Berita Mahapenting
amirfath.com, Artikel (181), Oktober 2022
Kabar tentang hari Kiamat adalah berita mahapenting menurut Alquran. Disebutkan dengan istilah an-Nabauntuk menunjukkan betapa hakikat hari Kiamat adalah informasi yang harus diketahui setiap orang, terutama mereka yang beriman. Itulah rahasia mengapa Allah turunkan surah an-Naba’. Sayangnya, tidak semua manusia beriman, dan tidak semua orang yang beriman menangkap pesan itu.
Imam Ibn Katsir membagi manusia dalam hal ini menjadi dua bagian. Pertama, manusia yang mengingkari adanya hari kiamat, mereka adalah orang-orang kafir secara akidah. Kedua, manusia yang mengaku beriman atas adanya hari kiamat, tetapi mereka terlena dengan dunia dan tidak memperbanyak amal. Mereka adalah orang- orang yang lemah iman.
Surah an-Naba’ merekam di pembukaannya tentang kebingungan orang-orang kafir Makkah pada saat pertama kali Rasulullah menyampaikan kepada mereka kabar hari kiamat. Bagi mereka hari kiamat itu tidak mungkin terjadi. Logika mereka mengatakan bahwa tidak mungkin tulang-belulang manusia yang sudah hancur lebur sejak ratusan tahun yang silam di dalam tenah bisa hidup lagi.
Mereka berkata kepada Rasulullah, Man yuhyil `izhaama wa hiya ramiim(Siapa yang bisa menghidupan tulang belulang yang sudah hancur lebur ini?) Dengan mudah Alquran mematahkan logika tersebut bahwa Allah yang menciptakan pertama kali pasti bisa menghidupkannya kembali:Qul yuhyiihalladzii ansya’ahaa awwala marratiw wahuwa bikulli khalqin aliim.(Yasin: 78-79).
Dari surah an-Naba’ tergambar dengan jelas betapa orang-orang kafir Makkah saling bertanya di antara mereka: Amma yatasa aluun.(QS an- Naba’: 1). Kata yatasa aluunadalah fiil mu dhari’yang menunjukkan makna terus-mene rus. Kebingungan orang kafir terjadi setiap saat dan selalu menghantui mereka sehingga peman dangan diskusi antara mereka terjadi di mana-mana.
Allah menyingkap bahwa yang mereka diskusikan hanyalah satu hal, yaitu berita tentang hari kiamat.
Alasannya kerena mereka menganggap itu mustahil: anin nabail azhiim(QS. an-Naba’: 2). Di sini ada dua kata yang menggambarkan dahsyatnya hari kiamat, yaitu kata an-naba’ (berita besar)dan al azhiim(yang agung). Artinya, tidak ada peristiwa apa pun di muka bumi yang akan lebih dahsyat dari kejadian tersebut. Bukan hanya itu, sakingagungnya, setiap manusia wajib meyakininya, siapa yang tidak yakin pasti celaka.
Dari redaksi surah tersebut, nampak ketika itu orang-orang kafir Makkah terbelah menjadi dua golongan, sebagian beriman dan sebagian yang lain tidak beriman: Alldzii hum fiihi mukh talifuun.(QS an-Naba’: 3). Kata mukhatli fuunbentuk isim fail(pelaku/subjek), yang menunjukkan karakter. Bahwa sudah menjadi karakter orang- orang kafir sampai kapan pun mereka akan terus berbeda pendapat. Itulah akibat dari cara hidup yang hanya berdasarkan akal semata, sehingga mereka tidak mempunyai kebenaran mutlak yang dijadikan pegangan.