Saturday, July 19

Dua Pilihan Abadi

amirfath.com, Artikel (183), November 2022

Pada bagian akhir surah an-Naba’, Allah menjelaskan dua pilihan yakni tempat- tempat abadi di akhirat: neraka dan surga.

Mengenai neraka, surah tersebut menjelaskan bahwa tempat itu selalu mengintai para calon penghuninya.
Inna jahannama kaanat mirshaa daa. (QS an-Naba: 21).

Menurut pakar tafsir Imam ash-Shuyuti, mak na mirshaadaa(al-mirshad) dapat dikaitkan dengan arrashidah, radar. Artinya, siapa pun para pen dur haka tidak akan pernah lepas dari pantauan neraka.

Imam Ibnu Katsir mengatakan, di pintu-pintu neraka terdapat daftar yang selalu terbarui (update). Isi daftar itu adalah nama-nama para pengikut iblis. Ciri mereka adalah berbuat melampaui batas (thagha), seperti disebutkan dalam surah an- Naba ayat ke-22. Lith thaa ghiina maabaa.

Kata maabaaberarti tempat kembali. Durasi diam di neraka adalah selama-lamanya. Laa bitiinaa fiihaa ahqaabaa. Kata ahqaabamerupakan bentuk jamak dari huqbun, yang berarti abad.

Maksudnya, para penduduk neraka berdiam di sana berabad-abad tanpa batas waktu.

Kemudian, Allah menjelaskan menu makanan di neraka. Pilihan sajian di sana hanya ada dua, yaitu sangat panas dan menjijikkan. Laa ya dzuu quu na fiiha bardaw walaa syaraabaa, illa hamii maw-wa ghas saaqaa. (QS an-Naba: 24-25). Yang pertama, hamiimaaberarti sajian yang sangat panas. Pilihan kedua, ghassaaq, berarti darah dan nanah busuk yang keluar dari luka-luka para penghuni neraka.

Allah tidak memuliakan para penduduk neraka.
Sebab, mereka selama di dunia tidak pernah meng agungkan-Nya dan memuliakan ajaran- Nya. Itu pun azab yang setimpal, wifaaq, dengan do sa-dosa yang telah mereka perbuat. Jazaa aw-wifaa qaa. (QS an-Naba: 26). Maksudnya, azab yang Allah berikan itu persis sama dengan porsi dosa yang mereka pebuat. Tidak lebih. Tidak pula kurang. Inilah bukti kemahaadilan Allah.

Mengenai surga, Allah menjelaskan, di dalamnya dipersiapkan bagi mereka yang bertakwa. Inna lil muttaqiina mafaazaa. (QS an-Naba: 31). Kepa tuhannya sungguh-sungguh hanya kepada Allah. Me reka pun berupaya dengan segala da ya menjauhi dosa.

Di depan banyak orang ataupun kala sendirian, me reka tetap saleh. Kata mafaazaa, tempat kemenang an, diambil untuk menunjukkan makna ikhtiar. Un tuk mendapatkan surga, seseorang harus melalui pertarungan panjang melawan hawa nafsu selama di dunia.

Mereka yang masuk neraka adalah orang- orang yang kalah, jatuh dalam dosa. Adapun ahli surga adalah orang-orang yang menang atas segala godaan dosa yang mengiurkan di dunia.

Di surga mereka akan mendapatkan berbagai keuntungan atas perjuangannya selama masih di dunia. Misal, nikmat makanan sebagai balasan atas keberhasilannya menjauhi segala yang haram di dunia. Hadaa-iqa wa a’naabaa. (QS an-Naba:32). Dan juga disebut dalam ayat berikutnya, wa kawaa’iba atraabaa (gadis-gadis sebaya), sebagai balasan atas keberhasilan mereka menjauhi zina selama di dunia. Allah menjelaskan, semua itu ada lah bonus karena jauh lebih besar dari amal yang telah mereka perbuat. Jazaa-am mir-rabbika `athaa an hisaabaa. (QS an-Naba: 36).

sumber : Republika, senin 7 november 2022 Hal. 16

About Post Author