Al Balad (Negeri)
amirfath.com, Tadabur Surah Al Balad (90), Des 2020 – Yang dimaksud dengan al Balad (negeri) disini adalah kota Mekkah yang telah Allah sucikan dan didalamnya terdapat Ka’bah yang dijadikan Allah sebagai kiblat orang-orang Islam. Allah bersumpah diawal surat ini dengan negeri ini karena kemulyaannya, karenanya surat ini diberi nama al Balad.
Adapun kaitan surat ini dengan surat sebelumnya (al Fajr); Pertama, pada surat sebelumnya Allah mencela orang-orang yang sangat mencintai harta, sampai ketingkat makan harta warisan yang bercampur aduk antara halal dan haram, bahkan tidak menganjurkan memberi makan orang-orang miskin. Tetapi dalam surat ini Allah menjelaskan penggunaan harta yang terpuji; memerdekakan hamba sahaya, memberi makan anak yatim dan orang miskin. Kedua, diakhir ayat surat al Fajr Allah menjelaskan kondisi jiwa yang tenang di akhirat, sedangkan dalam surat ini Allah menyebutkan cara mendapatkan ketenangan yaitu dengan mentaati Allah secara total dan berbuat baik kepada manusia.
Kandungan surat al Balad yang paling pokok adalah pembahasan tentang kebahagian dan kesengsaraan manusia, serta cara manusia dalam memilih satu dari dua jalan yang bertentangan. Untuk lebih jelasnya mari kita amati dari awal sampai akhir surat al Balad ini sebagai berikut:
1. (1-3) Pembuakaan surat, Allah bersumpah dengan kota Makkah karena kemulyaannya: (a) di dalamnya terdapat masjidil haram dan Ka’bah kiblat semua umat Islam. (b) di sinilah Nabi Ibrahim AS. pernah membangun Ka’bah. (c) Di kota ini Nabi Muhammad SAW. menerima wahyu dan memulai dakwahnya. (d) dan di kota ini pula ibadah haji dilakukan. Setelah itu Allah bersumpah dengan walid wamaa walad (orang tua dan yang dilahirkan) baik dari manusia maupun hewan sebagai proses yang luar biasa demi berlangsungnya kehidupan, suatu bukti atas kekuasaan Allah.
2. (4-7) Allah menegaskan dengan sumpahNya bahwa manusia selalu berada dalam kesusahpayahan: seperti kesusahan saat melahirkan, kesulitan mencari penghidupan, kesuasahan menahan penyakit yang datang tiba-tiba sampai masuk ke liang kubur dan alam akhirat nanti. Karenanya Allah mencela manusia yang tertipu dengan kekuatannya: “apakah ia mengira bahwa tidak ada yang berkuasa diatasnya?” maka sesungguhnya Allah maha Kuasa atas segala sesuatu. Namun diakhirat ia menyatakan bahwa ia telah menginfaqkan hartanya yang banyak, tetapi infaq itu hanyalah untuk suatu kebanggaan duniawi (baca: sombong). Kemudian Allah mencela kejahilannya: “apakah ia mengira bahwa tidak ada seorangpun yang mengetahui saat ia melakuakn infak, bukankah ia akan ditanya dari mana harta didapat dan kemana di infaqkan?.
3. (8-16) Setelah itu Allah menyebutkan tanda-tanda kekuasaannya di mana selama ini seringkali manusia abaikan, padahal tanda-tanda tersebut paling dekat dengan dirinya. Perhatikan siapakah yang menciptakan kedua mata sehingga ia bisa melihat? Siapakah yang menciptakan lidah dan dua bibir, sehingga ia bisa berbicara? Allah juga memberikan pilihan kepada manusia antara melakukan yang baik atau buruk, antara menyembah Allah atau menyembah syetan.
Lalu Allah menjelaskan bahwa semestinya manusia memilih yang lebih baik dan mensyukuri nikmat-nikmatNya, Allah berfirman:”maka tidakkah sebaiknya (dengan harta itu) ia menempuh jalan ‘aqabah (mendaki dan sukar)?”, jalan apakah itu? Ialah: (a) memerdekakan hamba sahaya. (b) memberi makan kepada orang yang tercekam kelaparan, seperti: anak yatim, para kerabat yang miskin, orang-orang fakir yang tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan.
4. (17-20) Allah menutup surat ini dengan menyebutkan ciri-ciri utama ahli surga: (a) beriman kepada Allah, rasulNya (b) Saling menasihati dalam kesabaran, (c) Saling menasihati dalam berkasih sayang. Mereka itulah yang kelak akan menerima bukunya dengan tangan kanan ashabul maimanah. (lihat QS. Al Waqi’ah 56/27-34). Kemudian sebagai perbandingan Allah menyebutkan golongan sebaliknya yaitu mereka yang menerima bukunya dengan tangan kiri ashhabul masy’amah yaitu orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah baik ayat tanziliyah (Kitab-kitabNya) maupun ayat kauniyah (alam ciptaanNya), mereka itulah yang ditetapkan sebagai penghuni neraka yang tertutup rapat mu’shadah (lihat QS. Al Waqi’ah 56/41-44).
Tafsir Al Hikmah
Dr. Amir Faishol Fath.
فضل الغنى الشاكر
(Keutamaan orang kaya yang bersyukur)
عن ابن مسعود رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : لا حسد إلا في اثنتين : رجل آتاه الله مالا فسلطه على هلكته في الحق ورجل آتاه الله حكمة فهو يقضي بها ويعلمها . (متفق عليه)
Abdullah bin Mas’ud ra. berkata : Rasulullah SAW bersabda: tidak boleh irihati kecuali dalam dua hal; pertama, seorang yang diberi oleh Allah SWT harta kekayaan maka ia gunakan untuk mempertahankan kebenaran. Kedua, seorang yang diberi oleh Allah SWT ilmu maka ia laksanakan dan ia ajarkan orang lain.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن فقراء المهاجرين أتوا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالوا: ذهب الدثور بالدرجات العلى ، والنعيم المقيم ، فقال: وماذاك؟ فقالوا: يصلون كما نصلي ، ويصومون كما نصوم، ويتصدقون كما لا نتصدق ويعتقون ولا نعتق، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أفلا أعلمكم شيئا تدركون به من سبقكم، وتسبقون به من بعدكم، ولا يكون أحد أفضل منكم إلا من صنع مثل ما صنعتم؟ فقالوا بلى يا رسول الله، فقال: تسبحون وتحمدون وتكبرون دبر كل صلاة ثلاثا وثلاثين مرة . فرجع فقراء المهاجرين إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقالوا سمع إخواننا أهل الأموال بما فعلنا، ففعلوا مثله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ذلك فضل الله يؤتيه من يشاء. (متفق عليه)
Abu Hurairah ra. berkata: bahwa orang-orang fakir muhajirin datang kepada Rasulullah SAW, mereka mengeluh dan berkata: ya Rsaulullah, orang-orang kaya (ahluddustur) pergi membawa pahala dengan tingkat yang paling tinggi dan kenikmatan yang abadi. Rasulullah bertanya: mengapa demikian?, mereka menjawab: mereka shalat seperti halnya kami shalat, mereka berpuasa seperti halnya kami berpuasa, dan mereka bersedekah sedang kami tidak bisa bersedekah, mereka memerdekakan budak sedang kami tidak bisa. Rasulullah berkata: apakah kamu mau aku ajarkan sesuatu yang bisa mengejar pahala mereka dan tidak ada seorangpun yang lebih utama dari kamu kecuali berbuat seperti yang kamu perbuat? Mereka menjawab: baiklah ya Rasulullah. Rasulullah bersabda: membaca tasbih (subhanallah), takbir (Allahu akbar) dan tahmid (alhamdulillah) setiap selesai shalat 33 kali. Kemudian mereka kembali lagi dan mengeluh: ya Rasulullah, orang-orang kaya itu mendengar perbuatan kami maka merekapun mengamalkan sebagaimana yang kami amalkan. Maka Rasulullah bersabda: “Itulah karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakiNya”.
الكرم والجود والإنفاق في وجوه الخير ثقة بالله
Pemurah dan Dermawan dalam Kebaikan karena percaya pada Allah SWT
عن عدي بن حاتم رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: اتقوا النار ولو بشق تمرة . (متفق عليه)
Adi bin Hatim ra bahwa Rsaulullah SAW bersabda: jagalah dirimu dari api neraka, meski dengan sedekah setengah biji kurma.
عن جابر رضي الله عنه قال: ما سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم شيئا قط فقال: لا. (متفق عليه)
Jabir ra berkata:tidak pernah Rasulullah diminta sesuatu lalu berkata : tidak.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان، فيقول أحدهما : اللهم اعط منفقا خلفا، ويقول الآخر : اللهم اعط ممسكا تلفا. (متفق عليه)
Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: tidak ada waktu pagi yang ditempuh oleh seorang hamba kecuali ada dua malaikat yang turun berdo’a. yang satu berdo’a: ya Allah berilah ganti yang berlipat pada orang suka memberi (berinfaq), dan berdo’a yang kedua: ya Allah berilah pada orang kikir kehancuran pada hartanya.
عن عائشة رضي الله عنها أنهم ذبحوا شاة ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : ما بقي منها؟ قالت ما بقي إلا كتفها، فقال : بقي كلها غير كتفها. (رواه الترمذي)
Ketika mereka (Aisyah dan Rasulullah) menyembelih seekor kambing, nabi bertanya? Apakah sisanya? Aisyah menjawab: tidak ada kecuali sampil mukanya. Nabi berkata: semuanya masih ada kecuali sampil muka itu.