Saturday, August 23

Kekuatan Dakwah dan Doa

amirfath.com, Artikel (180), Oktober 2022

Selain tema tentang dakwah, surah Ghafir menyebutkan beberapa ayat tentang doa.Bahwa dakwah kepada Allah harus selalu dibarengi dengan doa. Tidak cukup seorang juru dakwah hanya mengandalkan usaha, tetapi pada saat yang sama ia harus selalu menjaga hubungan dengan Allah, di antaranya melalui doa.

Silakan gunakan kecerdasan dalam berdakwah, tetapi di puncak perjuangan seorang dai, ia harus menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Simaklah apa yang diucapkan pengikut Nabi Musa setelah melakukan tugas dakwahnya dengan segala kemampuanya: Wa ufawwidhu amrii ilallahi, innallaha bashhirum bil ibaad(Aku serahkan urusanku kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya). (QS Ghafir: 44).

Kata doa dalam bahasa Alquran satu akar dengan kata dakwah, yaitu da’aa-yad’uu. Dikatakan ana ad’ullaha (aku berdoa kepada Allah), juga dikatakan ana ad’uu qaumi ilallahi (aku mendakwahi kaumku ke jalan Allah). Artinya, dengan kata yang sama bisa bermakna dua: Dakwah dan doa.

Jadi, dakwah dan doa menurut bahasa Alquran adalah satu kesatuan tak terpisahkan. Bahwa, seorang juru dakwah harus selalu mewakili Allah layaknya seorang juru bicara yang mewakili atasannya, juga harus menjaga hubungannya dengan Allah, terutama melalui ibadah, zikir, dan doa.

Dalam surah Ghafir minimal ada lima ayat yang menyebutkan kata da’aa-yad’uu dengan arti doa, dakwah, dan ibadah, yaitu ayat 14 memerintahkan agar berdoa dan beribadah hanya kepada Allah dengan penuh keikhlasan: Fad’ullaha mukhlishiina lahud diin wa lau karihal kaafiruun.

Ayat 46, tentang para penghuni neraka yang minta tolong kepada para malaikat penjaga neraka agar berdoa (memohon) kepada Allah supaya azabnya diringankan: Ud’uu rabbakum yukhaffif `anaa yauman minal adzaab. Ayat 50, jawaban malaikat atas mereka fad’uu wa maa du’aaul kaafiriin illa fii dhalaal(Sia-sialah kamu, berdoalah sendiri wahai orang-orang kafir, sungguh doa mereka hanyalah sia-sia belaka).

Pada ayat 60, jaminan dari Allah bahwa setiap doa yang dipanjatkan seorang hamba dengan penuh keimanan dan sesuai dengan cara-cara yang benar, pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT: Wa qaala rabbukumud’uunii asyajib lakum(Berdoalah kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya).

Kecuali doa orang-orang kafir yang dengan kesombongannya mereka mengingkari Allah dan rasul-Nya: innalladziina yastakbruuna `an ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daakhiriin(Sesungguhnya orang-orang yang sombong dan tidak mau menyembah-Ku mereka pasti akan masuk neraka jahanam).

Lalu pada ayat 74, menggambarkan tentang puncak penyesalan orang-orang kafir di neraka setelah ternyata tuhan-tuhan yang mereka sembah tidak bisa membantu apa-apa di akhirat:Qaaluudhalluu `anaa, bel lam nakun nad’uu min qablu syai’aa(Mereka berkata: tuhan-tuhan yang kami sembah di dunia sekarang tidak hadir, jadi selama di dunia kami seperti tidak pernah menyembah apa-apa).

sumber : Republika, senin 24 oktober 2022 Hal. 16

About Post Author