Tiga Opsi Nabi Sulaiman
amirfath.com, Artikel (70), November 2021 Nabi Sulaiman ASadalah seorang pemimpin yang agung. Kekuasaannya tidak tertandingi, baik di zaman sebelum maupun sesudahnya. Ini buah doanya yang dipanjatkan Rabbighfir lii wa hablii mulkan laa yanbaghi li ahadin min ba’dii(Ya Allah beri aku ampunan dan kerajaan yang tidak akan bisa dimiliki oleh seorang pun sesudahku)”. (QS Sad: 35).
Dalam surah an-Naml digambarkan secara dramatis bagaimana Nabi Sulaiman menjalankan roda kepemim pinannya. Diakui bahwa Nabi Sulaiman menguasai semua bahasa, tak terkecuali bahasa burung ullimna mathiqatht thairi. Ini menunjukkan betapa penguasaan bahasa bagi seorang pemimpin sangatlah penting sehingga tampil komunikatif dan tidak mudah ditipu.
Kelebihan yang dimilikinya telah membuat Nabi Sulaiman penuh wibawa dan dikagumi. Tidak saja kelebihan bahasa, tetapi juga keagungan yang sangat menggetarkan dan membuat patuh makhluk-makhluk yang dipimpinnya, seperti jin, burung-burung, dan bahkan semut. Nabi Sulaiman mengakuinya sendiri:Wa uutina min kulli syaiin(Kami memiliki apa saja)”.
Tetapi, semua itu tidak menjadikannya sombong. Nabi Sulaiman as berkata: Inna haadzaa lahuwal fadhlul mibiin(Ini adalah karunia yang nyata dari Allah SWT)”.(QS An Naml: 16).
Salah satu kekuatan kepemimpinan Nabi Sulaiman, adalah kontrolnya yang ketat terhadap semua pasukannya dan ketegasan dalam memberikan hukuman bagi yang melanggar. Siapa pun dan apa pun yang tidak hadir dalam pertemuannya akan terpantau.
Hari itu burung Hud-hud tiba-tiba tidak hadir tanpa pemberitahuan sebelumnya. Nabi Sulaiman seketika berkata: Lau’adzdzibannhu adzaaban syadidan, aw la adzbahannahu aw laya’tiyanni bisulthaanin mubiin(Aku akan azab burung Hud-hud tersebut, atau aku akan sembelih atau ia datang membawa alasan yang jelas)”.(QS an-Naml: 21).
Ketiga opsi di atas menunjuk kan kebijakan Nabi Sulaiman dalam memimpin. Karena, ia tidak langsung main azab atau main sembelih bagi yang melanggar, tapi masih memberikan opsi ketiga, yaitu adanya alasan yang benar. Hud-hud datang membawa alasan yang tidak terbantahkan. Dari alasan yang dibawa Hud-hud itulah kelak Nabi Sulaiman berhasil membuka sebuah kerajaan besar yang dipimpin seorang perempuan bernama Bilqis.
