Tuesday, July 22

Cara Allah Mengazab Suatu Negeri

amirfath.com, Artikel (43), Agustus 2021 Dalam Alquran surah al-Fajr, Allah SWT menerangkan tentang tiga contoh kaum ter da hulu.Ketiganya sudah merasakan pedihnya azab.Suku-suku bangsa itu adalah Ad, Tsamud, dan Firaun.

Mereka bukanlah golongan yang tidak berhasil membangun kesuksesan selama di dunia. Bahkan, ketiganya dapat dikatakan telah mencapai puncak kejayaan materiel. Kaum Ad, yang berpusat di Iram– sebuah kota kuno di Semenanjung Arab–dikenal pandai mendirikan bangunan-bangunan tinggi. Karya mereka bisa dianggap sebagai pen cakar langit pada masa itu.Iromadzaatil `imaad, begitu bunyi ayat ketujuh surah al-Fajr, menying gung karakteristik kaum tersebut.

Kaum Tsamud berhasil mengubah dinding-din ding gunung batu cadas. Dengan kemahiran, mere ka menjadikan sisi gunung tersebut sebagai bangun an- bangunan indah atau istana. Wa tsamu dalladziina jaabush shokhro bilwaad, `dan (terha dap) kaum Tsamud yang memotong batu-batu be sar di lembah. Terakhir, kaum Firaun yang dijelas kan telah berhasil membangun piramid-piramid dan kuil-kuil dengan banyak tiang nan megah. Wa fir’auna dzil autaad, `dan (terhadap) Fir`aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar).’

Dari redaksi ayat-ayat di atas, tergambar bahwa Allah sendiri yang menyebutkan bukti-bukti keber hasilan mereka secara materiel. Namun, penyebut an itu sama sekali tidak bermaksud untuk mem bang gakannya.Semua itu diceritakan kepada umat Nabi Muhammad SAW untuk menegaskan, penca paian-pencapaian mereka adalah sangat kecil dalam pandangan Allah Ta’ala.

Allah tidak butuh dengan seluruh yang mereka raih.Bagi-Nya, letak kemuliaan suatu kaum bukan pada harta dan kemegahan fasilitas, melainkan pa da keimanan dan ketakwaan. Inna akromakum `in dallahi atqaakum, `Sesung guhnya yang paling mu lia di antara kamu adalah yang paling bertakwa’. Demikian arti surah al-Hujurat ayat 13.

Menurut Nabi Muhammad SAW, generasi yang terbaik ialah pada zaman sahabat, lalu generasi sesudahnya (tabiin), lalu yang berikutnya lagi (tabiit tabiin). Khairul quruuni qarnii, tsumma alladziina yaluunahu, tsumma alladziina yaluunahu. Bahwa ketiga generasi ini jauh lebih baik daripada generasi sekarang disebabkan kualitas mereka. Ketiganya menunjukkan ketakwaan yang nyaris sempurna.

Jadi, azab yang ditimpakan kepada kaum Ad, Tsamud, dan Firaun disebabkan perbuatan mereka sen diri.
Masing-masing telah melakukan penyim pangan. Ketiganya mengingkari risalah kebenaran yang telah ditunjukkan Allah melalui nabi-nabi-Nya.

Dengan kata lain, baik Ad, Tsamud, maupun Firaun tidak beriman dan tidak pula bertakwa kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam ayat ke-11 surah al-Fajr, Alladziina thaghau fil bilaad. Kata thaghaberarti `melampaui batas.’ Perbuatan mere ka yang melampaui batas itu lalu memunculkan kerusakan-kerusakan; diterangkan dalam ayat berikutnya, Fa aktsaruu fiihal fasaad.

Kata aktsaruumenunjukkan makna banyak. Artinya, kerusakan itu menyebar dalam berbagai bentuk. Sudah otomatis di tengah negeri yang banyak maksiat dan dosa, harta haram, kezaliman, dan perzinaan akan lebih menggurita.

Dalam kondisi yang penuh kerusakan seperti itu, Allah langsung menurunkan azab-Nya kepada negeri- negeri tersebut. Fashabba `alaihim rabbuka sautha `adzaab. Jangan dikira bahwa Allah lalai. Inna rabbaka labil mirshaad, `Sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi.’

Sesungguhnya Allah selalu mengintai para pendosa, kapan mereka akan diazab.

Sumber : Republika, Senin, 05/07/2021. hal. 16

About Post Author