Tuesday, September 2

Jangan Coba-Coba Menipu Allah

amirfath.com, Artikel (77), November 2021 Sebuah kejahatan boleh jadi menimpa sebagian orang dengan bermacam-macam tuduhan. Lalu kejahatan tersebut dihilangkan jejaknya dengan berbagai alasan untuk menyelamatkan pelakunya. Bisa dipastikan karena pelakunya adalah orang penting atau mampu menyogok atau mempunyai secuil kekuasaan yang bisa memengaruhi pengadilan.

Seperti inilah proses pengadilan di dunia yang sering terjadi. Banyak hukum hanya berpihak kepada yang kuat, sementara yang lemah selalu dalam posisi bersalah sekalipun benar. Allah SWT, pemilik mutlak alam semesta, diabaikan. Seakan jabatan yang mereka dapatkan adalah segalanya.Lalu dengan jabatan itu seakan mereka boleh berbuat apa saja. Maka, terjadilah kezaliman dengan berbagai cara. Harta haram hasil korupsi dianggap legal. Aturan dipermainkan untuk menutupi kebusukan. Seakan tidak ada hari pengadilan akhirat.

Allah berfirman: Alaa yazhunnu ulaaika annahum mab’uutsuun, liyaumin azhiim, yauma yaquumunnaasu lirabbil aalamiin (Apakah mereka tidak yakin bahwa akan datang hari kebangkitan.

Itulah hari yang agung. Pada hari itu semua manusia berdiri tegak di hadapan Allah untuk diadili). (QS al-Muthaffifiin: 4-6).

Mereka marasa bebas berbuat dosa seakan Allah membiarkan mereka tanpa hukuman, seakan Allah tidak melihat apa yang mereka perbuat.Padahal Allah berfirman: Inna rabbaka labil mirshaaa (Sungguh Tuhanmu pasti memperhatikan semua perbuatanmu).

Ayat ini ditegaskan berkaitan dengan perilaku umat terdahulu yang membuat Allah murka, lalu mereka pun dihukum. Mereka sombong karena merasa berhasil membangun dunia dengan kemegahan materialisme. Sementara rohani mereka hampa tanpa iman sama sekali.

Itulah kaum Aad, bangsa Iram yang mampu membangun rumah-rumah menjulang ke langit.Kaum Tsamud yang berhasil melubangi batu gunung menjadi istana. Kaum Fir’aun yang membangun piramid-piramid megah (QS al Fajr: 6- 10).

Namun sayangnya, semua pencapaian materialisme tersebut telah menyeret mereka kepada dosa-dosa dan kezaliman. Maka, banyaklah kerusakan-kerusakan di negeri itu: Alladziina thaghau fil bilaad, fa aktsaruu fiihal fasaad. Allah SWT menurunkan azab atas mereka fashabba `alaihum rabbauka sautha adzaab (QS al-Fajr: 11- 13).Jangan dikira Allah diam, lalu Anda berusaha menipu-Nya.

Sumber : Republika, Senin, 15/11/2021. hal. 16

About Post Author