Wednesday, July 23

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

amirfath.com, Artikel (44), Agustus 2021 Allah SWT. bersumpah dengan sepuluh malam “wa layalin asyr”  (QS. Al-Fajr.2) itu maksudnya sepuluh hari pertama bulan Dzuhijjah. Disebutkan malamnya saja agar mencakup sepuluh malam terakhir Ramadhan yang di dalamnya terdapat malam “al-qadar” yang sangat agung. Nabi SAW. menjelaskan keagungan sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini dalam haditsnya yang diriwayatkan Ibn Abbas, bahwa tidak ada hari untuk beramal salih yang lebih Allah cintai daripada amal salih yang dikerjakan pada sepuluh hari ini. Para sahabat bertanya: Apakah pahala berjihad di jalan Allah masih kalah hebatnya wahai Rasulullah? Nabi menjawab, ya masih kalah. Kecuali orang berjihad dengan hartanya dan jiwanya dan ia tidak pulang lagi ke rumahnya (mati syahid). (HR. Abu Daud).

Dari sini kita mendapatkan dua gambaran betapa dahsyatnya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Pertama, Allah bersumpah dengannya. Imam As Suyuthi dalam kitabnya “Al-Itqan”  menjelaskan bahwa jika Allah bersumpah dengan sesuatu dalam Al-Quran itu maksudnya dua hal : “lifadhilatihi” (karena keutamaannya) dan “limanfa’atihi” (karena manfaatnya). Ini jelas tidak bisa dipungkiri keagungan bulan Dzulhijjah terutama yang kesepuluh hari pertama. Tidak saja karena bulan Dzulhijjah termasuk “al asyhurul hurum” (bulan-bulan yang Allah agungkan) (QS. At taubah:36), juga karena Allah bersumpah dengannya, tetapi lebih dari itu karena banyaknya pahala besar di dalamnya bagi yang beramal salih.

Kedua, Dari hadits nabi di atas kita mendapatkan penegasan bahwa setiap amal salih yang dikerjakan pada sepuluh pertama bulan Dzulhijjah akan mendapatkan dua posisi yang tak tertandingi, yaitu: “ahabbu ilallhi” (paling Allah cintai) dan pahala mati syahid. Lafal haditsnya umum “ma min ayyamil amalish shalih”  maksudnya amal salih apa saja. Masya Allah luar biasa. Betapa Allah SWT. di sepuluh pertama Dzulhijjah ini sedang mengobral cintaNya bagi sang hamba dan akan memberikan pahala selevel mati syahid bagi setiap amal salih. Maka, sungguh sangat rugi bagi yang tidak merebut kesempatan ini. Bila pahala ibadah di malam “al-qadar” Allah hitung setara bahkan lebih baik dari ibadah selama seribu bulan “khairun min alfi syahrin”, maka pahala amal salih di sepuluh pertama Dzulhijjah ini selevel dengan cintaNya dengan bonus pahala mati syahid.

Silahkan perbanyak sedekah, tegakkan shalat malam, berdzikir dan membaca Al-Quran. Ini semua ibadah yang selalu dibuka oleh Allah setiap saat. Selain itu lakukan puasa sunnah karena ini termasuk amal salih, terutama puasa sunnah di hari Arafa, karena kata nabi pahalnya akan menghapus dosa setahun sebelum dan setahun sesudahnya (HR. Imam Muslim). Bagi yang sudah menyiapkan hewan Qurban disunnahkan menyerupai jamaah haji yang sedang memakai ihram, dengan cara tidak memotong rambut dan kuku.    

Sumber : Republika, Senin, 12/07/2021. hal. 16

About Post Author