhir surah an-Naziat, kata yakhsyaa digunakan lagi dengan redaksi innama anta mundziru may yakhsyaahaa (Sesungguhnya engkau Muhammad sebagai pemberi peringatan bagi orang yang takut terhadap hari kiamat) (QS an-Naziat [79]: 45).
Huruf haa adalah dhamir (kata ganti) dari assaa’atu (hari kiamat). Bahwa orang-orang yang beriman terhadap adanya hari kiamat akan bersungguh-sungguh mempersiapkan diri dengan amal saleh. Karena yang berlaku di akhirat hanyalah amal saleh.
Di dunia saja kita menemukan fakta bahwa mata uang yang berlaku di sebuah negara tidak berlaku di negara lain, kecuali harus ditransfer ke mata uang yang digunakan oleh negara tersebut. Apalagi perpindahan dari dunia ke akhirat, maka dipastikan segala yang kita miliki tidak akan berlaku di akhirat kecuali ditransfer menjadi amal saleh.
Semakin seorang hamba takut siksa Allah SWT di akhirat, maka akan semakin maksimal menggunakan jatah hidupnya di dunia untuk mentransfer amal saleh.
Satu istilah lagi kata khaafa pada ayat wa ammaa man khaafa maqaama rabbihii (Adapun orang yang takut kepada Allah Tuhannya) (QS an-Naziat [79]: 40), ini terdapat dalam pembahasan mengenai ahli surga dan ahli neraka.
Bahwa ciri ahli surga adalah orang yang takut kepada Allah SWT dan mengendalikan hawa nafsunya. Kata khaafa dengan bentuk lampau (fiil madhi), maksudnya bahwa selama di dunia ia selalu takut akan murka-Nya.
Itulah mengapa ia segera mangendalikan hawa nafsunya (Wa nahan nafsa ‘anil hawa) (QS an-Naziat [79]: 40). Yaitu dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Inilah inti ibadah puasa bahwa seorang hamba selama puasa telah menahan diri dari yang halal, maka dengannya akan muncul sensitivitas (rasa takut) untuk melakukan apa yang diharamkan-Nya.
sumber : https://www.republika.id/posts/39192/makna-takut-kepada-allah