Berbakti kepada Orang Tua
amirfath.com, Artikel (142), Mei 2022
Selain tauhid, syariat yang pertama-tama diturunkan oleh Allah kepada semua utusan-Nya di sepanjang sejarah kerasulan adalah berbakti kepada kedua orang tua. Dalam Alquran surah al-An’am ayat 151, perjanjian itu diingatkan lagi kepada umat Nabi Muhammad SAW. Dengan Bani Israil, Allah Ta’ala juga telah membuat perjanjian agar mereka bertauhid dan berbuat bakti kepada kedua orang tua. Hal itu dijelaskan dalam surah al-Baqarah ayat 83.
Dalam surah al-Isra’ ayat 23, Allah menggandeng hakikat bertauhid dengan perkara berbakti kepada kedua orang tua. Wa qadaa Rabbuka allaa ta’buduuu illaaa iyyaahu wa bilwaalidayni ihsaanaa. Artinya, Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.
Dari ayat itu, dapatlah diambil sebuah pelajaran.Setelah bertauhid sebagai pemenuhan hak Allah, seorang hamba mesti segera memenuhi hak makhluk. Dan pertama-tama, hak makhluk yang harus dipenuhi adalah berbakti kepada kedua orang tua.
Caranya bagaimana? Allah menjelaskan dalam kelanjutan ayat yang sama. Fa laa taqul lahumaa uffin (janganlah mengucapkan kepada kedua orang tua perkataan `ah’). Kata `uffin’ atau ah itu bermaksud sikap yang tidak simpatik sehingga membuat jengkel bapak dan ibu. Ucapan itu meru pakan bentuk yang paling rendah dari sikap menya kitkan hati. Maka, apatah lagi sikap yang lebih parah daripada itu.
Pada ayat berikutnya, manusia diperintahkan agar mengucapkan perkataan yang baik, penuh lemah lembut, serta menyejukkan hati kepada kedua orang tua. Bahwa dengan bersikap lemah lembut, ayah dan ibu akan ridha.Secara otomatis, anak yang berbakti itu akan mendapatkan ridha Allah SWT.
Inilah makna hadis yang berbunyi, Ridhallahi fii ridhal waalidain. Tentu, jangan sampai melampaui batas dalam memburu ridha kedua orang tua. Karena itu, Allah memberikan aba-aba. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, janganlah engkau menaati keduanya (QS Luqman: 15).