<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>investasi &#8211; Dr. Amir Faishol Fath</title>
	<atom:link href="https://amirfath.com/tag/investasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://amirfath.com</link>
	<description>Pakar Tafsir Al-Quran &#38; CEO Fath Institute</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Dec 2020 04:49:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.4</generator>
	<item>
		<title>Investasi Yang Menguntungkan</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/11/30/investasi-yang-menguntungkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2020 11:24:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi yang menguntungkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=949</guid>

					<description><![CDATA[Investasi Yang Menguntungkan amirfath.com, Artikel (02), Nov 2020 &#8211; Sesungguhnya  Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu Telah Menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading">Investasi Yang Menguntungkan</h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Artikel<strong> (02), Nov 2020 &#8211;</strong></span></strong> <em>Sesungguhnya  Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu Telah Menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar</em> <em>(QS. At Taubah 9/111)</em></p>



<p>Ibn Jarir At Tabari dan Al Qurthuby meriwayatkan bahwa Abdullah bin Rawahah berkata kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam.: Sebutkan syarat untuk Allah dan dirimu sesuai dengan keinginanmu. Rasulullah menjawab: Syarat untuk Allah hendaknya kamu semua menyembahNya dan tidak menyekutukanNya. Adapun syarat untukku hendaknya kamu semua membelaku dengan jiwa dan hartanmu. Para sahabat berkata: ini sebuah bisnis yang menguntungkan, maka kami tidak akan mundur sedikitpun. Lalu turunlah ayat di atas (lihat <em>Al Jami’ ilahkamil Qur’an, </em>karya Al Qurthuby vol. 8m h.169).</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh”. Ayat ini menggambarkan bahwa setiap hamba yang mengaku beriman seharusnya telah melakukan transaksi dengan Allah, yaitu denan menyerahkan segala jiwa dan harta untuk Allah, untuk kemudian kelak menerima surga sebagai balasannya. Artinya semasih sang hamba sibuk menggunakan jiwa san hartanya hanya untuk kepentingan dirinya, jauh dari keinginan Allah berarti transaksi belum terjadi.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Lalu bagaimana supaya transaksi ini terjadi? Seorang hamba hendaknya menggunakan seluruh jiwa raga dan hartanya untuk semata menghamba kepada Allah. Dengan bahasa lain dalam seluruh kegiatan hidupnya tidak ada lain kecuali hanyalah investasi amal shaleh untuk Allah swt. Investasi ini tidak hanya berupa ibadah ritual saja, melainkan juga bisa berupa: Berbakti kepada kedua orang tua, berbuat baik kepada istri dan anak, menyambung silaturrahim, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, berdakwah dan jihad di jalan Allah, menyambung ukhuwah karena Allah, berbuat baik kepada tetangga, membantu orang-orang lemah, orang miskin dan korban bencana, mendamaikan orang yang berselisih, saling menolong dalam ketakwaan, menjenguk orang sakit, menyingkirkan duri dari jalanan dan lain sebagainya. Segala amal shaleh bagi Allah adalah investasi berharaga dan sangat mulia, sekalipun nampak di mata manusia tidak ada nilainya. Sebab Allah swt. tidak akan pernah menyia-nyiakan investasi amal shaleh sekalipun hanya sebesar atom: <em>Famaayya’mal mitsqala dzarratin khyray yarah </em>(Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya) (QS. Az Zalzalah 99/7). Sebaliknya siapa yang menginvest keburukan sekecil apapun, Allah swt. juga akan mencatatnya: <em>wamayya’mal mitsqaala dzarratin syarray yarah </em>(Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. (ibid 99/8).</p>



<p><strong>Menjadi Investor Dakwah Dan Jihad</strong></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ketika seorang hamba bertransaksi dengan Allah, dengan menginvestasikan jiwa raga dan hartanya untuk Allah, maka di saat yang sama ia telah siap melaksanakan tugas apa saja dariNya, dan untuk menegakkan ajaranNya. Di antara tugas yang sangat Allah muliakan adlah berdakwah dijalanNya. Allah berfirman: Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. Fushshilat 41/33).</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dakwah di jalan Allah adalah merupakan suatu keharusan. Tanpa dakwah kehidupan manusia akan menjadi hancur. Itulah sebabnya mengapa Allah dalam setiap fase sejarah manusia selalu mengutus nabi-nabi, yang tugas utamanya adalah berdakwah.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dari sini nampak bahwa seorang hamba hendaknya selalu membuktikan dirinya sebagai penegak ajaran Allah di muka bumi. Ingat, bahwa syetan tidak pernah istirahat siang dan malam, untuk menyesatkan manusia. Syetan berjanji: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya (QS. Shaad 38/82). Dalam surat lain: Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engaku yang lurus (QS. Al A’raf 7/16). Perhatikan janji perjuangan syetan ini.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Benarkan ia telah membuktikan janjinya?, ternyata benar, dimana-mana segala jaringan dan berbagai kemungkinan syetan selalu menempuhnya. Padahal ia tahu bahwa perbuatan tersebut pasti mengantarkannya ke neraka. Namun demikian ia tetap bekerja keras untuknya.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Lalu untuk melawan serangan ganas pasukan syetan ini, kita berleha-leha? Bermegah-megahan dengam dunia? Dua puluh empat jam dalam sehari kita habiskan hanya untuk mengurus harta? Ngobrol dalam pembicaraan yang tidak ada gunanya? Bukankah itu semua justru merupakan perangkap syetan? Berapa banyak orang yang mengaku hamba Allah tetapi dalam pekerjaannya sehari-hari ikut syetan? Shalat sering kali diabaikan hanya karena rapat? Dosa-dosa menjadi kebanggaan? Harta haram diperebutkan dalam segala cara? Banyak orang yang shalatnya rajin,berzina juga rajin? Banyak yang hajinya rajin, korupsinya juga rajin? Seorang hamba Allah, seharusnya telah menginvestasikan jiwa raga dan hartanya untukNya. Jika ini benar-benar ia lakukan secara jujur, ia pasti akan menggunakan seluruh jatah hidupnya untuk berdakwah kepadaNya. Berdakwah dengan mengerahkan segala kemampuan demi tegaknya ajaran Allah di muka bumi, terutama berdakwah dengan amal, artinya ia sendiri mengamalkan ajaranNya dengan sebenar-benarnya.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengertian dakwah yang sebenarnya bukan hanya terfokus pada aktifitas menyampaikan. Banyak orang yang paham bahwa dakwah hanya menyampaikan. Padahal tidak demikian. Sungguh tidak disebut seorang da’i, jika hanya menyampaikan, sementara dirinya tidak mengamalkan apa yang disampaikan. Allah berfirman: Amat besar kebancian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa –apa yang tiada kamu kerjakan (QS. Shaf 61/3). Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam adalah contoh pribadi da’i sejati. Seluruh hidupnya dari pembicaraan dan perbuatan mengandung pelajaran. Langkah ini telah diikuti secara maksimal oleh sahabat-sahabatnya. Karenanya hidup mereka penuh berkah. Allah Subhanallahu wa Ta’ala senantiasa menurunkan pertolonganNya kepada mereka.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tidak ada jalan, bagi siapapun yang mengaku diri sebagai hamba Allah, kecuali hanya dengan tunduk total kepadaNya. Mematuhi segala ajaranNya dan menjauhi segala laranganNya. Inilah seharusnya jalan sang hamba dalam menginvestasikan jiwa raga dan hartanya di jalan Allah. Puncak yang paling tinggi dari seluruh bentuk investasi tersebut adalah berperang di jalan Allah, melawan pasukan orang-orang kafir yang menyerang dan memusuhi Allah. Allah berfirman pada ayat di atas: “Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh”. Disini seorang hamba benar-benar tidak hanya mengorbankan tenaga dan hartanya, melainkan lebih dari itu seluruh jiwa raganya diserahkan sebagai hadiah terbaik kepada Allah swt. tidak sedikit dari para sahabat Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam.&nbsp; yang telah membuktikan hakikat ini. Mereka berani berhijrah dari kota Makkah ke kota Madinah meninggalkan kekayaan yang telah mereka kumpulkan bertahun-tahun hanya karena Allah. Lebih dari itu mereka senantiasa terlibat langsung dalam berbagai pertempuran melawan orang kafir, dan telah banyak dari mereka yang gugur di medan tempur hanya karena Allah. Inilah gambaran investasi yang sebenarnya dari perjalanan seorang hamba kepada Allah Tuhannya.</p>



<p><strong>Janji Allah Bagi Para Investor Dakwah Dan Jihad</strong></p>



<p><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong>Dari ayat bahwa <em>bi’anna lahumul jannah </em>di atas nampak bahwa Allah menjanjikan surga bagi mereka yang menginvestasikan jiwa raga dan hartanya untuk Allah. Lalu Allah berfirman: <em>Wa’dan alaihi haqqa, </em>artinya bahwa janji ini pasti Allah penuhi. Dan janji ini sudah Allah tegaskan juga pada umat-umat terdahulu dalam kitab Taurat dan Injil. Termasuk dalam Al Qur’an hakikat ini Allah pertegas lagi, supaya tidak ada keraguan dalam diri mereka yang beriman. Dengan kata lain mengenai kepastian janji Allah tersebut tidak perlu diragukan lagi. Sebab Allah tidak pernah meningkari janjinya. Perhatikan Allah berfirman pada ayat berikutnya: <em>waman awfaa bi’ahdihii minallahi </em>(dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah?).</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam surat An Nisa’ 4/87, Allah berfirman: “Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah”. Benar, siapakah yang bisa mengalahkan Allah dalam menepati janji? Semua makhluk penuh keterbatasan, ia tidak bisa menjamin janji-janjinya pasti terpenuhi. Karenanya ia diajarkan agar selalu mengucapkan insya Allah dalam setiap berjanji. Hanya Allah-lah yang mempunyai kepastian mutlak. Maka segala janjiNya pasti dipenuhi. Tinggal keimanan kita, apakah kita benar-benar beriman terhadap janji tersebut?</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Orang&nbsp; yang imannya kokoh, tidak akan pernah ragu akan janji tersebut. Karenanya ia segera bergerak melakukan investasi kepada Allah. Investasi jiwa raga dan hartanya. Ustadz Sayyid Quthub –ketika menafisrkan ayat di atas- mengatakan bahwa kebenaran harus bergerak, bergerak menghadapi berbagai tantangan kebathilan, sehingga manusia terbebas dari penyembahan terhadap makhluk, menuju penyembahan terhadap Al Khaliq. (lihat <em>Fi dzilaalil qur’an </em>vol. 3. H. 1717). Hakikat ini tidak akan pernah menjadi kenyataan bila tidak ada <em>a real action</em>. Iman bukan hanya kata-kata, bahkan ia lebih berupa gerak yang terus menerus di dalam dada dan di tengah realitas kehidupan. Itulah iman yang telah menimbulkan gelombang kekuatan Islam di tengah masyarakat jahiliyah Arab dahulu, sehingga kemudian mereka mampu menaklukkan kekuatan dua superpower pada masanya: kerajaan Romawi dan Persia. Bila memang janji Allah pasti tiba pada saatnya,maka berilah kabar gembira kepada para investor di jalan Dakwah dan Jihad tersebut. Allah berfirman pada ayat berikutnya: <em>fatabsyiruu bibay’ikumulladzii baaya’tum bihii </em>(Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu). Artinya mereka telah beruntung dengan investasinya. Keberuntungan yang tiada tara, tidak bisa sama sekali dibandingkan dengan keuntungan duniawi. Segala keuntungan di dunia pasti akan brakhir cepat atau lambat. Sementara keuntungan di akhirat akan kekal abadi. Karenanya Allah menutup ayatNya dengan penegasan: <em>wadzaalika huwal fawzul adziim </em>(dan itulah kemenangan yang besar).</p>



<p><em>Wallahu a’lam bishshawab.</em></p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F11%2F30%2Finvestasi-yang-menguntungkan%2F&amp;linkname=Investasi%20Yang%20Menguntungkan" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F11%2F30%2Finvestasi-yang-menguntungkan%2F&amp;linkname=Investasi%20Yang%20Menguntungkan" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F11%2F30%2Finvestasi-yang-menguntungkan%2F&amp;linkname=Investasi%20Yang%20Menguntungkan" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F11%2F30%2Finvestasi-yang-menguntungkan%2F&amp;linkname=Investasi%20Yang%20Menguntungkan" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/38 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 4/8 queries in 0.003 seconds using Redis

Served from: amirfath.com @ 2025-11-24 04:47:03 by W3 Total Cache
-->