Thursday, August 28

Mendidik Anak dengan Tauhid

amirfath.com, Artikel (162), Agustus 2022

Surah Lukman identik dengan surah pendidikan terhadap anak. Diberi nama Lukman sebagai represantasi seorang ayah yang sangat perhatian terhadap anaknya. Suatu isyarat bahwa tugas seorang ayah tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga mempunyai tanggung jawab pendidikan terhadap keluarga.

Setiap hari Jumat, ayah wajib hadir di masjid untuk menegakkan shalat Jumat sekaligus menyimak khutbah. Itu tidak lain supaya ayah berbekal minimal sepekan sekali dalam mendidik keluarganya. Berbagai redaksi ayat yang memerintahkan agar perhatian kepada anak yatim itu juga demi hadirnya sosok ayah baginya yang akan menjadi figur dan bertanggung jawab atas pendidikannya.

Di antara pesan Lukman kepada anaknya adalah agar bertauhid kepada Allah: Yaabunayya laa tusyrik billahi innsy syirka la zhulmun azhiim (Wahai anakku janganlah kamu berbuat syirik, sesungguhnya syirik itu kelaliman yang besar).(QS Lukman: 13). Panggilan ya bunayya adalah cara halus dan lemah lembut dalam memanggil anak, yang menunjukkan besarnya kasih sayang dan lembutnya perasaan seorang Lukman kepada anaknya. Dengan tidak memanggil namanya dalam berkomunikasi adalah bentuk penghormatan terhadap anak, sehingga anak merasa dimuliakan di hadapannya.

Pesannya tentang tauhid laa tusyrik billahi menunjukkan betapa Lukman sebagai seorang ayah hanya menginginkan kebaikan bagi anaknya.Kebaikan tersebut akan dicapai ketika seorang anak benar-benar bertauhid hanya kepada Allah.Pesan ini juga yang dilakukan Nabi Yaqub kepada anak-anaknya ketika menjelang wafatnya: Iz qaala li baniihi maa ta’buduuna mimba’dii, qaaluu na’budu ilaahaka wa ilaaha aabaaika ibraahiima wa ismaa’iila wa ishaaqa ilaahaw waahidaa(Ketika Yaqub berkata kepada anak-anaknya: Apa yang akan kamu sembah sepeninggalku? Mereka menjawab: Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, DialahTuhan yang satu). (QS al-Baqarah: 33).

Lukman memberikan alasan harus bertauhid: Innasy syirka la zhulmun azhiim(Sesungguhnya kemusyrikan itu adalah kelaliman yang besar).Maksudnya bahwa menyekutukan Allah tidak akan pernah membawa kemaslahatan apa-apa, melainkan hanya akan membawa bencana bagi kehidupan manusia. Sebab, Tuhan yang sebenarnya hanyalah Allah.

Selain-Nya hanyalah makhluk yang tidak berdaya apa-apa. Semua makhluk harus bergantung kepada-Nya. Karena itu ketika Fir’aun mengaku tuhan: Ana rabbukumul a’laa. (QS an- Naziat: 24), Allah langsung menenggelamkannya di Laut Merah tanpa perlawanan sedikit pun.

Dalam pernyataan Lukman di atas, tampak menggunakan dua huruf taukid (penegasan) yaitu inna dan la untuk menguatkan bahwa setiap kemusyrikan pasti akan menghancurkan hidup manusia itu sendiri. Ini bukti betapa Lukman sebagai ayah sangat bersungguh-sungguh untuk melindungi anaknya dari bencana.

Karena itu tidak boleh sama sekali seorang anak berprasangka buruk kepada orang tuanya.Atau sebaliknya, tidak boleh sama sekali orang tua berniat buruk ingin menjerumuskan anaknya ke dalam kesengsaraan.

sumber : Republika, Senin 22 Agustus 2022 Hal. 16

About Post Author