<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tadabur Surah &#8211; Dr. Amir Faishol Fath</title>
	<atom:link href="https://amirfath.com/category/tadabur-surah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://amirfath.com</link>
	<description>Pakar Tafsir Al-Quran &#38; CEO Fath Institute</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Sep 2022 05:56:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.3</generator>
	<item>
		<title>AL NABA&#8217; ( Berita Penting )</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/29/al-naba-berita-penting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 07:25:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tadabur Surah]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bantu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2101</guid>

					<description><![CDATA[AL NABA&#8217; ( Berita Penting ) amirfath.com, Tadabur Surah An-Naba&#8217; (78), Des 2020 &#8211; Di sebut juga Surat “Amma”, surat ini duturunkan di Makkah. Sebagaimana Surat Makkiyah lainnya ia mempunyai ciri khas yang menekankan tema mengenai akidah, dalam hal ini: beriman kepada Hari Kiamat. An Naba’ artinya: berita penting. Berita yang harus diketahui semua orang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading">AL NABA&#8217; ( Berita Penting )</h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Tadabur Surah An-Naba&#8217; (78), Des 2020</span></strong> &#8211; Di sebut juga Surat “Amma”, surat ini duturunkan di Makkah. Sebagaimana Surat Makkiyah lainnya ia mempunyai ciri khas yang menekankan tema mengenai akidah, dalam hal ini: beriman kepada Hari Kiamat. An Naba’ artinya: berita penting. Berita yang harus diketahui semua orang. Yang tidak tahu pasti celaka. Maksudnya adalah berita datangnya Hari Kiamat, pada waktu yang telah ditentukan. Isi dari surat ini bisa diringkas sebagai berikut:</p>



<p><em>Kebingungan Orang-orang Kafir (1-4)</em>.</p>



<p>Pada pembukaan surat ini Allah menggambarkan kebingungan orang-orang Kafir Makkah, ketika pertama kali mendengar berita akan datangnya Hari Kiamat. Mereka berbeda pendapat antara membenarkan dan mendustakannya. Di beberapa tempat Al-Qur’an telah merekam perdebatan yang berlangsung di tengah-tengah mereka (lihat: Al Mu’minun(23):27, Al Jatsiyah(45): 32). Allah lalu menjawab dengan tegas, meyakinkan dan mengandung&nbsp; ancaman, bahwa Kiamat pasti terjadi, dan mereka pasti akan tahu, mengingkari atau tidak.</p>



<p><em>Bukti-bukti kekuasaan Allah (6-16)</em></p>



<p>Lalu Allah swt. menyebutkan bukti-bukti kekuasaanNya, untuk menunjukan bahwa Dia Maha Kuasa. Bahwa tidak ada yang mustahil bagiNya. Dan bahwa Hari Kiamat yang Ia tentukan pasti tiba pada waktunya: (1) Bumi yang menghampar dan sehingga manusia bias merasa aman di atasnya (2) Gunung-gunung sebagai pasak yang menegakkan keseimbangan (lihat juga: An Nazi’at(79):32) (3) Manusia yang berpasang-pasangan, untuk melahirkan keturunan dan melanjutkan kehidupan (lihat juga Ar Rum(30):21) (4) Tidur di waktu malam sebagai sarana untuk istirahat, yang tanpanya kehidupan manusia menjadi tidak normal (5) Malam saat untuk melepaskan lelah (6) Siang untuk bekerja dan mencari penghidupan (7) Tujuh lapis langit yang kokoh seperti atap tanpa tiang (8) Matahari yang sinarnya terang dan sekaligus mengrimkan panas (9) Hujan yang menumbuhkan pohonan (Lihat juga Ar Rad(13):3). Perhatikan betapa semua ini adalah karena kekuasaan Allah. Sebab tidak manusia melakukan semuanya itu.</p>



<p><em>Tanda-tanda Datangnya Hari Kiamat </em>(17-20)&nbsp;</p>



<p>Dari bukti-bukti di atas nampak bahwa Allah pasti akan mendatangkan Hari Kiamat. Adapun tanda-tanda kedatangannya sebagai berikut: (1) Ditiupnya sangkakala kedua, yang dengannya manusia bangkit dari kuburnya, lalu berkumpul berkelompok-kelompok mengikuti nabi mereka masing-masing (lihat juga: Al Isra’(17):71) (2) Dihancurkannya langit yang nampak menjadi bolong-bolong seperti berpintu-pintu. (lihat juga: Al Insyqaq(84):1, Al Infitar(82):1, Al Furqan(25):25)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; (3) Dicabutnya gunung-gunung dari tempatnya, yang membuat kehidupan di bumi menjadi hancur berantakan (lihat juga: Al Haqah(69):14, Al Qariah(101):5, Al Waqiah(56):4-6, Taha(20):105, An Naml(27):88).</p>



<p><em>Gambaran Penghuni Neraka (21-30)</em></p>



<p>Setelah itu Allah swt. menggambarkan pedihnya siksaan bagi penghuni neraka: (1) Mereka akan berada dalam neraka selama-lamanya (2) Mereka tidak mendapatkan minuman kecuali air nanah yang busuk dan mendidih (lihat juga:AsySyura 42:40).</p>



<p>Apa yang membuat mereka masuk neraka? (1) Mereka selama di dunia tidak percaya bahkan mendustakan Hari Kiamat (2) Mereka tidak beriman bahwa sekecil apapun yang mereka lakukan selama di dunia dicatat secara lengkap oleh para malaikat. Karenanya Allah sangat murka dan berkata kepada mereka: Rasakan pedihnya api neraka itu, dan Kami tidak akan menambah kecuali kepedihan.</p>



<p><em>Gambaran Penghuni Surga (31-36)</em></p>



<p>Setelah menggambarkan pedihnya siksaan di neraka Allah lalu menggambarkan indahnya kehidupan di surga, sebagai bukti kemenangan bagi mereka yang taat kepadaNya: (1) Di dalamnya ada kebun-kebun yang indah dan buah-buahan yang segar, sebagai pemenuhan terhadap nafsu makan (2) Ada bidadari yang sangat cantik, sebagai pemenuhan terhadap nafsu seks (3) Ada minuman khamer yang tidak memabukkan dan tidak menyeret pada perkataan kotor sebagai pemenuhan terhadap nafsu main.</p>



<p>Perhatikan betapa banyak manusia yang masuk neraka hanya karena tuntutan ketiga nafsu tersebut. Banyak orang mengambil harta haram hanya karena tuntutan nafsu makan. Pun banyak orang yang terjatuh kepada perbuatan zina hanya karena panggilan nafsu seks. Begitu juga banyak orang yang mabuk-mabukan hanya karena keinginan nafsu main. Sungguh dari keterangan di atas nampak dengan jelas bahwa Allah telah menjanjikan kelak untuk memenuhi keinginan semua nafsu tersebut, dengan syarat: mereka harus sabar sejenak dari perbuatan haram selama di dunia.</p>



<p><em>Keagungan Allah dan Penyesalan Orang Kafir (37-40)</em></p>



<p>Di akhir surat Allah menegaskan beberapa hal penting, menunjukkan keagunganNya: (1) Dialah pemilik kerajaan bumi dan langit (2) semua malaikat termasuk malaikat Jibril tunduk kepada Allah, dan pada Hari Kiamat nanti mereka akan berbaris penuh ketaatan, tidak ada satupun yang berbicara kecuali bagi mereka yang diberi izin (3) bahwa Hari Kiamat pasti tiba, tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi, dan pada hari itu orang-orang kafir pasti akan menyesal mengapa selama di dunia tidak taat kepada Allah, sementara mereka tidak mungkin lagi kembali ke dunia, akhirnya mereka hanya bias berkata: “Alangkah baiknya jika aku hancur menjadi debu”. Harapan yang tidak ada artinya. Penyesalan yang tidak akan pernah terobati selama-lamanya. <em>Wallahu a&#8217;lam bishshawab</em>.<em></em></p>



<p>Dr. Amir Faishol Fath MA.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-naba-berita-penting%2F&amp;linkname=AL%20NABA%E2%80%99%20%28%20Berita%20Penting%20%29" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-naba-berita-penting%2F&amp;linkname=AL%20NABA%E2%80%99%20%28%20Berita%20Penting%20%29" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-naba-berita-penting%2F&amp;linkname=AL%20NABA%E2%80%99%20%28%20Berita%20Penting%20%29" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-naba-berita-penting%2F&amp;linkname=AL%20NABA%E2%80%99%20%28%20Berita%20Penting%20%29" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>An Nazi’aat ( Malaikat-malaikat Pencabut Nyawa)</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/29/an-naziaat-malaikat-malaikat-pencabut-nyawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 07:22:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tadabur Surah]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bantu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2108</guid>

					<description><![CDATA[An Nazi’aat ( Malaikat-malaikat Pencabut Nyawa) amirfath.com, Tadabur Surah An-Nazi&#8217;aat (79), Des 2020 &#8211; Disebut dengan An Naziaat, karena dimulai dengan ungkapan tersebut, artinya para malaikat yang mencabut nyawa anak-anak Adam. Adapun hubungan surat An Naziaat dengan surat An Naba’ sebelumnya adalah kesamaan tema di mana masing-masing sama-sama menegaskan akan terjadinya hari kebangkitan (Kiamat) sesuai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading">An Nazi’aat ( Malaikat-malaikat Pencabut Nyawa)</h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Tadabur Surah An-Nazi&#8217;aat (79), Des 2020</span></strong> &#8211; Disebut dengan An Naziaat, karena dimulai dengan ungkapan tersebut, artinya para malaikat yang mencabut nyawa anak-anak Adam. Adapun hubungan surat An Naziaat dengan surat An Naba’ sebelumnya adalah kesamaan tema di mana masing-masing sama-sama menegaskan akan terjadinya hari kebangkitan (Kiamat) sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Ringkasan suarat An Naziaat sebagai berikut:</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>(ayat:1-5) Pembukaan, di dalamnya Allah bersumpah dengan: (a) Malaikat yang mencabut ruh orang-orang kafir dengan keras, membuat orang-orang kafir itu tersiksa dan merasa sakit. (b) Malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin dengan lembut (c) Malaikat yang turun dari langit dengan cepat mendahululi ruh-ruh orang mukmin menuju surga(d) Malaikat yang mengatur segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan penduduk bumi.</li><li>(ayat: 6-14) Allah menegaskan dengan sumpahnya bahwa Hari Kiamat parti terjadi, dibuka dengan tiupan sangkakala, dan pada saat itu orang-orang kafir ketakutan, mereka menyesal mengapa selama di dunia tidak mentaati Allah. Mereka merasa rugi, telah membuang-buang waktu dalam pekerjaan tidak ada gunanya.</li><li>(ayat: 15-26) Allah menghibur Rasulullah dengan kisah Nabi Musa saat menghadapi Fir’un. Supaya hatinya tidak sedih ketika melihat orang-orang Kafir Makkah tidak beriman dan mendustakan risalahnya. Pada kesempatan ini seakan Allah berfirman: Wahai Muhammad bukan hanya kamu yang ditolak dan dilawan oleh orang-orang kafir, Musa dulu juga pernah dilawan oleh Fir’aun. Dan Fir’aun perlawanannya lebih sadis lagi, kerena tingkat kekafirannya telah mencapai puncak, perhatikan ia berkata “ Aku tuhanmu yang paling tinggi”. Kisah ini juga bekal bagi para penerus perjuangan Rasulullah disetiap tempat dan zaman, sehingga ia tidak merasa sedih saat menghadapi tantangan.</li><li>(ayat: 27-33) Allah menyebutkan bukti-bukti kekuasaannya, agar tidak muncul lagi pribadi seperti Fir’aun yang mengingkari kebenaran. Dalam hal ini Allah menantang: buktikan mana lebih sulit menciptakan langit atau menciptakan kamu? Siapa yang mengangkat langi seluas ini tanpa tiang? Siapa yang mendatangkan malam dan siang? Seandainya semuanya malam apa yang akan terjadi pada kamu? Begitu juga sebaliknya? Siapa yang membuat bumi menghampar? Membuat gunung sebagai pasak sehingga bumi ini tegak dengan seimbang? Memancarkan air dan lain sebagainya? Siapa? Ayo jawab kamu atau Aku? Masihkah kau akan sombong? Merasa bisa segalanya. Lalu tidak mau beriman kapadaKu? Masihkah tidak percaya atas kemampuanku untuk membangkitkan kamu kembali setelah mati?</li><li>(ayat: 34-41) Allah menggambarkan bagaimana keadaan manusia pada saat Hari Kiamat tiba: Pada waktu itu manusia mulai mengingat masa lalunya ketika api neraka benar-benat ditampakkan didepan hidungnya. Masing-masing mulai siap-siap mempertanggung jawabkan sekecil apapun yang pernah ia lakukan selama di dunia. Sebab ternyata semua amal terdafatar secara rapi. Tidak ada amal sekecil atom atau lebih kecil lagi (baca: dzarrah) yang terlewatkan. Lalu Allah membagi manusia dua golongan: &nbsp;&nbsp;(a) golongan orang-orang yang dulunya tidak mau ikut ajaran Allah, tunduk pada hawa nafsu dan kepentingan dunia, mereka itu ahli neraka Jahim &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;(b) golongan orang-orang yang dulunya taat kepada Allah dan menahan hawa nafsunya dari perbuatan maksiat, mereka itu penduduk surga.</li><li>(ayat: 42-46) Allah menutup surat&nbsp; ini dengan kisah perbuatan orang kafir Makkah yang mengejek Rasulullah dengan bertanya-tanya kapan Muhammad Hari kiamat yang kau janjikan akan terjadi? (Mirip dengan pembukaan surat An Naba’). Tapi Allah segera mengajarkan Rasulullah: wahai Muhammad itu bukan tugasmu menjawab mengenai waktu Kiamat, karena hanya Aku yang tahu. Tugasmu hanya menyampaikan risalah dan ajaran dariKu supaya mereka tahu bahwa Kiamat pasti dan pasti terjadi dalam sekejap dan dalam waktu yang sangat singkat, seperti perubahan dari waktu siang ke malam hari.</li></ol>



<p>Majlis Tafisr Al Hikmah</p>



<p>Dr Amir Faishol Fath.&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fan-naziaat-malaikat-malaikat-pencabut-nyawa%2F&amp;linkname=An%20Nazi%E2%80%99aat%20%28%20Malaikat-malaikat%20Pencabut%20Nyawa%29" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fan-naziaat-malaikat-malaikat-pencabut-nyawa%2F&amp;linkname=An%20Nazi%E2%80%99aat%20%28%20Malaikat-malaikat%20Pencabut%20Nyawa%29" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fan-naziaat-malaikat-malaikat-pencabut-nyawa%2F&amp;linkname=An%20Nazi%E2%80%99aat%20%28%20Malaikat-malaikat%20Pencabut%20Nyawa%29" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fan-naziaat-malaikat-malaikat-pencabut-nyawa%2F&amp;linkname=An%20Nazi%E2%80%99aat%20%28%20Malaikat-malaikat%20Pencabut%20Nyawa%29" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8216;ABASA ( Ia bermuka masam)</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/29/abasa-ia-bermuka-masam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 07:21:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tadabur Surah]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bantu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2111</guid>

					<description><![CDATA[&#8216;ABASA ( Ia bermuka masam) amirfath.com, Tadabur Surah &#8216;Abasa (80), Des 2020 &#8211; Surat &#8216;Abasa termasuk dari surat-surat Makkiyah (diturunkan di Makkah), kandungan utamanya mengenai akidah: keagungan Al Qur&#8217;an dan dahsyatnya Hari Kiamat. Diberi nama Abasa, karena dibuka dengan kata abasa, yang mengkisahkan sifat manusia yang seringkali bermuka masam terhadap sesuatu yang datang secara tiba-tiba [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading">&#8216;ABASA ( Ia bermuka masam)</h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Tadabur Surah &#8216;Abasa (80), Des 2020</span></strong> &#8211; Surat &#8216;Abasa termasuk dari surat-surat Makkiyah (diturunkan di Makkah), kandungan utamanya mengenai akidah: keagungan Al Qur&#8217;an dan dahsyatnya Hari Kiamat. Diberi nama <em>Abasa</em>, karena dibuka dengan kata <em>abasa</em>, yang mengkisahkan sifat manusia yang seringkali bermuka masam terhadap sesuatu yang datang secara tiba-tiba ketika ia sedang sibuk dengan permasalahan yang sangat penting.</p>



<p>Kaitan surat ini dengan surat sebelumnya (An Nazi&#8217;aat) nampak bahwa pada surat sebelumnya terdapat cerita mengenai Rasulullah SAW sebagai seorang pemberi peringatan pada manusia akan dahsyatnya hari kiamat, dan dalam surat ini mengandung penjelasan tentang Agungnya Al Qur&#8217;an yang merekam berita mengenai Hari Kiamat tersebut.</p>



<p><em>Kemulyaan Hamba Allah (1-10)</em></p>



<p>Pembukaan surat menekankan makna persamaan derajat manusia, dengan kisah seorang shahabat yang buta: Abdullah bin Ummi maktum, yang datang kepada Rasulullah untuk minta diajarkan ilmu. Pada saat itu Rasulullah sedang sibuk bersama dengan para permuka Quraisy (mengajak mereka ke jalan Islam). Ibnu Ummi Maktum mengulang-ngulang permintaannya itu, karena ia tidak tahu kalau Rasulullah sedang sibuk. Menghadapi hal tersebut Rasulullah tidak suka, seketika bermuka masam dan berpaling darinya. Akhirnya turunlah ayat ini, menegur sikap Rasulullah tersebut. Demikianlah Allah memerintahkan Rasulullah untuk tidak membedakan satu dengan yang lain dalam memberikan ilmu, bahkan harus memberikan hak yang sama antara yang kuat dan yang lemah, yang kaya dan miskin, pembesar dan hamba sahaya, laki-laki dan perempuan, kecil dan dewasa. Adapun hidayah itu urusan Allah. Karenanya jangan tertipu oleh kedudukan dan kemegahan harta. Artinya sekalipun secara derajat sosial orang-orang kafir tesebut nampak sangat penting, tetapi ia belum tentu ikut ajarannya. Adapun Ibn Ummi Maktum sekalipun miskin dan buta, ia sudah jelas mendapatkan hidayah dan sedang berjuang untuk menambah ilmu. Maka utamakanlah yang lebih jelas sebagai seorang mukmin sekalipun buta dan miskin, dari pada orang kafir yang belum jelas masuk Islam sekalipun kaya.</p>



<p><em>Keagungan Al Qur’an (11-23)</em></p>



<p>Allah menjelaskan keagungan Al Qur&#8217;an yang dibawa oleh Muhammad. Bahwa ia dijaga oleh malaikat yang mulia di tempat yang sangat tinggi dan tersucikan. Maka seorang yang menyampaikannya harus mempunyai rasa izzah. Tidak merasa rendah. Biarpun ia miskin, tidak boleh minder. Karenanya Allah melaknat manusia yang tidak mau menerima peringatan Al Qur&#8217;an. Bahkan Allah murka dengan tindak kesombongannya tersebut. Bukankah ia diciptakan dari setetes air mani? Masa&#8217; mahluk yang asalnya sangat hina, setelah dimulyakan jadi manusia, malah lupa kepada asal ciptaannya, bertindak sombong dan mengabaikan ajaran Penciptanya? Masa&#8217; mahluk yang tadinya mati lalu dihidupkan, pantas menandingi Allah Sang Pemberi kehidupan? Sungguh manusia sering tertipu dan celaka. Sehingga ia tidak mau mentaati Allah, dengan mengikuti ajakan hawa nafsunya. Maka sungguh kelak ia akan dibangkitkan dan harus mempertanggungjawabkan sekecil apapun yang ia lakukan selama hidupnya di dunia.</p>



<p><em>Nikmat-nikmat Allah kepada Manusia (24-32)</em></p>



<p>Allah menyebutkan nikmat-nikmatNya yang demikian banyak tak terhingga diberikan kepada manusia. Nikmat-nikmat tersebut sangat dekat dengan manusia. Pandanglah apa yang kamu makan setiap saat, siapakah yang menyediakan itu semua? Siapakah yang menurunkan air hujan dan memancarkan mata air dari bumi? Siapakah yang memecahkan bumi, dengannya tumbuh pohon-pohonan? Siapakah yang mendatangkan buah-buahan? Adakah kau mampu dengan kecanggihan tekhnologimu menciptakan buah-buahan? Tentu tidak? Lalu mengapa kau sombong? Tidak mau mengikuti ajaran Allah? Apa alasanmu sehingga kamu menjauh dari Allah? Apakah nikmat-nikmat tersebut Allah berikan untuk kau gunakan melawan ajaranNya? Pantaskah kau melawan Allah sementara setiap saat kau menggunakan nikmat-nikmat Allah? Kalau kau mau sombong tunjukkan sekalian kesombonganmu dengan tidak mengambil nikmat-nikmat Allah tersebut. Tetapi kalau ternyata kau masih tergantung pada nikmat-nikmat Allah tersebut, berarti itu suatu tindak kedzaliman yang sangat kejam.</p>



<p><em>Dahsyatnya Hari Kiamat (33-43) &nbsp;&nbsp;</em></p>



<p>Allah menutup surat ini dengan menggambarkan kedahsyatan hari Kiamat, bagaimana manusia berlari tunggang langgang meninggalkan orang-orang yang dicintainya selama di dunia karena saking takutnya, Saudara kandung ia tinggalkan. Bahkan ayah ibu yang sangat ia mulyakan juga tidak sanggup membantunya. Bahkan istri dan anak yang sangat ia cintai juga tidak akan sempat ia menolongnya. Suatu gambaran yang benar-benar menampakan ketegangan jiwa yang luar biasa. Orang-orang mukmin pada waktu itu wajahnya berseri, senyum dan bahagia. Sementara orang-orang kafir mukanya berdebu dan kotor. Akibat dosa-dosa yang dilakukan&nbsp; selama di dunia. </p>



<p>Dr. Amir Faishol Fath MA.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fabasa-ia-bermuka-masam%2F&amp;linkname=%E2%80%98ABASA%20%28%20Ia%20bermuka%20masam%29" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fabasa-ia-bermuka-masam%2F&amp;linkname=%E2%80%98ABASA%20%28%20Ia%20bermuka%20masam%29" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fabasa-ia-bermuka-masam%2F&amp;linkname=%E2%80%98ABASA%20%28%20Ia%20bermuka%20masam%29" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fabasa-ia-bermuka-masam%2F&amp;linkname=%E2%80%98ABASA%20%28%20Ia%20bermuka%20masam%29" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AT TAKWIIR (Menggulung)</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/29/at-takwiir-menggulung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 07:20:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tadabur Surah]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bantu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2114</guid>

					<description><![CDATA[AT TAKWIIR (Menggulung) amirfath.com, Tadabur Surah At takwiir (81), Des 2020 &#8211; At Takwiir diambil dari kata kawwara artinya menggulung. Surat ini diberi nama at takwiir karena dipermulaannnya ada bacaan ayat kuwwirat, yang menggambarkan bahwa matahari kelak &#8211; saat Kiamat tiba &#8211; akan digulung, dilipat dan dipadamkan cahayanya. Bila melihat rahasia susunan surat dengan bertanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading">AT TAKWIIR (Menggulung)</h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Tadabur Surah At takwiir (81), Des 2020</span></strong> &#8211; <em>At Takwiir</em> diambil dari kata <em>kawwara</em> artinya menggulung. Surat ini diberi nama <em>at takwiir</em> karena dipermulaannnya ada bacaan ayat <em>kuwwirat</em>, yang menggambarkan bahwa matahari kelak &#8211; saat Kiamat tiba &#8211; akan digulung, dilipat dan dipadamkan cahayanya.</p>



<p>Bila melihat rahasia susunan surat dengan bertanya mengapa surat <em>at takwiir</em> diletakkan setelah surat <em>abasa</em>? Jawabannya adalah bahwa dalam surat abasa Allah SWT menggambarkan pada penutupnya kondisi kejiwaan manusia ketika hari Kiamat tiba. Mereka benar-benar dalam ketakutan yang luar biasa. Sampai-sampai orang-orang yang paling dekatpun tidak akan sempat saling membantu: baik itu sudara, bahkan orang tua, bahkan anak istri. Semua sibuk memikirkan dirinya sendiri. Sebuah gambaran yang mencerminkan betapa dahsyatnya peristiwa Kiamat tersebut. Lalu di awal surat <em>at takwiir</em> ini Allah langsung membuka dengan menggambarkan perubahan yang terjadi pada alam semesta ketika hari Kiamat tiba. Allah gambarkan digulungnya matahari, jatuhnya bintang-bintang, hancurnya gunung-gunung dan seterusnya. Ini menunjukkan bahwa susunan surat-surat Al Qur&#8217;an demikian rapi. Saling berkaitan antar satu dengan lainnya. Bagaikan mata rantai yang saling sambung menyambung. Secara ringkas kandungan surat <em>at takwiir</em> sebagai barikut:</p>



<p><em>Dua Tahap Peristiwa Hari Kiamat (1-14)</em></p>



<p>Pembukaan surat. Dimulai dengan dua tahapan peristiwa besar: Pertama, menjelang hari Kiamat. Kedua, setelah hari kiamat terjadi. Saat menjelang hari kiamat ada enam kajadian luar biasa: (a) Digulungnya matahari dan lenyaplah cahayanya. (b) Runtuhnya bintang-bintang, dan ia betebaran ke mana-mana (perhatikan juga: QS, 82:2). (c) Dihancurkannya gunung-gunung, dengannya bumi menjadi kehilangan keseimbangan, maka kemudian kocar-kacirlah segala apa yang ada di atas bumi (perhatikan juga: QS, 78:20). (d) Unta-unta yang bunting sebagai simbol kekayaan yang paling dibanggakan orang Arab – kalau sekarang semacam mobil Volvo- diabaikan. Gambaran bahwa manusia pada waktu itu tidak tertarik lagi pada dunia. Dengan kata lain dunia yang selama ini diperjuangkan dan dibanggakan, menjadi tidak berharga lagi pada saat itu, saking dahsyatnya peristiwa hari Kiamat. (e) Biantang-binatang liar dikumpulkan lalu dimusnahkan. (f) Lautan meluap dan menjadi api membara, karena aliran lava yang berhamburan dari ledakan gunung-gunung berapi (perhatikan juga QS, 82:3, 52:6). Pada waktu itu laut dan daratan menjadi satu, semuanya dipenuhi api membara.</p>



<p>Setelah hari Kiamat ada enam kejadian lainnya: (a) Manusia dibangkitkan kembali dan ruh-ruhnya dipertemukan dengan jasadnya yang asli tanpa sedikitpun berkurang. (b) Bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup dibangkitkan dan ditanya, mengapa dia dibunuh? Apa dosanya? Ini menggambarkan bahwa pelaku pembunuhan tersebut akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan kekejaman yang telah ia lakukan. Artinya, kalau yang dibunuh saja ditanya bagaimana yang membunuh? (c) Buku-buku catatan amal manusia dibuka dan dipersaksikan kepada masing-masing pemiliknya. Pada saat itu mereka berkata -seperti yang direkan dalam surat Al kahfi:49- &#8220;<em>Kitab apakah ini yang tidak meninggalakan yang kecil dan yang besar, melainkan merekam semuanya?</em>&#8220;. (d) Langit dikelupas seperti dikelupasnya kulit kambing, maka ia menjadi lenyap dan tidak ada sama sekali. (e) Neraka Jahim dinyalakan menjadi kian menggelegak. Bahan bakarnya manusia dan batu-batu yang mereka sembah (lihat QS, 2:24). (f) Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertkwa (perhatikan juga QS, 50:31). Maka setelah kejadian itu semua, masing-masing manusia akan tahu, apa yang mereka kerjakan selama di dunia? Dan apa buah yang harus mereka dapatkan dari pekerjaan tersebut? Neraka atau surga? Semua akan menerima sesuai dengan amalnya. Tidak ada yang didzalimi. Bagi yang selalu melanggar ajaran Allah akan mendaptakan neraka sebagai balasannya, dan bagi yang selalu mentaatiNya akan menadapatkan surga sebagai pahalanya.</p>



<p><em>Kebenaran Al Qur’an (15-25)</em></p>



<p>Allah menguatkan kebenaran wahyu, dan krasaulan Muahmmad SAW. seraya bersumpah dengan tiga hal dari tanda-tanda kekuasaanNya: Pertama, bersumpah dengan bintang-bintang yang beredar dan tenggelam. Kedua, bersumpah dengan waktu malam ketika tenggelam dengan gelapnya. Ketiga, bersumpah dengan waktu subuh ketika menyingsing. Semua itu pekerjaan Allah SWT. dan tidak ada seorang manusiapun yang mampu mengerjakannya. Semua itu menunjukkan kesumgguhan dan kesriusan Allah dalam menjaga kelestarian alam dan hidup manusia. Bahwa Allah SWT tidak pernah main-main dalam segala urusannya. Apa lagi dalam urusan wahyu yang menentukan keselamatan manusia di dunia dan akhirat.</p>



<p>Karenanya Allah tetapkan: (a) Bahwa Al Qur&#8217;an benar-benar firmanNya, dibawa oleh Malaikat Jibril as. yang gagah perkasa dan mempunyai kedudukan yang tinggi di sisiNya. Yang tidak pernah melanggar perintahNya dan selalu mentaatiNya. (b) Bahwa Rasulullah SAW. benar, pernah bertemu Malaikat Jibril as. Karenanya ia bukan orang gila seperti yang mereka tuduhkan. Segala yang disampaikannya benar ajaran wahyu. Bukan dari syetan, karena tidak pantas seorang Rasul menerima ajaran syetan. Karenanya dia tidak pernah bakhil untuk menyampaikan risalahnya. Dia bersungguh-sungguh siang dan malam untuk mengajarkan kebenaran, termasuk mengenai halal-haram. Supaya manusia tidak terjebak oleh tipu daya syetan. Sebab hanya dengan mengikuti Al Qur&#8217;an secara jujur dan sungguh, kebahagaian yang didambakan setiap manusia akan dicapai. Semakin jauh dari Al Qur&#8217;an manusia akan semakain sengsara. Sebaliknya. semakin dekat dengan Al Qur&#8217;an, segala permasalah kemanusiaan, pasti akan mudah terpecahkan.</p>



<p><em>Kesesatan Mereka Yang Tidak Ikut Al Qur’an</em></p>



<p>Allah menutup surat dengan ayat yang memperlihatkan kesesatan orang-orang yang menolak Al Qur&#8217;an. Allah berfirman: mau kemana kamu pergi? Artinya mau kemana kamu denga kakafiranmu? Mau kemana kau dengan kemaksiatanmu? Kamu tidak akan pernah mencapai kebahagaiaan dengan cara hidupmu itu? Kamu pasti sengsara cepat atau lambat? Sekali Aku tegaskan bahwa hanya dengan mengikuti Al Qur&#8217;an kau akan selamat. Sebab Al Qur&#8217;an aku turunkan sebagai petunjuk jalan hidupmu. Jika kamu ikuti Al Qur&#8217;an itu lebih baik, karena itu jalan yang lurus, tetapi jika tidak, engkau sendiri yang akan menerima akibatnya. Semua itu terjadi hanya atas kehndak Allah SWT. Karenanya, mintalah kepadaNya, agar kau dipermudah jalan menuju kebenaran yang diajarkanNya.</p>



<p>Dr. Amir Faishol Fath MA.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fat-takwiir-menggulung%2F&amp;linkname=AT%20TAKWIIR%20%28Menggulung%29" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fat-takwiir-menggulung%2F&amp;linkname=AT%20TAKWIIR%20%28Menggulung%29" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fat-takwiir-menggulung%2F&amp;linkname=AT%20TAKWIIR%20%28Menggulung%29" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fat-takwiir-menggulung%2F&amp;linkname=AT%20TAKWIIR%20%28Menggulung%29" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AL INFITHAR (Terbelah)</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/29/al-infithar-terbelah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 07:11:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tadabur Surah]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bantu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2214</guid>

					<description><![CDATA[AL INFITHAR (Terbelah) amirfath.com, Tadabur Surah AL INFITHAR (82), Des 2020 &#8211; Al infithar berasal dari kata infathara artinya terbelah, dijadikan nama surat ini karena pada ayat pertama terdapat kata infatharat, yang menceritakan bahwa pada hari kiamat kelak langit yang kokoh sebagai atap akan terbelah. Sama halnya dengan surat-surat sebelumnya, surat al Infithar menggambarkan tentang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><strong><strong><strong><strong><strong><strong>AL INFITHAR (Terbelah)</strong></strong></strong></strong></strong></strong></h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Tadabur Surah <strong>AL INFITHAR</strong></span></strong> <strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">(82), Des 2020</span></strong> &#8211; Al infithar berasal dari kata infathara artinya terbelah, dijadikan nama surat ini karena pada ayat pertama terdapat kata infatharat, yang menceritakan bahwa pada hari kiamat kelak langit yang kokoh sebagai atap akan terbelah. Sama halnya dengan surat-surat sebelumnya, surat al Infithar menggambarkan tentang kejadian-kejadian hari kiamat. Secara ringkas kandungan surat ini sebagai berikut:</p>



<p><em>Sebagian Tanda-tanda Hari Kiamat (1-8)</em></p>



<p>Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah bergantinya aturan alam dengan terpecah belahnya langit, bintang-bintang jatuh berserakan, laut-laut meluap menjadi satu dan kuburan-kuburan terbongkar mengeluarkan mayat-mayat yang berada didalamnya. Jika semua ini telah terjadi, barulah manusia memasuki alam akhirat, dan di sana mereka mengetahui apa yang telah dilakukan dan apa yang telah dilalaikan selama ini di dunia. Bukankah selama ini mereka lalai kepada Allah yang telah menciptakan dan menyempurnakan mereka, sehingga menjadi manusia yang sangat sempurna.</p>



<p><em>Mengapa Mereka Tidak Mau Ikut Allah (9-19)</em></p>



<p>Setelah Allah menjelaskan tanda-tanda hari kiamat yang menunjukkan kebenaran adanya hari kebangkitan, Allah menyebutkan tindak kemunkaran mereka yaitu dengan mendustakan hari kebangkitan. Artinya ketika mereka tidak merasa takut dengan adanya hari kiamat, mereka menjadi tidak komitmen dan tidak konsisten untuk mentaati perintah Allah dan menjauhi laranganNya, itulah makna mendustakan hari pembalasan. Dalam ancaman itu pula Allah telah memberitahukan kepada mereka bahwa segala perbuatan yang mereka lakukan diawasi dan dicatat oleh para malaikat. Lalu Allah menyebutkan empat sifat malaikat : penjaga &#8220;hafidziin&#8221;, mulia &#8220;kiroman&#8221;, penulis &#8220;katibiin&#8221; dan sadar akan apa yang dilakukan &#8220;ya&#8217;lamuun ma taf&#8217;aluun&#8221;. Supaya manusia selalu berhat-hati dari dosa-dosa.</p>



<p>Lalu Allah menceritakan bahwa pada hari kiamat kelak ada dua golongan manusia: pertama, orang-orang baik yang mendapatkan kenikmatan surga. Kedua, orang-orang durhaka yang kekal di neraka, mereka masuk kedalamnya dan tidak bisa keluar darinya sama sekali. Untuk memperlihatkan bahwa hari kiamat adalah hari yang sangat besar dan menakutkan, Allah mengulang-ngulang kata &#8220;tahukah kamu apakah hari pembalasan itu&#8221; yang memberikan pengertian sekiranya manusia tahu kejadian-kejadian yang mengerikan itu niscaya ia tidak akan meninggalkan ketaatan kepada Allah sesaatpun dan ia akan meninggalkan jauh-jauh kemaksiyatan yang dilarangNya. Ironisnya manusia lalai, lupa dan bodoh, hidupnya dipenuhi dengan angan-angan, bersandar pada mimpi-mimpi belaka dan sering lari dari realita yang ada.</p>



<p>Kemudian Allah menceritakan hakikat hari akhir dan posisi manusia pada saat itu bahwa hari itu adalah hari yang tidak satupun jiwa (manusia) mampu menolong orang lain, dan tidak satupun bisa menjadi hakim atau penguasa kecuali Allah Tuhan semesta alam. Dialah satu-satunya yang berkuasa dan menghukum, semua perkara dibawah kekuasaanNya yang Maha Tinggi dan Maha Agung.</p>



<p>Tafsir Al Hikmah</p>



<p>Dr. Amir Faishol Fath MA.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-infithar-terbelah%2F&amp;linkname=AL%20INFITHAR%20%28Terbelah%29" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-infithar-terbelah%2F&amp;linkname=AL%20INFITHAR%20%28Terbelah%29" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-infithar-terbelah%2F&amp;linkname=AL%20INFITHAR%20%28Terbelah%29" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-infithar-terbelah%2F&amp;linkname=AL%20INFITHAR%20%28Terbelah%29" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Al Muthaffifin (Orang-orang Yang Curang Dalam Timbangan)</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/29/al-muthaffifin-orang-orang-yang-curang-dalam-timbangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 07:09:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tadabur Surah]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bantu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2211</guid>

					<description><![CDATA[Al Muthaffifin (Orang-orang Yang Curang Dalam Timbangan) amirfath.com, Tadabur Surah Al Muthaffifin (83), Des 2020 &#8211; Pada ayat pertama terdapat kalimat al muthaffifin yang berasal dari kata thaffafa artinya mengurangi atau menambah sedikit. Menurut Ibnu Kastir kalimat ath thathfif artinya pengambilan sedikit dari timbangan atau penambahan. Maksud dari semua itu adalah kecurangan dalam timbangan. Jadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Al Muthaffifin (Orang-orang Yang Curang Dalam Timbangan)</strong></strong></strong></strong></strong></strong></h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Tadabur Surah <strong>Al Muthaffifin</strong></span></strong> <strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">(83), Des 2020</span></strong> &#8211; Pada ayat pertama terdapat kalimat <em>al muthaffifin</em> yang berasal dari kata <em>thaffafa</em> artinya mengurangi atau menambah sedikit. Menurut Ibnu Kastir kalimat <em>ath thathfif </em>artinya pengambilan sedikit dari timbangan atau penambahan. Maksud dari semua itu adalah kecurangan dalam timbangan. Jadi <em>al muthaffifiin</em> para pelaku kecurangan tersebut. Karena itulah surat ini diberi nama <em>Al Muthaffifin</em>. Rahasia dipilihnya kalimat ini padahal arti sebenarnya sedikit adalah karena yang diambil mereka sebenarnya sedikit sekali, tetapi dosanya besar.</p>



<p>Isi pokok surat ini adalah ancaman bagi mereka yang suka menipu dan mengambil hak orang lain, serta ancaman bagi orang-orang kafir yang suka mengejek dan menghina orang-orang beriman. Bila dihubungkan dengan surat sebelumnya, terlihat jelas adanya keterkaitan makna dan kandungan: Dalam surat al Infithar Allah menjelaskan adanya malaikat yang menjaga dan mencatat amal (perbuatan) manusia, lalu pada surat ini dijelaskan lagi tentang buku catatan tersebut. Bila pada surat al infithar disebutkan bahwa ada dua golongan manusia pada hari kiamat, maka dalam surat ini diuraikan lebih luas keadaan dan sifat kedua golongan manusia itu. Oleh karena itu mari kita lihat secara ringkas kandungan surat <em>Al Muthaffifin</em> sebagai berikut:</p>



<p><em>Ancaman Bagi Al Muthaffifiin (1-6)</em></p>



<p>Allah memulai surat dengan suatu ancaman bagi orang –orang yang curang dalam timbangan (<em>al muthaffifin</em>) dengan kalimat &#8220;wail&#8221; artinya celakalah, suatu indikasi bahwa mereka akan mendapatkan azab yang pedih . Siapakah <em>al muthaffifin</em> dan mengapa diancam demikian? Mereka adalah orang-orang yang jika menerima takaran mereka minta ditambah dan jika mereka menimbang atau menakar mereka mengurangi. Merekalah orang-orang yang curang dalam jual beli, mereka tidak beriman dengan adanya hari kiamat, hari kebangkitan, hari yang sangat besar, hari pertanggungjawaban atas apa yang diperbuat.</p>



<p><em>Tempat Catatan Bagi Orang-orang Kafir (7-17)</em></p>



<p>Kemudian Allah menjelaskan bahwa catatan perbuatan orang-orang durhaka terdapat dalam daftar keburukan dan di simpan dalam buku khusus bernama <em>&#8220;sijjin&#8221;</em> (kumpulan buku-buku para syetan dan orang-orang kafir). Mereka itulah yang &nbsp;mendustakan para rasul dan risalahnya. Sifat-sifat mereka ada tiga: a). <em>mu&#8217;tad</em> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;( melampaui batas dan selalu melanggar huku-hukum Allah). b). <em>astim</em> (bergelimang dosa, dengan menkonsumsi barang haram, berbicara bohong, mengkhianati amanah, dan lain sebagainya. c). Jika dibacakan al Qur&#8217;an, mereka mengatakan bahwa itu hanya dongeng orang-orang terdahulu, itu bukan wahyu dari Allah SWT.</p>



<p>Pada ayat berikutnya Allah lalu menjelaskan sebab-sebab mengapa mereka mengejek al Qur&#8217;an diantaranya: banyaknya dosa yang telah menutup hati mereka dari keimanan kepada al Qur&#8217;an sehingga mereka tidak mau menerima kebenaran dan kebaikan. Karenanya mereka jauh dari rahmat Allah sehingga mereka kelak dilemparkan ke dalam api neraka yang paling bawah. Dan dikatakan kepada mereka:&#8221;<em>inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan</em>&#8220;.</p>



<p><em>Tempat Catatan Bagi Orang-orang Beriman (18-24)</em></p>



<p>Allah menceritakan bahwa buku perbuatan orang-orang beriman berada di tempat paling tinggi, dikumpulkan dalam tempat khusus bernama <em>&#8216;illiyyiin</em>. Setiap catatan disaksikan oleh para malaikat yang sangat dekat kepada Allah. Adapun gambaran kenikmatan yang dicapai mereka yang beruntung ini Allah sebutkan pada ayat-ayat berikutnya: &nbsp;a). Mereka berada dalam kenikmatan yang luar biasa, tidak pernah mereka alami sebelumnya. Keindahan dipan-dipan yang mereka tempati dan seluruh interior kamarnya di surga benar-benar tak terhingga, tak terlukis dengan kata-kata. b). Wajah mereka berseri-seri, putih bersinar. c). Minuman mereka khamar yang tidak memabukkan, cirinya ada empat: (1) <em>makhutum</em>, tempatnya dilak atau distempel khusus, sebagai tanda kemulyaan. (2) <em>khitaamuhu misk</em> artinya setelah minum terasa mencium semerbak wangi kesturi. (3) Minuman itu menjadi rebutan para penghuni surga. (4) Campurannya khamar murni dari <em>tasnim</em> (minuman kebanggaan ahli surga).</p>



<p><em>Ejekan Allah Terhadap Orang-orang Kafir (29-32)</em></p>



<p>Allah menceritakan ejekan orang-orang kafir &#8211; seperti; al Walid bin Mughirah, &#8216;Ubah bin Abi Mu&#8217;ith, al &#8216;Ash bin Wail, al Aswad bin &#8216;abd Yaghut, al &#8216;Ash bin Hisyam, Abu Jahal dan an Nadhr bin al Harist- kepada orang-orang beriman &#8211; seperti; &#8216;Ammar, Khabbab, Shuhaib dan Bilal &#8211; selama di dunia: (a) Mereka suka menertawakan orang-orang beriman. (b) Bila melihat orang-orang beriman, mereka suka mengdip-ngdipkan matanya dengan nada mengejek sambil berkata: &#8220;lihatlah mereka mencapekkan diri dan menjauhkan kenikmatan duniawi hanya sekedar mencari pahala!&#8221;&nbsp; (c) Bila berkumpul dengan kawan-kawan mereka menampakkan kegembiraan. (d) Selalu menyebut bahwa orang-orang beriman itu adalah orang-orang sesat.</p>



<p><em>Hiburan Allah Bagi Orang-orang Beriman (33-36)</em></p>



<p>Di akhir surat ini Allah menggambarkan hiburan bagi mereka yang beriman, kelak di surga: <strong><em>Pertama</em></strong>, bahwa perbuatan mereka itu ternyata tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Melainkan dicatat secara ketat oleh para malaikat yang mengawasi. Dan semuanya akan mendapatkan balasan yang setimpal. <strong><em>Kedua</em></strong>, Allah berkata kepada penghuni surga: perhatikan, sekarang kalian berada di atas dipan-dipan yang indah sambil menertawakan mereka menderita dalam neraka, dulu mereka telah menertawakan kalian selama di dunia. <strong><em>Ketiga</em></strong>, Allah bertanya kepada penghuni surga: sudahkah kamu saksikan bahwa orang-orang kafir benar-benar menerima akibat perbuatannya yang keji dan kejam selama di dunia? Suatu pernyataan yang merendahkan derajat mereka dan memulyakan penghuni surga. Itulah ganjaran yang pantas diterima oleh orang-orang kafir dan orang-orang melampui batas dalam berbuat dosa. <em>Wallahu a&#8217;lam bishshawab</em>.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Majlis Tafsir Al Hikmah</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dr. Amir Faishol Fath MA.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-muthaffifin-orang-orang-yang-curang-dalam-timbangan%2F&amp;linkname=Al%20Muthaffifin%20%28Orang-orang%20Yang%20Curang%20Dalam%20Timbangan%29" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-muthaffifin-orang-orang-yang-curang-dalam-timbangan%2F&amp;linkname=Al%20Muthaffifin%20%28Orang-orang%20Yang%20Curang%20Dalam%20Timbangan%29" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-muthaffifin-orang-orang-yang-curang-dalam-timbangan%2F&amp;linkname=Al%20Muthaffifin%20%28Orang-orang%20Yang%20Curang%20Dalam%20Timbangan%29" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-muthaffifin-orang-orang-yang-curang-dalam-timbangan%2F&amp;linkname=Al%20Muthaffifin%20%28Orang-orang%20Yang%20Curang%20Dalam%20Timbangan%29" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Al Insyiqaq (Terbelah)</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/29/al-insyiqaq-terbelah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 07:07:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tadabur Surah]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bantu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2208</guid>

					<description><![CDATA[Al Insyiqaq (Terbelah) amirfath.com, Tadabur Surah Al Insyiqaq (84), Des 2020 &#8211; Surat al Insyiqaq ini tidak berbeda dengan tiga surat makkiyah sebelumnya (al Muthaffifin, al Infithar dan at Takwir) membahas tentang sifat-sifat hari kiamat, disebutkan sesuai dengan susunan yang terjadi;     At Takwir menjelaskan permulaan hari kiamat, dan seluruh kejadian yang disebutkan dalam al Infithar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Al Insyiqaq (Terbelah)</strong></strong></strong></strong></strong></strong></h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Tadabur Surah <strong>Al Insyiqaq</strong></span></strong> <strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">(84), Des 2020</span></strong> &#8211; Surat al Insyiqaq ini tidak berbeda dengan tiga surat makkiyah sebelumnya (al Muthaffifin, al Infithar dan at Takwir) membahas tentang sifat-sifat hari kiamat, disebutkan sesuai dengan susunan yang terjadi;     At Takwir menjelaskan permulaan hari kiamat, dan seluruh kejadian yang disebutkan dalam al Infithar adalah penjelasan lebih detil lagi mengenai  hari tersebut, adapun al Muthaffifin menyebutkan dua golongan manusia dengan istilah khusus setelah hari Kiamat terjadi: golongan orang-orang durhaka (<em>al fujjar</em>) dan orang-orang baik (<em>al abrar</em>). Sedangkan surat al Insyiqaq ini, memadukan antara yang terjadi pada permulaan hari kiamat yang menakutkan dengan kejadian setelah itu seperti perhitungan (<em>hisab</em>) yang mudah bagi mereka yang baik (<em>ahlul yamin</em>) dan perhitungan yang sulit bagi mereka yang durhaka (<em>ahlulsyimal</em>). Bila surat al Muthaffifin menyebutkan tempat buku catatan, tapi surat ini menjelaskan bagaimana buku tersebut diberikan pada hari kiamat.</p>



<p>Untuk lebih jelasnya, mari kita renungkan kandungan ayat-ayat dalam surat al Insyiqaq dengan ringkas:</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 1. (1-5) Pembukaan. Allahmemulai surat ini dengan dua peristiwa yang mankutkan di hari Kiamat: a). Langit terbelah sebagai tanda hancurnya alam semesta b). Bumi diratakan dengan hilangnya gunung-gunung dan memuntahkan segala isi perutnya termasuk mayat-mayat dan seluruh kekayaan yang dikandungnya, sehingga menjadi kosong, semua ini menggambarkan kepatuhan total langit dan bumi kepada Allah Sang Pencipta. Kata <em>idza</em> artinya apabila, seakan mengingatkan manusia agar supaya bersiap-siap, karena hari itu pasti terjadi.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 2. (6-15) Allah mengingatkan kepada seluruh manusia (yang beriman maupun yang kafir) bahwa setiap perbuatan kelak akan mendapat pembalasan yang setimpal di sisi Allah SWT. tidak ada yang didzalimi. Dan bahwa nanti manusia akan dikelompok menjadi dua golongan sesuai dengan amalnya: Pertama, golongan yang akan menerima buku amalnya denga tangan kanan dan menjalani hisab dengan mudah, serta kembali bertemu dengan keluarganya yang selamat di surga (lihat juga QS. 69:19-21). Kedua, golongan yang akan menerima buku amalnya dengan tangan kiri bahkan ada yang dari belakang punggungnya. Merekalah orang-orang kafir yang akan dimasukkan kedalam api nereka yang menyala-nyala (lihat juga QS. 69: 25-29).</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kemudian Allah menyebutkan dua hal yang menyebabkan mereka masuk neraka: (a) Selama didunia ia bersenang-senang bersama kaumnya, mengikuti hawa nafsunya melakukan kemaksiayatan tanpa menyadari dahsyatnya hari kiamat. (b) Mereka mengira bahwa ia tidak akan dibangkirkan kembali dan mempertanggungjawabkan di hadapan Allah Tuhannya. Allah segera menyangkal asumsi ini: bahwa ia akan kembali pada Tuhannya yang maha mengetahui dengan segala perbuatannya.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 3. (16-25) Allah bersumpah dengan keajaiban di waktu senja, pada malam yang terselubung dan pada bulan purnama. Sumpah untuk menunjukkan keagungan ciptaanNya pada diri manusia. Bahwa manusia pasti akan mengalami tahapan-tahapan kehidupan mulai dari lahir hingga mati dan sesudah mati kehidupan kekal abadi di surga atau di neraka. Lalu Allah menyangkal orang-orang kafir: mengapa mereka tidak beriman? Apa yang mencegah mereka untuk beriman kepada hari kiamat dan kepada Nabi Muhamad saw. Mengapa ketika dibacakan al Qur&#8217;an kepada mereka tidak mau bersujud?. Lalu Allah menjelaskan bahwa sebab-sebab utamanya adalah: Mereka telah mendustakan kitab (al Qur&#8217;an) yang didalamnya terkandung penetapan tauhid, hari kebangkitan, pahala dan siksa. Mereka dengki kepada Rasulullah SAW. Karena takut kehilangan harta, jabatan, kepemimpinan dan lain sebagainya. Kerenanya Allah menegaskan bahwa balasan bagi mereka adalah siksaan yang pedih. Sebagaimana juga balasan bagi mereka yang beriman dan beramal shaleh adalah kebahagiaan surga selama-lamanya.&nbsp; <em>Wallahu allam bishshawab</em>.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tafsir Al Hikmah</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dr. Amir Faishol Fath MA.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-insyiqaq-terbelah%2F&amp;linkname=Al%20Insyiqaq%20%28Terbelah%29" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-insyiqaq-terbelah%2F&amp;linkname=Al%20Insyiqaq%20%28Terbelah%29" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-insyiqaq-terbelah%2F&amp;linkname=Al%20Insyiqaq%20%28Terbelah%29" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-insyiqaq-terbelah%2F&amp;linkname=Al%20Insyiqaq%20%28Terbelah%29" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Al Buruuj (Gugusan Bintang)</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/29/al-buruuj-gugusan-bintang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 07:05:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tadabur Surah]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bantu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2205</guid>

					<description><![CDATA[Al Buruuj (Gugusan Bintang) amirfath.com, Tadabur Surah Al Buruuj (85), Des 2020 &#8211; Pada ayat pertama Allah bersumpah dengan langit yang mempunyai gugusan bintang (al buruj), oleh karena itu surat ini diberi nama al buruj. Menurut para ulama, al buruj adalah tempat-tempat planet. Allah bersumpah dengannya karena keagungannya yang membuat perputaran hari, bulan dan tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Al Buruuj <em>(Gugusan Bintang)</em></strong></strong></strong></strong></strong></strong></h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Tadabur Surah <strong>Al Buruuj</strong></span></strong> <strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">(85), Des 2020</span></strong> &#8211; Pada ayat pertama Allah bersumpah dengan langit yang mempunyai gugusan bintang (<em>al buruj</em>), oleh karena itu surat ini diberi nama <em>al buruj</em>. Menurut para ulama, <em>al buruj</em> adalah tempat-tempat planet. Allah bersumpah dengannya karena keagungannya yang membuat perputaran hari, bulan dan tahun di bumi, sehingga manusia hidup tanpa merasa bosan: perhatikan munculnya berbagai musim silih berganti: panas, dingin, semi dan rontok, adalah tanda dari perputaran tersebut.</p>



<p>Dalam surat Makkiyah ini, Allah menggambarkan pengorbanan sekelompok manusia dalam menegakkan kebenaran di mana mereka siap dibakar dalam jurang (<em>ukhdud</em>) demi iman yang mereka miliki. Sejatinya, surat ini diturunkan untuk menghibur Rasulullah SAW dan para shahabatnya saat menghadapi ancaman dan siksaan dari orang-orang kafir Makkah, dengan menggambarkan bahwa umat-umat terdahulu juga mengalami ujian dan kondisi yang sama. Diceritakan dalam riwayat yang sahih bahwa ada seorang anak (<em>ghulaam</em>) dipersiapkan oleh raja untuk menjadi tukang sihir. Namun ternyata ia malah meninggalkan gurunya (tukang sihir) dan belajar agama tauhid dari seorang rahib. Setelah ketahuan Raja kafir berusaha membunuhnya, tetapi karena pertolongan Allah upaya tersebut selalu gagal. Sampai kemudian anak tersebut siap di bunuh dengan syarat sang raja mengucapkan &#8220;<em>bismillahi rabbil ghulaam</em>&#8220;. Dan dengan itu kemudian raja berhasil membunuh sang anak. Namun akibatnya banyak orang yang menyaksikan peristiwa tersebut masuk agama tauhid yang diajarkan sang anak. Raja sangat marah melihat kenyataan itu. Kemarahannya yang memuncak membuatnya bertindak kejam di mana semua mereka yang masuk agama tauhid dibakar dalam parit (<em>ukhdud</em>). Itulah peristiwa yang kemudian dikenal dengan<em> ash habul ukhdud</em> (para penggali parit).</p>



<p>Adapun kandungan surat ini secara ringkas sebagai berikut:</p>



<p>1. (1-9). Pembukaan, Allah bersumpah; pertama, dengan langit dan gugusan bintangnya, yang berjalan pada porosnya. Kedua, dengan hari kiamat, dimana semua manusia pasti akan mengalaminya dan kembali kepadaNya. Ketiga, dengan para saksi yang hadir dalam peristiwa tersebut atau yang akan menyaksikan kelak di hari Kiamat. Allah bersumpah dengan semua tersebut untuk menegaskan bahwa <em>ashabul ukhdud</em> (para penggali parit yang dhalim) adalah orang-orang yang dilaknat dan dijauhkan dari rahmat Allah.</p>



<p>Lalu Allah SWT menyebutkan sebab-sebab dilaknatnya mereka: (a) Mereka telah menggali parit sangat dalam dan menyalakan api di dalamnya dengan bara yang sangat tinggi. (b) Mereka telah membakar hidup-hidup sekelompok orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. (c) Mereka senang melihat api membakar tubuh-tubuh orang-orang beriman dan menyaksikan pemandangan yang mengerikan itu sampai pembakaran itu benar-benar sempurna. (d) Itu semua mereka lakukan hanya karena mereka beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa dan Terpuji, Tuhan seru sekalian alam.</p>



<p>2. (10-11) Kemudian Allah menjelaskan bahwa hukuman bagi mereka (<em>ash haabul ukhdud</em>) yang tidak bertaubat adalah: a). Neraka jahannam, karena kekufurannya. b). Api yang membara, karena mereka telah membakar orang-orang beriman. Setelah itu Allah menegaskan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya, serta beramal shaleh balasannya adalah surga, yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, suatu keberuntungan yang sangat besar.</p>



<p>3. (12-16) Menggambarkan kemahakusaan Allah dan kemahaperkasaanNya: bahwa azabNya sangat pedih bagi orang-orang yang dzalim, Dialah yang menciptakan dan menghidupkan kembali di akhirat. Dialah yang mempunyai sifat-sifat yang agung: (<em>al Ghafur al Wadud</em>) Maha pengampun atas segala dosa hamba-hambaNya jika mereka benar-benar bertaubat dan kembali kepadaNya. Sangat mencintai orang-orang yang taat kepadaNya, (<em>Dzul arsy al Majid</em>) Yang memiliki kerajaan di atas semua makhlukNya, Maha mulia dan Maha tinggi, Puncak segala kemulyaan, (<em>Fa&#8217;al lima yurid</em>) Yang mempunyai keputusan dan ketentuan mutlak atas segala apa yang diinginkan, tidak ada satupun yang bisa memprotes dan mempertanyakan apa yang Dia lakukan. Segala keputusanNya sangat sempurna, dan maksimal, karena lahir dari kemahaluasan ilmuNya. Bila Allah ingin menghancurkan orang-orang dzalim dan menyelamatkan orang-orang mukmin Dia kerjakan, tanpa satu mahlukpun yang bisa menghalangiNya.</p>



<p>4. (17-20) Lalu Allah menghibur Rasulullah dengan menyebut kisah hancurnya Fir&#8217;un dan kaum Tsamud. Fir&#8217;un dan pengikutnya ditenggelamkan di laut Merah, Sementara kaum Tsamud dihancurkan dengan goncangan yang sangat dahsyat dan suara yang sangat menggelegar <em>(thaghiyah)</em> (lihat al haaqah,69:5). Sebab utamanya adalah karena mereka mendustakan para Nabi dan risalahNya. Ini artinya mereka mendustakan ajaran Allah. Dan Allah mengetahui semuanya itu. Karenanya tindakan kedzaliman tersebut tidak akan pernah Allah biarkan, kecuali mendapatkan balasan yang setimpal.</p>



<p>5. (21-22) Penutup, Allah menutup dengan menegaskan keagungan Al Qur&#8217;an, sekaligus sebagai penolakan atas tuduhan mereka bahwa Al Qur&#8217;an hanyalah dongeng (<em>asathiirul awwaliin</em>), pernyataan para dukun dan lain sebagainya. Tidak, Al Qur&#8217;an adalah <em>kalamullah</em> yang agung, semua kandungannya benar, sangat mulia dan penuh barakah, terjaga dari segala bentuk penyelewengan, karena Allah letakkan di <em>allauhul mahfudz</em>. Dalam surat Al Waqi&#8217;ah disebutkan <em>fii kitabim maknuun</em> (QS. 56:77-78) <em>al maknunn</em> yang artinya terpelihara sama pengertiannya dengan<em> allauhul mahfudz</em> (yang terjaga). <em>Wallhu a&#8217;lam bishshwab</em>.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tafsir Al Hikmah</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dr. Amir Faishol Fath MA.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-buruuj-gugusan-bintang%2F&amp;linkname=Al%20Buruuj%20%28Gugusan%20Bintang%29" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-buruuj-gugusan-bintang%2F&amp;linkname=Al%20Buruuj%20%28Gugusan%20Bintang%29" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-buruuj-gugusan-bintang%2F&amp;linkname=Al%20Buruuj%20%28Gugusan%20Bintang%29" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-buruuj-gugusan-bintang%2F&amp;linkname=Al%20Buruuj%20%28Gugusan%20Bintang%29" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>At Thariq (Yang datang di malam hari)</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/29/at-thariq-yang-datang-di-malam-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 07:03:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tadabur Surah]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bantu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2202</guid>

					<description><![CDATA[At Thariq (Yang datang di malam hari) amirfath.com, Tadabur Surah At Thariq (86), Des 2020 &#8211; At Thariq artinya bintang yang cahayanya menembus, disebut Thariq karena ia datang dan nampak pada malam hari. Allah bersumpah diawal surat dengan kalimat At Thariq, itulah yang menyebabkan surat ini diberi nama At Thariq. Kaitannya dengan surat-surat sebelumnya, pertama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><strong><strong><strong><strong><strong><strong>At Thariq (Yang datang di malam hari)</strong></strong></strong></strong></strong></strong></h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Tadabur Surah <strong>At Thariq</strong></span></strong> <strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">(86), Des 2020</span></strong> &#8211; <em>At Thariq</em> artinya bintang yang cahayanya menembus, disebut Thariq karena ia datang dan nampak pada malam hari. Allah bersumpah diawal surat dengan kalimat <em>At Thariq</em>, itulah yang menyebabkan surat ini diberi nama <em>At Thariq</em>.</p>



<p>Kaitannya dengan surat-surat sebelumnya, pertama tampak dari kesamaan sumpah Allah dengan langit. Kedua dari kesamaan pembahasan tentang hari kebangkitan dan tentang posisi al Qur&#8217;an dalam menentang orang-orang musyrik yang mendustakan al Qur&#8217;an dan hari kiamat.</p>



<p>Adapun pokok-pokok kandungan surat ini sama halnya seperti surat-surat <em>makiyyah </em>lainnya; (a) keimanan terhadap hari kebangkitan, hari perhitungan dan pembalasan. (b) penetapan bahwa Allah kuasa menciptakan manusia dari tidak ada, sebagai bukti bahwa Ia kuasa pula</p>



<p>mengembalikannya setelah kematian. Untuk lebih jelasnya, mari sama-sama kita men <em>tadabburi</em> makna ayat-ayatnya:</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 1- (1-4). Pembukaan: Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang nampak pada malam hari bahwa seluruh manusia tidak ada yang lepas dari penjagaan para malaikat dalam segala perbuatannya: perbuatan baik atau maksiat. Penjaga pada hakikatnya adalah Allah tetapi malaikat menjaga atas perintahNya (QS. <em>Ar Ra&#8217;ad</em> 13/11, <em>Al An&#8217;aam</em> 6/61, <em>Al Infithar</em> 82/10-11 dan ayat-ayat lainnya).</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 2- (5-10). Allah mengingatkan manusia dengan awal penciptaannya sebagai dalil bahwa Allah kuasa untuk mengembalikan mereka pada hari kebangkitan. Hendaknya manusia berfikir, bahwa ia diciptakan dari setetes air mani laki-laki yang keluar dari tulang <em>sulbi</em> dan air mani wanita yang keluar dari tulang dada, lalu masuk ke dalam rahim. Dari kedua campuran air itu terbentuklah seorang manusia. Jika Pencipta manusia pertama adalah Allah, maka Ia pasti kuasa untuk mengembalikan dan membangkitkannya lagi di hari kiamat. Hari yang akan menyingkap semua bentuk rahasia, ditampakkan dan di deklarasikan, maka terbongkarlah semua perbuatan yang dulu ditutup-tutupi. Pada hari itulah semua yang benar dan yang salah, yang haq dan yang bathil akan nampak jelas. Dan pada hari itu pula manusia menemukan dirinya sangat lemah tidak berdaya, tidak ada kekuatan internal (<em>dzatiyah</em>) maupun kekuatan eksternal (<em>kharijiyah</em>) yang bisa menopangnya. Artinya pada hari itu tidak satupun manusia yang mempunyai penolong baik dalam dirinya maupun dari lainnya.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 3- (11-14). Allah bersumpah lagi dengan langit&nbsp; yang menahan awan di mana darinya tercurah air hujan. Dengan air itu bumi menjadi hidup dengan tumbuh-tumbuhan, kemudian kembali ke langit lagi dan begitu seterusnya. Allah juga bersumpah dengan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, pepohonan yang berbuah, bahan bakar, bahan baku (besi-besian) dan kekayaan alam lainnya. Allah bersumpah dengan keduanya bahwa Al Qur&#8217;an adalah pemisah antara yang haq dan bathil, pengingat yang bijaksana dan petunjuk jalan yang lurus, dan ia tidaklah main-main atau senda gurau karena siapa saja yang mencari petunjuk dari selainnya niscaya ia akan sesat dan celaka.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 4- (15-17). Kemudian Allah mengancam orang-orang kafir yang mendustakan Al Qur&#8217;an, mereka merencanakan tipu daya kejahatan kepada Rasulullah untuk menghancurkan risalah yang dibawanya dan menghalangi jalan menuju Allah. Mereka mengatakan bahwa Al Qur&#8217;an itu hanya dongeng orang terdahulu, Muhamad hanyalah tukang sihir atau penyair. Dan mereka merencanakan untuk membunuh Rasulullah. Tetapi kuasa Allah lebih kuat, Dia mengatur siasat lain sebagai balasan tipu daya bagi mereka. Allah memerintahkan RasulNya untuk menangguhkan penghancuran mereka, menunggu sampai datangnya azab bagi mereka karena tidak lama lagi mereka akan mendapatkan kekalahan. Pada saat yang ditentukan, Allah membuktikan ancaman tersebut pada perang badr dimana orang-orang beriman mendapatkan kemenangan dan orang-orang kafir mendapatkan kekalahan yang menyakitkan. Itupun mereka masih akan mendapatkan azab yang jauh lebih pedih lagi di hari kiamat. Ini jelas merupakan ancaman bagi orang –orang yang mengikuti jejak mereka dan mengajak untuk mendukung program mereka. <em>Wallahu a&#8217;lam bishsshawab</em>.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tafsir Al Hikmah</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dr. Amir Faishol Fath MA.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fat-thariq-yang-datang-di-malam-hari%2F&amp;linkname=At%20Thariq%20%28Yang%20datang%20di%20malam%20hari%29" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fat-thariq-yang-datang-di-malam-hari%2F&amp;linkname=At%20Thariq%20%28Yang%20datang%20di%20malam%20hari%29" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fat-thariq-yang-datang-di-malam-hari%2F&amp;linkname=At%20Thariq%20%28Yang%20datang%20di%20malam%20hari%29" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fat-thariq-yang-datang-di-malam-hari%2F&amp;linkname=At%20Thariq%20%28Yang%20datang%20di%20malam%20hari%29" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Al A&#8217;laa (Yang Paling Tinggi)</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/29/al-alaa-yang-paling-tinggi-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 07:01:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tadabur Surah]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bantu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2199</guid>

					<description><![CDATA[Al A&#8217;laa (Yang Paling Tinggi) amirfath.com, Tadabur Surah Al A&#8217;laa (87), Des 2020 &#8211; Maha suci Allah SWT,  Dzat yang bersih dari segala kekurangan dan yang mempunyai segala sifat-sifat yang mulia, karena Dialah yang maha tinggi di atas seluruh ciptaanNya yang ada. Demikianlah Allah membuka surat ini dengan ayatnya yang berbunyi sabbihisma robbikal &#8216;alaa &#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><strong><strong><strong><strong><strong><strong>Al A&#8217;laa</strong> <em>(Yang Paling Tinggi)</em></strong></strong></strong></strong></strong></h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Tadabur Surah <strong>Al A&#8217;laa</strong></span></strong> <strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">(87), Des 2020</span></strong> &#8211; Maha suci Allah SWT,  Dzat yang bersih dari segala kekurangan dan yang mempunyai segala sifat-sifat yang mulia, karena Dialah yang maha tinggi di atas seluruh ciptaanNya yang ada. Demikianlah Allah membuka surat ini dengan ayatnya yang berbunyi <em>sabbihisma robbikal &#8216;alaa</em> &#8221; (bertasbihlah dengan nama Tuhanmu yang maha tinggi&#8221;. Oleh sebab itu surat ini diberi nama al &#8216;Alaa (Dzat yang maha Tinggi).</p>



<p>Jika dalam surat sebelumnya (At Thariq) Allah menyebutkan penciptaan manusia <em>khuliqo min main dafiq</em> dan tentang awal penciptaan tumbuh-tumbuhan <em>wassamai dzatirroj&#8217;i wal ardhi dzatisshod&#8217;i</em>. Tapi surat ini berbicara lebih luas dan lebih dalam lagi tentang penciptaan manusia dan penciptaan makhluk-maklhluk lainnya seperti dalam ayat 2, 4 dan 5.</p>



<p>Adapun kandungan surat al &#8216;Alaa secara umum; mengenai keesaan Allah dan kekuasaanNya, al Qur&#8217;an dan pemeliharaannya dan akhlaq yang mulia. Berikut ringkasannya:</p>



<p><em>Allah Yang Maha Tinggi (1-5)</em></p>



<p>Diawali dengan perintah bertasbih kepada Allah yang maha suci dari segala sifat yang tidak layak, karena Dialah yang maha tinggi lagi maha agung, tidak ada yang agung selain DzatNya. Lalu Allah menyebutkan sifat-sifat yang menunjukkan existensiNya dan kekusaanNya; <strong><em>Pertama</em></strong>, Dialah yang menciptakan seluruh yang ada diantaranya manusia yang dibentuk sedemikian sempurna jika dibanding makhluk lainnya. Hal ini menunjukkan betapa telitinya Allah dalam membentuk manusia. <strong><em>Kedua</em></strong>, Dialah yang menentukan kemashlahatan bagi semua ciptaanNya maka Dia pula yang memberi petunjuk kepada semua makhlukNya dengan memperkenalkan mana yang bisa diambil manfa&#8217;at bagi kehidupan mereka. Hal inipun disebutkan dalam QS. Thaha 20/50. <strong><em>ketiga</em></strong>, Dialah yang mengeluarkan tumbuh-tumbuhan hijau yang dapat diambil untuk dimakan oleh manusia. Kemudian menjadikan rerumputan hijau itu berubah hitam karena kering.</p>



<p><em>Terjaganya Al Qur’an (6-8)</em></p>



<p>Allah memberi kabar gembira kepada Rasulullah SAW dua hal; (a). bahwa Jibril akan membacakan Al Qur&#8217;an, meskipun Rasulullah SAW <em>ummi</em> tidak dapat membaca dan menulis tapi Allah akan menjaga hafalannya kecuali Dia menghendakinya untuk lupa, setelah turun ayat ini ia tidak pernah lupa. Dalam sebuah riwayat diceritakan (Ketika Jibril AS membacakan wahyu al Qur&#8217;an kepada Rasulullah, beliau segara mengulang-ulang bacaan ayat tersebut sebelum Jibril selesai mengakhirinya karena takut lupa, maka turunlah ayat ini). Hal serupa juga disebutkan dalam QS.Thaha 20/114 dan QS. Al Qiyamah 75/16-17. (b). Allah memberikan taufiq kepada Rasulullah SAW dalam segala perbuatan baik, lebih-lebih dalam menetapkan syari&#8217;at yang lurus dan mudah bagi umatnya. Kemudian Allah menegaskan bahwa Dia maha mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang nampak dan Dialah yang mempermudah dalam melakukan perbuatan dan perkataan baik.</p>



<p><em>Tabiat Orang Kafir (9-13)</em></p>



<p>Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk memberi peringatan dan nasehat kepada manusia, agar mereka mentaati Allah, baik nasehat itu bermanfaat ataupun tidak bagi mereka, karena pada akhirnya yang bisa mengambil manfaatnya hanyalah orang-orang beriman yang takut kepada Allah. Sementara orang-orang kafir selalu berusaha menghindari nasehat, karena itulah mereka kelak akan dimasukkan ke dalam neraka yang paling bawah, dan mereka kekal didalamnya tidak mati sekalipun siksaan datang terus menerus dan tidak hidup karena hidup tidak berarti baginya.</p>



<p><em>Keuntungan Orang Beriman (14-19)</em></p>



<p>Sungguh beruntung bagi orang yang membersihkan dirinya dari perbuatan syirik dan akhlak tercela. Melakukan dzikir dan menyebut nama Allah Tuhannya dengan lisan dan hatinya lalu melakukan shalat dengan benar dan khusyu&#8217;. Tapi sayang, kebanyakan manusia (apalagi orang-orang kafir) lebih mengutamakan dunia dan melalaikan persiapan menuju akhirat, padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal, disanalah kehidupan hakiki yang abadi. Allah menegaskan bahwa apa yang terkandung dalam kitab ini (tentang tauhid, kenabian, janji dan ancaman, keharusan mengutamakan akhirat dan kebahagiaan bagi yang melakukan tazkiyah) sebenarnya telah ada di shahifah (kitab) para nabi terdahulu seperti kitab-kitab nabi Ibrahim dan nabi Musa <em>alaihimassalam</em>, Ini menunjukkan bahwa hakikat tersebut adalah kaidah universal yang tidak akan pernah berubah karena perubahan zaman.<em> Wallahu &#8216;alam bishshowab</em>.</p>



<p>Tafsir Al Hikmah</p>



<p>Dr. Amir Faishol Fath MA.</p>



<p>فضل الذكر التسبيح</p>



<p>(keutamaan dzikir dan tasbih)</p>



<p>عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :&#8221; كلمتان خفيفتان على اللسان ثقيلتان في الميزان حبيبتان إلى الرحمن : سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم&#8221; (متفق عليه)</p>



<p>Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda:&#8221; dua kalimat yang ringan dilidah tapi berat dalam timbangan, dicintai Allah adalah : <em>subhanallah wa bihamdihi sumbhanallahil&#8217;adzim</em>&#8220;.</p>



<p>وعنه رضي الله عنه قال : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من قال : لاإله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير في يوم مائة مرة كانت له عدل عشر رقاب ، وكتبت له مائة حسنة ، ومحيت عنه مائة سيئة ، وكانت له حرزا من الشيطان يومه ذلك حتى يمسى ولم يأت أحد بأفضل مما جاء به إلا رجل عمل أكثر منه . وقال : من قال : سبحان الله وبحمده في يوم مائة مرة حطت خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر .(متفق عليه)</p>



<p>Rasulullah SAW bersabda: &#8220;siapa yang membaca <em>la ila ha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wa huwa ala kulli syai&#8217;in qodir</em> pada setiap hari 100 kali, baginya sama seperti memedekakan sepuluh budak sahaya, dan ditulis 100 kebaikan serta dihapus darinya 100 dosa. Dan baginya perlindungan dari gangguan syetan sepanjang hari itu sampai sore. Dan tidak ada orang yang lebih utama daripadanya kecuali orang yang melakukan seperti itu atau lebih dari itu&#8221;. Dan beliau bersabda:&#8221; siapa yang membaca <em>subhanallahi wa bihamdihi </em>dalam sehari 100 kali niscaya dosa-dosanya dihapuskan meskipun sebanyak buih dilautan&#8221;.</p>



<p>وعنه رصي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: يقول الله تعالى : &#8220;أنا عند ظن عبد بي ، وأنا معه إذا ذكرني ، فإن ذكرني في نفسه ذكرته ، وإن ذكرني في ملأ ذكرته في ملأ خير منهم . (متفق عليه)</p>



<p>Rasulullah SAW bersabda: Allah berfirman &#8220;Aku selalu mengikuti sangkaan hambaku dan Aku selalu menyertainya jika ia berdzikir (ingat) kepadaKu, jika ia ingat kepadaKu dalam hatinya Aku ingat padanya dalam diriKu, dan jika ia dzikir kepadaKu dalam majlis orang-orang niscaya Aku ingati dia dalam kelompok yang lebih baik dari kelompoknya.</p>



<p>عن سعد بن أبي وقاص عن النبي صلى الله عليه وسلم قال :&#8221; دعوة ذي النون ، إذ دعا وهو في بطن الحوت { أن لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين}(سورة الأنبياء:87) إنه لم يدع بها مسلم في شيئ قط إلا استجاب الله له&#8221; (رواه الترمزي والحاكم)</p>



<p>Rasulullah SAW bersabda : &#8220;Do&#8217;a nabi Yunus ketika berada dalam perut Ikan Hiu <em>la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin</em>, seorang muslim yang tidak meninggalkan doa ini Allah pasti mengabulkannya&#8221;.</p>



<p>فضل القرآن وقراءته</p>



<p>Keutamaan Qur&#8217;an Dan Membacanya</p>



<p>عن أبي أمامة رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :&#8221; اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه ( رواه مسلم)</p>



<p>Abu Umamah berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:&#8221; bacalah al Qur&#8217;an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela bagi orang yang mempelajari dan menta&#8217;atinya&#8221;.</p>



<p>عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : &#8220;مااجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله ويتدارسونه بينهم إلا نزلت عليهم سكينة، وغشيتهم الرحمة وحفتهم الملائكة، وذكرهم الله فيمن عنده&#8221;. (رواه مسلم)</p>



<p>Rasulullah bersabda:&#8221; tiadalah berkumpul suatu kaum dalam majlis (baitullah) untuk membaca kitab Allah&nbsp; dan mempelajarinya melainkan pasti turun pada mereka ketenangan, diliputi rahmat dan dikerumuni malaikat serta diingat oleh Allah didepan para malaikat yang ada padaNya.</p>



<p>عن بن عمرو بن العاص رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: يقال لصاحب القرآن : اقرأ وارتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا ، فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها&#8221; (رواه أبو داود والترمذي)</p>



<p>Rasulullah bersabda:&#8221; bacalah al Qur&#8217;an dan naiklah ke surga (naik dengan membaca dan menghafalnya) dan bacalah dengan tartil (pelan-pelan) sebagaimana kamu mentartil di dunia, sesungguhnya tingkatanmu diakhir ayat yang kamu baca&#8221;.</p>



<p>(sunat sembahyang sunat sesudah wudhu)</p>



<p>عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لبلال :&#8221; يا بلال حدثني بأرجى عمل عملته في الإسلام، فإني سمعت دف نعليك بين يدي في الجنة ، قال : ما عملت عملا أرجى عندي من أني لم أتطهر طهورا في ساعة من ليل أو نهار إلا صليت بذلك الطهور ما كتب لي أن أصلي (متفق عليه).</p>



<p>Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah SAW berkata kepada Bilal: &#8221; hai Bilal, ceritakanlah kepadaku, amal perbuatan apakah yang telah kau lakukan yang terbaik dalam Islam, karena saya telah mendengar suara sandalmu di depanku di sorga? Bilal menjawab:&#8221;Tiada suatu amal yang sangat saya harapkan didalam Islam, selain jika saya selesai wudhu, baik di waktu malam atau siang, maka saya pergunakan sembahyang sekuat saya&#8221;.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-alaa-yang-paling-tinggi-2%2F&amp;linkname=Al%20A%E2%80%99laa%20%28Yang%20Paling%20Tinggi%29" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-alaa-yang-paling-tinggi-2%2F&amp;linkname=Al%20A%E2%80%99laa%20%28Yang%20Paling%20Tinggi%29" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-alaa-yang-paling-tinggi-2%2F&amp;linkname=Al%20A%E2%80%99laa%20%28Yang%20Paling%20Tinggi%29" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fal-alaa-yang-paling-tinggi-2%2F&amp;linkname=Al%20A%E2%80%99laa%20%28Yang%20Paling%20Tinggi%29" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 21/138 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 4/14 queries in 0.007 seconds using Redis

Served from: amirfath.com @ 2025-09-02 17:49:01 by W3 Total Cache
-->