Monday, July 21

Surat yang Menggetarkan Ratu Balqis

amirfath.com, Artikel (72), November 2021 Hari itu Ratu Balqis tiba- tiba mendapatkan surat dari Nabi Sulaiman.Isinya perintah tunduk dan masuklah Islam. Seketika kerajaan Saba’ heboh. Balqis mengabarkan kepada pasukannya apa yang sedang dialaminya: Ayyuhal mala’ innii ulqiya ilayya kitaabun kariim.(QS an-Naml 29).

Balqis menyebutkan, surat tersebut dengan istilah kitabun kariim(surat yang agung)”, untuk menunjukkan betapa surat ini bukan surat biasa, melainkan surat yang penuh dengan wibawa dan telah menggetarkan jiwanya.

Balqis minta pendapat kepada pasukannya apa yang harus dilakukan. Tergambar betapa Balqis tampak bingung dan penuh rasa takut.

Pasukan Balqis menunjukkan sikap siap patuh dan siap perang. Namun, Balqis khawatir akan mengalami kekalahan dan kelak akan dihinakan. Karena itu, Balqis mencoba cara lain dengan memberikan hadiah wa innii mursilatun bihadiyyatin. (QS an- Naml: 35). Namun, Nabi Sulaiman menolak hadiah tersebut, karena tujuannya bukan untuk mendapatkan harta benda, melainkan untuk mengajak Balqis dan kaumnya menyembah Allah SWT, Pemilik alam semesta.

Balqis semakin ketakutan ketika hadiahnya ditolak, ditambah ancaman Nabi Sulaiman dengan pasukan yang tidak akan tertandingi falana’tiyannahum bijunuudin laa qibala lahum. Seketika Balqis bertekad menemui Nabi Sulaiman dengan cara damai.

Untuk menyambut kedatangannya, Nabi Sulaiman mengadakan rapat, tentang siapa yang bisa memindahkan singgasana Balqis yang besar itu.

Tujuannya untuk membuatnya semakin kagum.

Sebab, orang yang kagum biasanya tunduk kepada siapa yang dikagumi. Cara ini benar- benar efektif. Ketika Balqis datang, diajak masuk kepada singgasananya. Nabi Sulaiman bertanya, Ahaakadzaa arsyuki (Benarkah begini singgasanamu?)” (QS an Naml: 42).

Balqis agak ragu, sebab ia tahu singgasananya ditinggal di Saba’. Namun, ia melihatnya ada kemiripan. Dengan cerdas Balqis menjawab, Kaannhuu huwa(ya seakan ini singgasanaku)”. (QS an-Naml: 42).

Balqis semakin kagum dengan dahsyatnya kekuasaan Nabi Sulaiman ketika ia diajak masuk ke dalam istana yang lantainya terbuat dari mutiara yang sangat bening sehingga tampak seperti air tergenang. Seketika Balqis memingkis bajunya, tapi ternyata itu lantai bukan air. Di sini Balqis mengalami puncak kekaguman yang dengannya ia masuk Islam, Wa aslamtu ma’aa sulaiman lillahi rabbil alaamin. (QS an- Naml: 44).

Sumber : Republika, Jumat, 29/10/2021. hal. 12

About Post Author