Friday, August 8

TAKWA MEMBANGUN PERSAUDARAAN

amirfath.com, Khutbah (01), Des 2020

Allah swt. berfirman :
يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وكونوا مع الصا دقين
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bergabungkan dengan orang-orang yang jujur. (QS. At Taubah 119)
Ayat ini menjelaskan agar orang beriman bertakwa. Tetapi yang menarik adalah perintah Allah swt. berikutnya : wa kuunuu ma’ashsshaadiqiin. (bergabunglah dengan orang-orang yang jujur). Bahwa untuk membangun kualitas takwa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi :

  1. Iman yang jujur. Karena itu yang Allah panggil adalah orang-orang beriman. Sebab tidak cukup seorang hanya mengaku beriman. Melainkan harus membuktikan imannya secara nyata dalam bentuk perbuatan. Berupa ketaatan kepada Allah swt. menjauhi laranganNya dan bersung-sungguh mengajak orang lain agar ikut beriman. Seorang mukmin harus punya sikap karena telah tercelup dalam warna iman.
    صبغة الله التي فطر الناس عليها
    Celuoan Allah yang di atas fitrah itu Allah telah menciotakan manusia. ( QS. Al Baqarah : 138)
    Seorang mukmin tidak boleh menjadi seperti orang plin-plan. Tidak jelas. Ikut-ikutan orang kafir. Warna yang paling kontras dari tampilan seorang mukmin adalah takwa. Sekalipun secara nyata orang-orang beriman itu membaur dalam pergaulan dunia tetapi ia berbeda karena prinsip-sprinsipnya yang jelas. Apa yang Allah halalkan ia lakukan dan apa yang Allah haramkan ia jauhi. Sebab agama Islam yang mereka anut bukan karangan mereka sendiri. Satu huruf pun mereka tidak boleh campur tangan dengan mengubah teks Al Quran dan Al Hadits sebagai buku panduannya.
  2. Bertakwa, yang artinya berhati-hati dari dosa. Seorang mukmin pasti takut berbuat dosa. Ia yakin bahwa sekecil apapun dosa pasti nampak bagi Allah swt. :
    فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره
    Siapa berbuat baik sekecil zarrah pun, Allah pasti melihatnya, dan siapa berbuat buruk sekecil zarah pun Allah pasti melihatnya.(QS. Az Zalzalah 7-8)
    Dalam ayat lain :
    يعلم خائنة الأعين وما تخفي الصدور
    Allah mengetahui kemana mata ini berkhianat dan Allah juga tahu apa yang tersembunyi dalam dad (QS. Ghafir 19)
    Artinya tidak mungkin seseorang bersembunyi dari Allah swt. Kelak di hari Kiamat Allah langsung yang akan menghisab kita. Allah berfirman :
    يوم يقوم الناس لرب العالمين
    Pada hari itu orang-orang berdiri di hadapan Allah Pemilik alam semseta (QS. Almuthafifin : 6 )
    Berdiri makasudnya mempertanggungjawabkan segala amal yang telah diperbuat selama di dunia.
    Takwa artinya menyadari makna ini dengan sedalam-dalamnya. Bahwa tidak mungkin kita berpura-pura dengan Allah swt. Silahkan di dunia seseorang mengemas dosa dan kezalimannya dengan berbagai cara pencitraan. Boleh jadi banyak orang tidak tahu hakikatnya tetapi Allah swt. pasti mengetahui semua itu. Maka orang beriman yang bertakwa tidak mungkin berbuat zalim, melakukan dosa-dosa besar seperti membunuh, berzina, berbohong, menipu dan sebagainya. Inilah hakikat takwa yang sebenarnya.
  3. Bergabung dengan orang-orang yang jujur. Dalam kata bergabung ada makna persaudaraan dan keberpihakan. Tidak mungkin seorang mukmin berbuat zalim pada sesama. Kepada orang lain yang beda iman saja tidak boleh apalagi kepada sesama beriman. Seorang mukmin adalah contoh peribadi yang menegakkan kedamaian. Dalam sejarah Islam, ketika umat ini memimpin seperempat dunia, tidak ada cerita bahwa satu tempat ibadah non muslim dihancurkan. Tidak ada rekaman bahwa satu non muslim diperlakukan secara tidak adil. Semua merassakan indahnya perdamaian dan kedamaian yang dicontohkan orang beriman. Bahkan mereka bersaksi bahwa kedamaian di bawah kepemimpinan orang-orang beriman telah membuat kereka terjamin. Sekarang kita menyaksikan kenyataan terbalik. Mereka berupaya mencontoh peradaban Islam di negar-negara mereka, sekalipun mereka tidak mengambil konsep imannya, sementara orang-orang beriman malah mempraktekkan kezaliman dan kediktatoran. Padahal seharusnya mereka tinggal mencontoh pendahulunya yang telah berhasil mengamalkan islam

secara utuh dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara. Inilah makna ayat :
إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم واتقوالله لعلكم ترحمون
Sesungguhnya orang-orang beriman pasti bersaudara, maka hendaklah mereka melakukan perbaikan di antara sesama saudara kalian, dan bertakwalah agar kalian mendapatkan rahmat.
( QS. Al Hujrat : 10)

About Post Author