Monday, July 21

Hijrah dan Kemerdekaan

amirfath.com, Artikel (56), Agustus 2021 Pada masa-masa awal dakwah Rasulullah SAW di Kota Makkah, permusuhan kaum musyrikin sangat gencar. Mereka tidak saja mengejek dan menghalang-halangi, tetapi juga melakukan penyiksaan terhadap para sahabat yang beriman. Bilal ibn Rabah RA disiksa dengan cambukan dan gencetan batu di dadanya karena beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun, semua siksaan itu dijalani dengan tegar.

Dari lisan Bilal terucap Ahadun ahad (Allah Tunggal, Allah Tunggal). Ketika ditanya, mengapa Bilal RA mengucapkan kata-kata itu berulang-ulang pada saat disiksa oleh majikannya Umayyah bin Khalaf, Bilal RA menjawab, Aku suka mengucapkannya karena makin aku ucapkan, majikanku makin marah. Aku menikmati kemarahannya.

Bukan hanya Bilal RA yang disiksa, keluarga Ammar bin Yasir RA mengalami pembantaian yang sangat menyedihkan. Ibunya disiksa sampai mati syahid. Ammar RA disiksa sampai terucap kata-kata keluar dari Islam.

Namun, Allah Mahatahu isi hatinya. Ditu run kanlah ayat untuk mengklarifikasi bahwa Ammar masih beriman: Illaa man ukriha wa qalbuhu muth mainnun bil iimaan (kecuali seorang yang dipaksa mengucapkan kekafiran, padahal hatinya masih kokoh beriman) (QS an-Nahl: 106). Tergambar betapa pedih penyiksaan yang diperbuat orang-orang kafir Makkah terhadap umat Islam ketika itu.

Seorang sahabat lain lagi bernama Khubaib RA disiksa di Tan’im, dengan cara dimutilasi secara bertahap. Dicungkil matanya, dipotong telinganya, dibongkar hidungnya, dicabut kukunya, setelah itu ditawarkan kepadanya, Maukah kamu penyiksaan ini dihentikan sampai di sini, tetapi Muhammad jadi penggantimu? Khubaib RA dengan tenang menjawab, Demi Allah, aku tidak rela Rasulullah SAW tertusuk duri sekalipun, apalagi untuk menggantikanku disiksa di sini. Tidak, aku tidak rela.

Seketika penyiksaan dilanjutkan hingga Khubaib mati syahid dalam keadaan dipotong-potong menjadi tumpukan daging. Kejamnya lagi, penyiksaan tersebut disaksikan beramai-ramai tanpa ada sedikit pun rasa kemanusiaan.

 

Sumber : Republika, Senin, 23/08/2021. hal. 16

About Post Author