Sunday, August 10

Sisi Lain Indahnya Peradaban Islam

amirfath.com, Artikel (175), Oktober 2022

Salah satu rahasia diturunkannya surah an- Nisa (para wanita) adalah karena kaum wanita merupakan pilar peradaban, tetapi dalam perjalanan sejarahnya sering kali kaum wanita mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Allah lang sung yang memberikan nama surah ini supaya ma nu sia tahu bahwa Islam sangat memuliakan wanita.

Nabi menjelang wafatnya sempat memberikan pesan tiga hal, yakni ash shalaata(menegakkan shalat), ittaqunnisaa(lindungi kaum wanita), dan ummatii(jagalah umatku). Ini bukti bahwa memuliakan kaum wanita bukan kewajiban biasa melainkan kewajiban luar biasa.

Dari sini kita paham bahwa surah an-Nisa hadir sejatinya untuk mengentaskan peradaban manusia dari berbagai bencana yang terjadi akibat dari tindak kezaliman terhadap kaum wanita. Bertahun-tahun peradaban Persia, Romawi, dan zaman jahiliyah sebe lum Islam, telah memperlakukan wanita sebagai komoditas seks dan pemuas hawa nafsu belaka. Mereka diperjualbelikan layaknya benda-benda mati.

Surah an-Nisa merekam kebiasaan orang Arab jahiliyah yang memaksa kaum wanita menjadi layaknya benda-benda pusaka yang diwariskan.Allah melarang orang-orang beriman melakukan hal yang sama: Ya ayyahalladziina amanuu laa yahillu lakum an taritusun nisaa’a karhaa(Wahai orang-orang beriman tidak halal bagimu mem pusakai wanita dengan jalan paksa). (QS an-Nisa: 19).

Bukan hanya itu, orang Arab jahiliyah sering kali membuat susah para istri dengan menuduh mereka melakukan perbuatan keji supaya merasa bersalah, lalu mengembalikan mahar yang telah diberikan. Padahal, mereka tidak pernah melakukan perbuatan keji tersebut.

Allah SWT menceritakan kejadian ini dan melarang orang-orang beriman melakukan kezaliman yang sama: Wa laa ta’dhuluuhunna litazh habauu biba’dhi maa aataitumuuhunna illaa ay ya’tiina bi faahisyatin mubayyinah(Janganlah kamu menyusah kan para istrimu karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata). (QS an-Nisa: 19).

Betapa indahnya peradaban Islam ketika surah an-Nisa menegaskan bahwa ikatan nikah adalah mitsaaqan ghaliizhaa(sebagai ikatan suci yang kokoh). Sementara masyarakat Arab jahiliyah menganggap itu ikatan biasa, sehingga mereka sesuka nafsunya merusak ikatan tersebut.

Surah an-Nisa menyebutkan peristiwa ini dengan teguran yang keras: Ata’khudzuunahuu buhtaana wa itsman mubiinaa (Apakah kamu mengambil balik mahar itu dengan melemparkan tuduhan dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata). (QS an-Nisa: 20).

Wa kaifa ta’khudzuunahu wa qad afdhaa ba’dhu kum ilaa ba’dh wa akhdzna minkum miit saaqan ghalizhaa(Bagaimana mungkin kamu mengambil balik mahar itu, padahal kamu telah menggauli nya sebagai suami istri, dan kamu telah membuat perjanjian yang kokoh). (QS an-Nisa: 21).

sumber : Republika, jumat 7 oktober 2022 Hal. 10

About Post Author