Al Ghasyiyah (Hari Pembalasan)
amirfath.com, Tadabur Surah Al Ghasyiyah (88), Des 2020 – Kalimat al Ghasyiyah diambil dari kata ghasyiya yang berarti gelap tertutup. Al Ghasyiyah menjadi salah satu istilah nama Hari Pembalasan (baca: Kiamat) karena kerasnya goncangan dan dahsyatnya hari itu membuat manusia kegelapan, semua catatan amal perbuatan tertutup. Pada hari itu pembalasan dan perhitungan dimulai. Siapa yang selama di dunia sibuk mengumpulkan amal shaleh balasannya kebaikan (surga), sebaliknya siapa yang selama di dunia hanya sibuk mengumpulkan kemaksiatan, balasannyapun keburukan (neraka). Maka sangat tepat jika surat ini disebut dengan al Ghasyiyah, dan pada permulaanya dibuka dengan kata tersebut.
Secara luas surat ini menyebutkan kondisi yang dialami orang-orang beriman dan orang-orang kafir pada hari kiamat, di mana pada surat sebelumnya (al A’alaa) dijelaskan secara singkat. Dalam al A’alaa: 10-17, Allah berfirman: “orang yang takut kepada Allah akan mengambil pelajaran dan orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya dan akan dibakar dalam api neraka….” adapun dalam al Ghasyiyah Allah jelaskan rincian keadaan masing-masing dari mereka (perhatikan ayat 2-16). Pada surat al A’alaa Allah menyatakan bahwa akhirat itu lebih baik dan lebih kekal, lalu pada surat ini Allah banyak menyebutkan sifat-sifat surga sebagai bukti kebahagiaan alam akhirat lebih baik dan lebih kekal.
Adapun kandungan surat al Ghasyiyah secara umum dapat kita fahami lewat poin-poin berikut ini:
1. (1) Dimulai dengan kalimat istifham (pertanyaan) “Hal” agar pendengar terpanggil dan penasaran untuk mengetahui berita yang akan disampaikan. Ketika Allah mengatakan kepada nabi Muhamad SAW hal ataaka haditsul ghasyiyah?! (Apakah sudah sampai kepadamu berita tentang al Ghasyiyah?) ini sebenarnya untuk menggambarkan dahsyatnya peristiwa tersebut. Karena Rasulullah SAW sebenarnya sudah pernah mendengar.
2. (2-4) Allah menggambarkan keadaan yang pasti akan dialami mereka yang celaka (orang-orang kafir); (a). wajah mereka pada hari itu merunduk dan terhina karena mereka akan mendapatkan azab, (lihat juga QS. As Sajadah 32/12 dan QS. As Syura 42/45). (b). mereka sedih karena mereka telah begitu capek bekerja untuk dunia, tapi pada akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Ayat ini juga ditujukan kepada para pemuka agama selain Islam, di mana mereka telah bersungguh-sungguh dalam kekafirannya, sementara buah perbuatannya adalah neraka.
3. (5-7) Allah menggambarkan kondisi neraka dan makanan yang akan mereka dapatkan didalamnya: (a) apinya sangat panas (narun hamiyah), (b) minumannya mendidihkan otak, karena sangat panas (aniyah), (c) makanan yang disuguhkan adalah pohon berduri, berbahu busuk, dan sangat pahit (lihat juga QS.Al Haqqah 69/336 dan QS.Al Dukhan, 44/43-44). Ini menunjukkan bahwa makanan itu bukan jenis makanan manusia, tapi sejenis rumput berduri yang ketika basah unta mau memakannya tapi ketika kering unta lari darinya karena telah menjadi racun yang bisa mematikan.
4. (8-16) Allah kemudian menceritakan kondisi orang-orang beriman, bahwa pada hari itu wajah mereka berseri-seri, mereka merasa senang karena susah payahnya selama di dunia tidak sia-sia. Mereka masuk ke dalam surga yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: (a) Posisinya sangat tinggi dan bertingkat-tingkat sebagaimana neraka sangat rendah dan bertingkat-tingkat. (b).Di surga tidak ada perkataan gurau yang tidak berguna, karena mereka hanya mengucapkan kalimat-kalimat hikmah dan pujian kepada Allah SWT bersyukur atas apa yang diberikan kepada mereka berupa kenikmatan surga yang abadi (lihat juga QS. At Thur 52/23, QS. Maryam 19/62 dan QS. Al Waqi’ah56/25-26). (c). ada mata air yang memancarkan macam-macam minuman yang nikmat dan bersih. (d) Disediakan pula tahta (bangku atau singgasana) yang tinggi dan lembut sehingga jika duduk diatasnya akan merasakan kenyamanan sambil memandang kebun surga yang sangat indah (lihat juga QS. Al Waqi’ah 56/34). (e) Tersedia pula gelas-gelas dan minumannya yang selalu dekat dengan mereka sehingga bisa minum kapanpun dan apapun yang diinginkan. (f). Jika ingin bersandar atau berbaring, bantal-bantal telah tersusun rapi dan mewah. (g). Banyak permadani yang indah dan lembut terhampar luas terpencar-pencar pada setiap tempat duduk.
5. (17-20), Allah memerintahkan hamba-hambaNya untuk memperhatikan seluruh ciptaanNya yang menunjukkan kekuasaan, keagungan, eksistensi dan keesaanNya. Lihatlah ; Bagaimana unta yang selalu mereka lihat dan selalu mereka kendarai diciptakan. Ia adalah binatang yang tahan lapar dan haus, dan sanggup berjalan pada kejauhan bermil-mil. Lalu perhatikan, bagaimana langit diangkat tanpa tiang. Bagaimana gunung-gunung ditegakkan untuk membangun keseimbangan bumi. Bagaimana bumi dihampar sehingga manusia bisa hidup diatasnya dari zaman ke zaman. Semua diatas disebutkan secara khusus karena itulah yang sangat dekat dan akrab dalam kehidupan manusia terutama bagi masyarakat Arab yang pada waktu itu berhadapan langsung dengan Rasulullah SAW. Dan dengan bukti-bukti tersebut nampak bahwa Allah SWT sebagai Pencipta sangat mampu untuk membangkitkan kembali manusia di Hari Kiamat.
6. (21-26), Allah menutup surat ini dengan mengingkatkan Rasulullah SAW bahwa tugasnya hanya sebagai mudzakkir (pemberi peringatan) bukan musaythir (pemaksa) untuk menjadikan mereka beriman, karena hati dan keimanan berada di tangan Allah. Jadi tugas Rasul hanya menyampaikan, maka siapa yang berpaling dan kafir, akan mendapatkan azab yang sangat pedih dan mengerikan. Tidak ada seorangpun yang terlewatkan, karena pada hari Kiamat nanti semua akan kembali kepada Allah, semua manusia akan di hisab baik yang beriman kepada Allah maupun yang durhaka dan berpaling darinya. Dan semua akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Tafsir Al Hikmah
Dr. Amir Faishol Fath MA.
(باب أحوال أهل الجنة)
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “إن الله عز وجل يقول لأهل الجنة : يا أهل الجنة !، فيقولون : لبيك ربنا وسعديك والخير في يديك، فيقول : هل رضيتم ؟ فيقولون : وما لنا لا نرضى ياربنا وقد أعطيتنا مالم تعط أحدا من خلقك؟ فيقول: ألا أعطيكم أفضل من ذلك؟ فيقولون : وأي شيئ أفضل من ذلك؟ فيقول : أحل عليكم رضواني فلا أسخط عليكم بعده أبدا. (متفق عليه)
Abu Sa’id al Khudry r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: ” Allah memanggil ahli sorga: hai ahli sorga! Mereka menjawab: labbaika ya Tuhan kami, segala kebaikan ditanganMu. Allah bertanya: apakah kamu suka (puas)?mereka menjawab: mengapa kami tidak puas, Engkau telah memberikan apa yang tidak Engkau berikan pada seorangpun dari makhlukMu.Allah berkata: sukakah Aku berikan lebih dari semua itu? Mereka bertanya : apakah yang lebih dari semua itu? Allah berfirman: Aku tetapkan kepada kamu sekaliankeridhoanKu, maka Aku tidak akan pernah murka kepada kalian selamanya”.
عن صهيب رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إذا دخل أهل الجنة الجنة يقول الله تبارك وتعالى: تريدون شيئا أزيدكم ؟ فيقولون: ألم تبيض وجوهنا ، ألم تدخلنا الجنة وتنجينا من النار؟ فيكشف الحجاب فما اعطوا شيئا أحب إليهم من النظر إلى ربهم (رواه مسلم)
Shuhaib r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: jika ahli sorga telah masuk sorga, maka Allah berfirman; apakah kamu mau ditambahkan? Mereka berkata: bukankah Kau telah memutihkan wajah kami, Kau masukkan kami ke sorga dan Kau selamatkan kami dari neraka?. Maka Allah membuka tirainya, tidak ada yang mereka sukai daripada melihat wajah Tuhan (Allah).
عن أبي موسى رضي الله عنه : أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إن للمؤمن في الجنة لخيمة من لؤلؤ واحدة مجوفة طولها في السماء ستون ميلا للمؤمن فيها أهلون يطوف عليهم المؤمن، فلا يرى بعضهم بعضا.(متفق عليه)
Abu Musa berkata, Rasulullah SAW bersabda: “bagi seorang yang beriman di sorga sebuah kemah dari satu mutiara yang berlobang, panjangnya kelangit 60 mil, seorang mukmin dan keluarganya bisa berkeliling didalamnya hingga yang satu tidak dapat melihat yang lainnya”.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا يزكيهم ولا ينظر إليهم ولهم عذاب أليم: شيخ زان ، وملك كذاب و عائل مستكبرز(رواه مسلم)
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: tiga orang yang tidak akan diajak bicara pada hari kiamat oleh Allah, tidak dibersihkan (dimaafkan) dan tidak dilihat. Bagi mereka azab yang pedih: orang tua yang berzina, raja(pemerintah) yang berdusta dan orang miskin yang sombong.
(باب الكبر)
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الله تعالى يبغض ثلاثة نفر ، وبغضه لثلاثة منهم أشد ، أولها: يبغض الفساق، وبغضه للشيغ الفاسق أشد ، والثاني:يبغد البخلاء ، وبغضه للغني البخيل أشد، والثالث: يبغض المتكبرين ، وبغضه للفقير المتكبر أشد. ويحب ثلاثة نفر، وحبه لثلاثة منهم أشد، أولها: يحب المتقين ، وحبه للشباب التقي أشد، والثاني: يحب الأسخياء وحبه للفقير السخي أشد، والثالث : يحب المتواضعين وحبه للمتواضع الغني أشد”. (رواه أبو داود والحكم وغيره ، وقال صحيح الإسناد)
Rasulullah SAW bersabda: “sesungguhnya Allah membenci tiga kelompok, dan lebih benci pada tiga lainnya; (a). Allah membenci orang yang fasiq dan kepada orang tua yang fasiq lebih benci. (b).Allah membenci orang yang bakhil(pelit) dan kepada orang kaya yang bakhil lebih benci. (c). Allah membenci orang yang sombong dan kepada orang fakir yang sombong lebih benci. Dan Allah mencintai tiga kelompok dan lebih cinta kepada tiga lainnya; (a). Allah mencintai orang yang bertaqwa dan kepada pemuda yang bertaqwa lebih cinta. (b). Allah mencintai orang yang pemurah dan kepada orang fakir yang pemurah lebih cinta. (c) Allah mencintai orang yang tawadhu’ dan kepada orang tawadhu’ yang kaya lebih cinta”.
عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ، ولا يزكيهم ولا ينظر إليهم ولهم عذاب أليم : شيخ زان ، وملك كذاب ، وعائل مستكبر. (رواه مسلم)
Rasulullah SAW bersabda : tiga macam orang yang didiamkan Allah pada hari kiamat dan tidak dibersihkan dari dosa, Allah juga tidak melihat kepada mereka dengan pandangan rahmat, bagi mereka azab yang pedih: orang tua yang berzina, pemimpin yang berdusta dan orang miskin yang sombong.
عن ابن مسعود رضي الله عنه، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر . فقال رجل : إن الرجل يحب أن يكون ثوبه حسنا، ونعله حسنة؟ قال: إن الله جميل يحب الجمال ، الكبر بطر الحق وغمط الناس .(رواه مسلم)
Rasulullah bersabda: tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya sekecil biji atom kesombongan. Seseorang berkata: sesungguhnya seseorang senang memakai baju yang bagus dan sandal yang bagus. Rasulullah menjawab: sesungguhnya Allah itu indah senang dengan keindahan, sombong adalah menyalahi kebenaran dan merendahkan manusia (merasa tinggi dari manusia).
عن أبي موسى رضي الله عنه، ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال له : ألا أدلك على كنز من كنوز الجنة ؟ لاحول ولاقوة إلا بالله . (رواه مسلم)
Rasulullah berkata kepada Abu Musa: maukah aku tunjuki kamu tentang simpanan dari simpana surga? kalimat la haula wala quwwata illa billah (tiada daya dan upaya kecuali Allah).