Friday, July 18

AL NABA’ ( Berita Penting )

amirfath.com, Tadabur Surah An-Naba’ (78), Des 2020 – Di sebut juga Surat “Amma”, surat ini duturunkan di Makkah. Sebagaimana Surat Makkiyah lainnya ia mempunyai ciri khas yang menekankan tema mengenai akidah, dalam hal ini: beriman kepada Hari Kiamat. An Naba’ artinya: berita penting. Berita yang harus diketahui semua orang. Yang tidak tahu pasti celaka. Maksudnya adalah berita datangnya Hari Kiamat, pada waktu yang telah ditentukan. Isi dari surat ini bisa diringkas sebagai berikut:

Kebingungan Orang-orang Kafir (1-4).

Pada pembukaan surat ini Allah menggambarkan kebingungan orang-orang Kafir Makkah, ketika pertama kali mendengar berita akan datangnya Hari Kiamat. Mereka berbeda pendapat antara membenarkan dan mendustakannya. Di beberapa tempat Al-Qur’an telah merekam perdebatan yang berlangsung di tengah-tengah mereka (lihat: Al Mu’minun(23):27, Al Jatsiyah(45): 32). Allah lalu menjawab dengan tegas, meyakinkan dan mengandung  ancaman, bahwa Kiamat pasti terjadi, dan mereka pasti akan tahu, mengingkari atau tidak.

Bukti-bukti kekuasaan Allah (6-16)

Lalu Allah swt. menyebutkan bukti-bukti kekuasaanNya, untuk menunjukan bahwa Dia Maha Kuasa. Bahwa tidak ada yang mustahil bagiNya. Dan bahwa Hari Kiamat yang Ia tentukan pasti tiba pada waktunya: (1) Bumi yang menghampar dan sehingga manusia bias merasa aman di atasnya (2) Gunung-gunung sebagai pasak yang menegakkan keseimbangan (lihat juga: An Nazi’at(79):32) (3) Manusia yang berpasang-pasangan, untuk melahirkan keturunan dan melanjutkan kehidupan (lihat juga Ar Rum(30):21) (4) Tidur di waktu malam sebagai sarana untuk istirahat, yang tanpanya kehidupan manusia menjadi tidak normal (5) Malam saat untuk melepaskan lelah (6) Siang untuk bekerja dan mencari penghidupan (7) Tujuh lapis langit yang kokoh seperti atap tanpa tiang (8) Matahari yang sinarnya terang dan sekaligus mengrimkan panas (9) Hujan yang menumbuhkan pohonan (Lihat juga Ar Rad(13):3). Perhatikan betapa semua ini adalah karena kekuasaan Allah. Sebab tidak manusia melakukan semuanya itu.

Tanda-tanda Datangnya Hari Kiamat (17-20) 

Dari bukti-bukti di atas nampak bahwa Allah pasti akan mendatangkan Hari Kiamat. Adapun tanda-tanda kedatangannya sebagai berikut: (1) Ditiupnya sangkakala kedua, yang dengannya manusia bangkit dari kuburnya, lalu berkumpul berkelompok-kelompok mengikuti nabi mereka masing-masing (lihat juga: Al Isra’(17):71) (2) Dihancurkannya langit yang nampak menjadi bolong-bolong seperti berpintu-pintu. (lihat juga: Al Insyqaq(84):1, Al Infitar(82):1, Al Furqan(25):25)              (3) Dicabutnya gunung-gunung dari tempatnya, yang membuat kehidupan di bumi menjadi hancur berantakan (lihat juga: Al Haqah(69):14, Al Qariah(101):5, Al Waqiah(56):4-6, Taha(20):105, An Naml(27):88).

Gambaran Penghuni Neraka (21-30)

Setelah itu Allah swt. menggambarkan pedihnya siksaan bagi penghuni neraka: (1) Mereka akan berada dalam neraka selama-lamanya (2) Mereka tidak mendapatkan minuman kecuali air nanah yang busuk dan mendidih (lihat juga:AsySyura 42:40).

Apa yang membuat mereka masuk neraka? (1) Mereka selama di dunia tidak percaya bahkan mendustakan Hari Kiamat (2) Mereka tidak beriman bahwa sekecil apapun yang mereka lakukan selama di dunia dicatat secara lengkap oleh para malaikat. Karenanya Allah sangat murka dan berkata kepada mereka: Rasakan pedihnya api neraka itu, dan Kami tidak akan menambah kecuali kepedihan.

Gambaran Penghuni Surga (31-36)

Setelah menggambarkan pedihnya siksaan di neraka Allah lalu menggambarkan indahnya kehidupan di surga, sebagai bukti kemenangan bagi mereka yang taat kepadaNya: (1) Di dalamnya ada kebun-kebun yang indah dan buah-buahan yang segar, sebagai pemenuhan terhadap nafsu makan (2) Ada bidadari yang sangat cantik, sebagai pemenuhan terhadap nafsu seks (3) Ada minuman khamer yang tidak memabukkan dan tidak menyeret pada perkataan kotor sebagai pemenuhan terhadap nafsu main.

Perhatikan betapa banyak manusia yang masuk neraka hanya karena tuntutan ketiga nafsu tersebut. Banyak orang mengambil harta haram hanya karena tuntutan nafsu makan. Pun banyak orang yang terjatuh kepada perbuatan zina hanya karena panggilan nafsu seks. Begitu juga banyak orang yang mabuk-mabukan hanya karena keinginan nafsu main. Sungguh dari keterangan di atas nampak dengan jelas bahwa Allah telah menjanjikan kelak untuk memenuhi keinginan semua nafsu tersebut, dengan syarat: mereka harus sabar sejenak dari perbuatan haram selama di dunia.

Keagungan Allah dan Penyesalan Orang Kafir (37-40)

Di akhir surat Allah menegaskan beberapa hal penting, menunjukkan keagunganNya: (1) Dialah pemilik kerajaan bumi dan langit (2) semua malaikat termasuk malaikat Jibril tunduk kepada Allah, dan pada Hari Kiamat nanti mereka akan berbaris penuh ketaatan, tidak ada satupun yang berbicara kecuali bagi mereka yang diberi izin (3) bahwa Hari Kiamat pasti tiba, tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi, dan pada hari itu orang-orang kafir pasti akan menyesal mengapa selama di dunia tidak taat kepada Allah, sementara mereka tidak mungkin lagi kembali ke dunia, akhirnya mereka hanya bias berkata: “Alangkah baiknya jika aku hancur menjadi debu”. Harapan yang tidak ada artinya. Penyesalan yang tidak akan pernah terobati selama-lamanya. Wallahu a’lam bishshawab.

Dr. Amir Faishol Fath MA.

About Post Author