Kesempurnaan Ciptaan Allah
amirfath.com, Artikel (185), November 2022
Surah al-Mulk memulai juz ke-29.Tema pokoknya adalah mentauhidkan Allah dengan menggambarkan kesempurna an ciptaan-Nya. Bahwa hanya Allah yang Maha Tinggi (tabaaraka).
Di tangan-Nya segala kekuasaan (biyadihil mulk). Dialah Allah yang bisa berbuat apa saja, wa huwa alaa kulli syaiin qadiir (QS 67: 1). Dengan tema besar tersebut, surah al-Mulk termasuk surah yang mempunyai keistimewaan luar biasa, seperti yang disebutkan Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda:
Inna suuratan fil quraan tsalaatsiina ayah, syafaa’at lishaahibihaa: tabaaraka (Sesungguhnya dalam Alquran ada surah yang terdiri atas tiga puluh ayat yang bisa memberikan syafaat kepada siapa yang selalu membacanya yaitu surah Tabarak, yakni al-Mulk). (HR Tirmidzi).
Untuk membuktikan tema pokok tersebut, surah al-Mulk menunjukkan bahwa hanya Allah yang bisa menciptakan kematian dan kehidupan, khalaqal mauta wal hayaata (QS 67: 2).
Penggunaan kata khalaqamembuktikan kesempurnaan ciptaan-Nya dalam membuat kehidupan dan kematian.
Bahwa itu tidak mungkin dilakukan oleh siapapun selain-Nya.
Kalaupun seseorang bisa menghabiskan nyawa orang lain, teta pi bukan dalam konteks khalaqal mauta (menciptakan kematian) tetapi dalam konteks qatala(membunuh). Yaitu dengan cara meru sak sebagian organ dalam tubuh korban yang dengannya ia menjadi mati. Ber beda dengan Allah yang tanpa melukainya atau merusak sebagian or gan nya bisa membuat orang tersebut meninggal dunia. Itulah kesem p urnaan yang tidak akan pernah bisa diperbuat oleh makhluk siapa pun.
Begitu juga penciptaan kehidupan (khalaqal hayaata). Allah telah membuktikan bahwa bisa membuat dari tidak ada menjadi ada, dan dari apa yang mati menjadi hidup. Ini juga tidak bisa ditiru oleh siapapun dari makhluk-Nya.
Karena itu satu per satu kematian terjadi di kalangan manusia, sekalipun di saat yang sama berbagai upaya dilakukan, dengan segala kemampuan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi, untuk menyelamatkan kehidupan seseorang, tetapi ujungnya tetap berakhir dengan kematian.
Di sini kita mengerti mengapa Allah tutup ayat-Nya dengan kata wa huwal `aziizul ghafuur(Dia Maha Perkasa dan Maha Pengam pun). (QS 67: 2). Bahwa tidak ada keperkasaan apa pun yang bisa menandingi keperkasaan-Nya. Kalaupun ternyata ada manusia yang salah paham, di mana dengan kemampuannya ia merasa hebat, Allah masih membuka baginya pintu ampunan untuk bertobat.
Lalu surah al-Mulk menyebutkan penciptaan tujuh lapis langit yang sangat kokoh, alladzii khalaqa sab’a samaawaatin thibaaqaa (QS 67: 3). Di sini Allah menantang siapa saja dari manusia secara terbuka, kalau memang bisa menemukan cacat dari penciptaan langit tersebut. Silakan–kata Allah– lakukan penelitian berkali-kali untuk menunjukkan bukti bahwa dalam penciptaan langit tersebut ada yang kurang sempurna, far jiil bashar hal taraa min futhuur, tsummar jiil bashar karatain. Maha sempurna Allah dalam segala ciptaan-Nya. Ini bukti bahwa semua ciptaan Allah adalah mukjizat dalam arti tidak mungkin bisa ditiru oleh siapa pun.