<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Khutbah &#8211; Dr. Amir Faishol Fath</title>
	<atom:link href="https://amirfath.com/category/khutbah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://amirfath.com</link>
	<description>Pakar Tafsir Al-Quran &#38; CEO Fath Institute</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Mar 2023 00:33:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.3</generator>
	<item>
		<title>Ilmu Mengantarkan Seseorang Bertakwa</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/03/16/ilmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 00:33:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3709</guid>

					<description><![CDATA[Semua Ujian Allah Pasti Baik amirfath.com, Khutbah (08), Maret 2023 &#8211;   Beberapa waktu lalu Cianjur mengalami gempa yang sangat menyedihkan. Hidup memang ujian. Semakin tinggi iman semakin berat ujian. Para nabi adalah hamba yang paling berat ujiannya. Itu bukti kasih sayang Allah. Ibarat sekolah yang baik ia pasti akan menguji siswanya agar naik tingkat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><strong><strong>Semua Ujian Allah Pasti Baik</strong></strong></h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Khutbah (08), Maret 2023</mark></strong> &#8211;  </p>



<p>Beberapa waktu lalu Cianjur mengalami gempa yang sangat menyedihkan. Hidup memang ujian. Semakin tinggi iman semakin berat ujian. Para nabi adalah hamba yang paling berat ujiannya. Itu bukti kasih sayang Allah. Ibarat sekolah yang baik ia pasti akan menguji siswanya agar naik tingkat. Bukan sekolah yang baik, jika membuat siswanya manja dan bermain-main tanpa kejelasan tujuan. Seorang istri yang baik pasti akan menguji suaminya. Dengan ujian tresebut akan terlihat sejauh mana cinta seorang suami kepadanya.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ujian adalah cara Allah menyayangi hambaNya. Bila seseorang dimudahkan urusannya padahal ia jauh dariNya, maka itu tanda bahwa Allah sedang melakukan <em>istidraj</em> kepadanya. Maksudnya Allah sedang mengulur dengan cara memudahkan semua urusan dunianya sehinga ia terlena dengan dosa-dosa. Setelah itu Allah lemparkan ia dalam azabNya.</p>



<p>سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ</p>



<p><em>&#8220;Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui&#8221; (QS. Al-A`raf: 182)</em></p>



<p>Jadi tidak perlu kita iri karena sebagian orang dimudahkan urusan dunianya. Jangan-jangan itu istidraj. Ucapkanlah terima kasih jika sedang diuji. Dahulu para sahabat sangat sedih jika tidak mendapatkan ujian. Mereka takut jangan-jangan sedang diistidraj olehNya. Katakanlah: “Ya Allah aku akan sabar, aku akan ridha atas apa yang Engkau ujikan”. Jalanilah ujian seberat apapun. Karena itu memang tidak bisa dihindari. Kita harus ridha, karena kita memang makhlukNya yang lemah, tidak berdaya apa-apa di hadapanNya. Ujian itu bermacam-macam, bisa jadi berupa kesenangan dan bisa jadi berupa kesengsaraan. Beberapa waktu lalu saudara kita di Turki sedang diuji dengan gempa. Memang bumi ini sedang mengalami peregangan sehingga gempa terjadi dimana-mana. Boleh jadi ini adalah tanda semakin dekatnya hari Kiamat. Bahwa alam semesta ini akan berakhir. Ibarat manusia ada penuaan, begitu juga dengan bumi, semakin dekat kiamat, maka peregangan akan terus terjadi.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimanapun kita harus yakin bahwa setiap Ujian yang Allah berikan pasti baik. Sebab Allah Maha Bijak. Semua yang Allah ujikan pasti ada hikmahnya. Pernah seorang shaleh terdahulu diuji dengan penyakit yang sangat berat. Penyakit berser yang membuatnya harus mengganti pakainnya setiap selesai shalat. Seluruh kamarnya jadi najis kerena tumpahan kecingnya. Keluarganya sangat sedih melihatnya. Tetapi orang shaleh tersebut tersenyum. Lalu mengatakan: “Apa yang membuatmu sedih, sedangkan aku dalam kasih sayangNya. Allah sedang mencuci dosa-dosaku suapaya aku kembali kepadaNya tanpa dosa. Ini bukti betapa baiknya Allah kepadaku”. Mendengar itu kerabatnya kaget, karena kesabarannya.</p>



<p>Nabi Ayyub adalah contoh terbaik dalam kesabaran menerima ujianNya. Selama dalam penderitannya Nabi Ayyub tidak sedikitpun mengeluh. Istrinya meminta agar Nabi Ayyub memohon kesembuhan kepada Allah. Nabi Ayyub menjawab: “Aku malu minta sembuh, selama delapan puluh tahun aku dimudahkan, diberi harta, diberi anak dan kesehatan. Lalu kini saatnya kita harus hidup tanpa anak, harta dan bahkan aku harus menerima penyakit yang Allah berikan. Apakah pantas aku memohon sembuh dengan penyakit yang baru beberapa saat ini?”. Saking malunya Nabi Ayyub, ia hanya mengatakan kepada Allah: “Ya Allah aku sedang tertimpa penyakit, sungguh Engkah paling Maha Penyayang”. <em>(QS. Al-Anbiya: 83).</em></p>



<p>Apa yang dilakukan nabi Ayyub adalah sebuah pelajaran yang sangat dalam, bahwa ujian pasti akan menimpa siapapun. Mengeluh karena ujian adalah kesalahan. Sebab dalam mengeluh ada sikap tidak ridha dengan takdirNya. Sementara ujian adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Orang yang tidak ridha terhadap ujianNya pasti akan mengalami dua kondisi yang sangat menyedihkan: pertama ia akan terus menerus dalam kesedihan dan kekecewaan. Akibatnya ia akan dirundung penyakit psikologis yang berkepanjangan. Kedua, ia tidak akan pernah tenang. Hidupnya akan terus dihantui kegelisahan yang tidak pernah selesai.&nbsp; Dalam kondisi ini maka semua fasilitas yang dimiliki semewah apapun tidak akan ada gunanya. Tidak sedikit orang yang bunuh diri di rumah mewah itu. Tindakan tersebut adalah akibat dari tumpukan kekecewaan tarhadap apa yang Allah takdirkan. Tentu ini penyakit yang harus dihindari.</p>



<p><em>Pemirsa Rahimakumullah</em></p>



<p>Apapun ujian yang Allah berikan kita harus berperasangka baik. Sebab Allah Maha Rahmah dan Rahim dimana kasih sayangnya meliputi semua situasi dan kondisi. Kita harus mengatakan semua yang Allah takdirkan pasti baik.</p>



<p>كُلُّ مَا قَدَّرَ اللَهُ فَهُوَ خَيْرٍ</p>



<p><em>“Setiap apa yang terjadi pasti baik”</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebuah Kisah seorang raja yang jarinya terpotong. Salah seorang pengawalnya mengatakan “Itu takdir Allah. Yakinlah bahwa setiap apa yang Allah takdirkan pasti baik&#8221;. Raja Marah: “Apanya yang baik, sementara jariku terpotong” katanya. Raja memerintahkan pasukannya agar pengawal tersebut dimasukkan penjara. Setelah itu raja berangkat memburu. Tibalah di sebuah perkampungan, dimana raja dan pengawalnya dianggap masuk ke wilayah tersebut secara illegal. Semuanya ditangkap oleh penduduk kampung itu. Satu persatu dipanggang lalu diserahkan kepada sesembahan mereka. Tinggal giliran raja, ternyata nampak bagi mereka satu jarinya terpotong. Mareka melepaskan raja itu karena ada cacatanya dan tidak pantas diserahkan kepada sesembahan mereka. Pulanglah raja ke istana. Bertemulah raja dengan ajudannya yang dipenjara. Raja berkata: “Kamu benar, karena jariku terpotong aku selamat tidak dibakar. Ajudan itu menjawab: “Seandainya aku tidak dipenjara niscaya aku ikut juga mengawal dan aku termasuk yang dibakar”.</p>



<p><em>Pemirsa Rahimakumullah</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ujian Nabi saw. memang sangat berat. Sebelum Nabi lahir ayahnya wafat. Umur 6 Tahun ibunya wafat. Nabi pindah ke tangan kakeknya Abdul Mutthalib, tak lama setelah itu sang kakek wafat. Nabi diasuh oleh pamannya Abu Talib. Bersama Abu Talib, Nabi belajar jadi penggembala kambing sejak dini. Lalu Nabi menikah dengan Khadijah. Tak lama setelah itu Nabi mendapatkan wahyu. Lalu diperintahkan untuk berdakwah. Ancaman dari kaum kafir Makkah bertubi-tubi. Nabi tetap bertahan dalam dakwahnya. Orang-orang kafir Makkah memboikot Nabi dan keluarganya selama tiga tahun. Tidak ada yang dimakan kecuali daun-daunan yang ada. Banyak sahabat yang dibunuh, dimutilasi, inilah ujian Nabi dan para sahabatnya.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Puncak ujian bagi Nabi adalah ketika paman dan istrinya yang selalu membela Nabi dalam berdakwah dipanggil Allah swt. Di sinilah Nabi sangat merasa sedih. Masa-masa ini disebut dengan <em>`amul huzni</em> (tahun kesedihan).<a> Supaya tidak berlarut-larut kesedihan Nabi, Allah mengajak Nabi untuk berjalan-jalan. Yaitu dari masjid Al-Haram ke masjid Al-Aqsha lalu naik ke <em>Sidratul Muntaha</em>. Inilah yang dikenal dengan peristiwa Isra` Mi`raj.</a></p>



<p><em>(Disampaikan pada Kajian Bulanan Masjid Raya Al-Azhar Cianjur, 08 Februari 2023)</em></p>



<iframe src="https://drive.google.com/file/d/1KPQRDhCJZEaL4Z4Ri2YZL8JVTOppFlOB/preview" width="640" height="480"></iframe>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F16%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa-3%2F&amp;linkname=Ilmu%20Mengantarkan%20Seseorang%20Bertakwa" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F16%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa-3%2F&amp;linkname=Ilmu%20Mengantarkan%20Seseorang%20Bertakwa" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F16%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa-3%2F&amp;linkname=Ilmu%20Mengantarkan%20Seseorang%20Bertakwa" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F16%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa-3%2F&amp;linkname=Ilmu%20Mengantarkan%20Seseorang%20Bertakwa" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hakikat Iman, Amanah dan Aman</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/03/16/ilmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 00:28:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3708</guid>

					<description><![CDATA[Hakikat Iman, Amanah dan Aman amirfath.com, Khutbah (07), Maret 2023 &#8211; &#160;Tujuan hakiki kita hidup ini adalah untuk mengutamakan Allah. Maka, program pokok yang harus kita jalani adalah mengutamakan programNya di atas program pribadi yang kita buat sendiri. Tidak ada program di dunia ini yang lebih agung dari pada program Allah. Jika seorang hamba mengutamakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><strong><strong>Hakikat Iman, Amanah dan Aman</strong></strong></h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Khutbah (07), Maret 2023</mark></strong> &#8211; &nbsp;Tujuan hakiki kita hidup ini adalah untuk mengutamakan Allah. Maka, program pokok yang harus kita jalani adalah mengutamakan programNya di atas program pribadi yang kita buat sendiri. Tidak ada program di dunia ini yang lebih agung dari pada program Allah. Jika seorang hamba mengutamakan progam sendiri dibanding programNya maka dipastikan ia tidak akan merasa aman. Sebaliknya orang yang mengutamakan program Allah di atas program pribadinya dipastikan ia akan merasa aman</p>



<p>Tidak ada program di muka bumi yang lebih utama daripada shalat. Ada satu seminar di Dubai, untuk melakukan seleksi Direktur Utama sebuah perusahaan internasional. Beberapa calon mengajukan untuk menjadi CEO di perushaan tersebut. Seorang calon yang ikut serta dalam interview mengatakan: “Saya seorang muslim, saya mempunyai kewajiban untuk melaksanakan sholat lima waktu sehari. Jika pekerjaan saya nantinya akan mengangganggu shalat saya, sebaiknya saya mundur mulai sekarang. Berapapun gaji saya nantinya, jika dapat merusak jadwal sholat yang sudah Allah tetapkan, maka saya tidak akan lanjut sebagai CEO”. Seketika para penguji, mempersilahkannya keluar tanpa satu soalpun yang diajukan.</p>



<p>Namun apa yang terjadi, ketika hasil interview diumumkan, orang inilah yang diterima sebagai CEO sebuah perushaan yang paling bergengsi di dunia. Ia bertanya kepada para penguji mengapa dirinya yang diterima? Para penguji menjawab: “Anda telah patuh kepada ajaran agama anda. Anda pasti orang yang jujur. Kami sedang mencari pemimpin yang berintegritas”. Orang yang mengutamakan Allah, pasti akan berhati-hati dari dosa. Semakin berhati-hati dari dosa maka akan semakin tinggi kejujurannya. Inilah hakikat Amanah.&nbsp; Allah berfirman:</p>



<p>وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ</p>



<p>“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya&#8221; (QS. Al-Mu`minun: 8)</p>



<p>Dalam bahasa arab kata Amanah satu akar kata dengan Iman dan Aman. Artinya bahwa yang bisa menjalankan Amanah adalah mereka yang memiliki Iman. Selain yang beriman pasti akan menjalankan amanhnya karena kepentingan. Disinilah kita mengerti makna Ikhlas, bahwa tidak mungkin seorang ikhlas jika tidak memiliki iman.</p>



<p>Ada yang mengatakan orang-orang di Barat memiliki Akhlak dan Amanah yang baik. Perlu diketahui bahwa semua itu mereka lakukan karena kepentingan atau keuntungan materi bukan karena iman. Amanah yang&nbsp; sesungguhnya hanya dapat dilakukan oleh orang beriman. Sebab dengan iman ia sadar sedang diawasi Allah swt. Inilah makna Ihsan. Nabi bersabda:</p>



<p>أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ</p>



<p>“Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau”</p>



<p>Jangan dikira Allah diam dan tidak memperhatikan hambaNya. Ketika anda bangun sholat tahajjud dan sholat subuh, padahal tidak ada orang yang melihat anda, maka itu ihsan. Sebaliknya orang yang tidak ihsan dalam beramal ia akan terus terombang-ambing dalam kepentingan. Jika ada keuntungan ia berbuat, jika tidak ada keuntungan ia berhenti beramal.</p>



<p><em>Pemirsa yang berbahagia</em></p>



<p>Orang yang mempunyai Iman pasti Amanah. Jika ada orang mengaku beriman namun tidak amanah, patut dipertanyakan keimananannya. Jangan-jangan Imannya pura-pura, atau pencitraan atau lemah. Sekalipun ia sholat tetapi ia korupsi, berzina, mabok dan mencuri. Maka tidak mungkin orang yang sholat melakukan hal itu. Karena orang yang Sholat akan mencegah dirinya dari perbuatan yang keji tersebut</p>



<p>إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ</p>



<p>&#8220;Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar&#8221; (QS. Al-Ankabut: 45)</p>



<p>Dalam ayat di atas ada dua istilah yaitu: <em>fakhsya</em> maksudnya dosa yang merusak diri sendiri seperti mabok dan berzina. Adapun <em>mungkar </em>adalah dosa merusak orang lain seperti mencuri, korupsi dan menipu. Ayat ini menggunakan<em> inna </em>(huruf taukid) artinya pasti, bahwa Allah tidak mungkin berbohong dan tidak mungkin salah berfirman. Maksudnya mana mungkin ada orang yang sholat itu tetapi ia mencuri, mabok dan zina.&nbsp; Jika itu terjadi pasti yang salah adalah orang yang melakukannya bukan Allah yang salah berfirman.</p>



<p>Kata Amanah ada hubungannya dengan Iman. Orang yang mepunyai kualitas iman, pasti ia akan Amanah. Ketika Amanah dijakankan dengan benar pasti akan memberikan rasa Aman. Dahulu orang kafir Quraisy dari segi keimanan mereka tidak mau beriman kepada Ajaran Nabi. Sampai-sampai pengikut Nabi dibantai dan disiksa, seperti keluarga Ammar bin Yasir, dimana ibunya ditusuk dengan besi panas sampai mati syahid. Salah seorang sahabat Khuubaib juga dimutilasi di <em>Tan`im,</em> kukunya dicabut, matanya dicungkil sampai mati syahid.</p>



<p>Namun Sebenci-bencinya orang kafir Makkah terhadap Nabi, mereka tahu bahwa Nabi itu amanah. Setiap mereka memiliki barang berharga, mereka tidak mau menitipkannya kepada temannya sesama kafir. Tetapi mereka menitipkannya di rumah Nabi. Ketika itu rumah Nabi mirip perbankan sekarang menjadi tempat penititipan. Mereka menyambut Nabi sebagai <em>“Al-Amiin”</em> (Orang yang terpercaya). Pada saat mereka berselisih siapa yang akan meletakkan Hajar Aswad di tempatnya semula, seketika Nabi saw datang lalu mereka semua mengatakan <em>Al-Amin Radhiina </em>(ini dia orang yang terpercaya kami ridha dengannya). Maka mereka memberikan kepada Nabi untuk meletakkan Hajar Aswad tersebut. Di saat Nabi saw. berdiri di atas Jabal Kubis, lalu mengetes: “apakah kalian percaya jika saya katakan bahwa di belakang gunung ini ada pasukan?”. Serentak mereka menjawab: <em>maa jarrabna ‘alaik kadzibaa</em>” (belum kami mendengar kamu berdusta wahai Muhammad).</p>



<p><em>Pemirsa yang berbahagia</em></p>



<p>Permasalahannya sekarang adalah masih ada orang yang tau bahwa Islam benar tapi tidak mau beriman, tau bahwa Nabi Muhammad benar, tapi tidak mau mengikutinya, tau bahwa pahala sholat besar tetapi ia tidak sholat. Inilah perbedaan Tau dan Yakin. Oleh karena itu betapa pentingnya Iman yang harus dibuktikan dengan kaykinan.&nbsp; Seorang suami yang imannya kokoh pasti akan menjaga amanah keluarganya dan akan memberikam rasa aman bagi mereka. Begitu juga seorang pejabat negara yang memiliki iman, pasti akan menjaga Amanah jabatannya dan akan memberikan rasa aman bagi rakyatnya. Al-Quran mengumpamakan dengan pohon yang kokoh:</p>



<p>&nbsp;كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ</p>



<p>&#8220;Seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit&#8221; (QS. Ibrahim: 24)</p>



<p>Inilah pohon yang pasti tidak saja memberikan rasa aman bagi siapapaun yang berteduh dibawahnya tetapi juga menjamin kesejahteraan bagi mereka. Kita sedang merindukan lahirnya seorang pemimpin seperti pohon ini.</p>



<p><em>(Disampaikan pada Kajian Tematik, Masjid Raya Bintaro, Tanggerang Selatan 12 Februari 2023)</em></p>



<iframe src="https://drive.google.com/file/d/1jUY_leQzsAghSFp4JEA9ySQY6VZ-E9A8/preview" width="640" height="480"></iframe>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F16%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa-2%2F&amp;linkname=Hakikat%20Iman%2C%20Amanah%20dan%20Aman" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F16%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa-2%2F&amp;linkname=Hakikat%20Iman%2C%20Amanah%20dan%20Aman" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F16%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa-2%2F&amp;linkname=Hakikat%20Iman%2C%20Amanah%20dan%20Aman" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F16%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa-2%2F&amp;linkname=Hakikat%20Iman%2C%20Amanah%20dan%20Aman" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ilmu Mengantarkan Seseorang Bertakwa</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/03/07/ilmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Mar 2023 23:51:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3687</guid>

					<description><![CDATA[Ilmu Mengantarkan Seseorang Bertakwa amirfath.com, Khutbah (06), Maret 2023 &#8211; &#160;Setiap pekan Allah swt. menyediakan hari khusus bagi hamba-hambaNya untuk memperbanyak ibadah, berdzikir, dan meningkatkan kesadaran kehambaan. Inilah hari Jum`at di mana kaum muslimin laki-laki khususnya wajib melakukan shalat Jumat. Kata jum’at satu akar dengan kata jama`ah yang artinya berkumpul. Bagi kaum laki-laki sebagai qawwam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><strong>Ilmu Mengantarkan Seseorang Bertakwa</strong></h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Khutbah (06), Maret 2023</mark></strong> &#8211; &nbsp;Setiap pekan Allah swt. menyediakan hari khusus bagi hamba-hambaNya untuk memperbanyak ibadah, berdzikir, dan meningkatkan kesadaran kehambaan. Inilah hari Jum`at di mana kaum muslimin laki-laki khususnya wajib melakukan shalat Jumat. Kata <em>jum’at</em> satu akar dengan kata <em>jama`ah</em> yang artinya berkumpul. Bagi kaum laki-laki sebagai <em>qawwam</em> dalam rumah tangga wajib untuk mendengarkan khutbah sebagai bekal untuk membimbing kelurga dan anak-anaknya. Tujuannya agar para ayah bisa membawa rumah tangganya menuju Surga Allah swt. Inilah nikmat hari jum`at yang patut disyukuri, sehingga selalu terjaga jangan sampai menyimpang dari aturanNya. Dua puluh empat jam setan telah bekerja untuk merusak manusia agar di muka bumi tidak ada yang menyembahNya. Setan tidak mau diam di neraka sendirian. Karenanya di tempat-tempat yang baik terutama di majelis-majelis ilmu setan akan masuk.</p>



<p>Dalam Al-Quran setan bersumpah dihadapan Allah akan berjuang habis-habisan untuk masuk ketemapat-tempat kebaikan dan menundukkan orang-orang yang baik.</p>



<p>لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ</p>



<p>“Maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus” (Q.S Al-A`raf: 16)</p>



<p>Adapun di tempat-tempat yang buruk setan tidak ada, sebab semua orang yang buruk di dalmnya sudah menjadi setan. Karena itu setan hanya akan menyerang tempat-tempat orang yang lurus, seperti orang-orang sholeh, para pencari ilmu, ahli ibadah dan sebagainya disanalah setan akan beoprasi, supaya mereka menjadi rusak. Akan Tetapi setan telah mengakui bahwa ia akan takluk di hadapan orang- orang ikhlash:</p>



<p>&nbsp;إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ</p>



<p>“Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka&#8221; (Q.S. Al-Hijr: 40)</p>



<p><em>Pemirsa yang berbahagia</em></p>



<p>Oleh karena itu, pertama-tama yang harus kita lakukan dalam mencari ilmu adalah menjaga hati agar selalu ikhlash kepada Allah swt. Jangan menjadi orang yang berpura-pura berkumpul bersama orang-orang yang baik, tetapi yang dilakukan hanyalah membuat kerusakan. Setiap diajak melakukan kebaikan ia membantah, tidak mau diatur dan tidak mau diperbaiki. Orang yang berpura-pura baik atau pura-pura berkumpul bersama orang baik, termasuk ciri kemunafikan. Karena hanya orang munafik yang bermuka dua.</p>



<p>Dahulu pada zaman Nabi saw, ada sekelompok orang seperti itu. Ia berkumpul dengan orang Islam, beribadah seperti orang Islam, ikut sholat Dzuhur, Ashar dan Magrib berjamaah di masjid. Akan Tetapi pada sholat Isya dan Subuh mereka menghilang. Perhatikan apa Kata Nabi SAW:</p>



<p>إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ</p>



<p>&#8220;Sholat yang dirasakan berat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isya dan sholat subuh” (HR. Muslim)</p>



<p><em>Pemirsa yang berbahagia</em><em></em></p>



<p>Kepuraan-kepuraan inilah yang akan terus dimanfaatkan setan di tempat-tempat kebaikan, sehingga mereka menjadi antek-antek keburukan. Dia akan merusak yang lain, melambat-lambatkan diri waktu shalat dan belajar, dan tidak bersungguh-sungguh ikut aturan, itulah tanda kemunafikan. Apa kata Allah swt orang seperti ini:</p>



<p>فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ</p>



<p>“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu” (Al-Baqarah: 10)</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menurut ulama tafsir yang dimaksud dengan penyakit hati di ayat tersebut adalah kemunafikan. Apa ciri mereka?. Mereka yakni bermuka dua:</p>



<p>وَاِذَا لَقُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَالُوْٓا اٰمَنَّا</p>



<p>Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.”&nbsp;(Al-Baqarah: 14)</p>



<p>Perhatikan sikap mereka, pada saat bertemu dengan orang-orang Islam, mereka mengaku muslim. Mereka berkata <em>amannaa</em> (aku telah beriman seperti kamu beriman). Padahal dalam hati mereka tersimpan kekafiran. Tujuan mereka ada dua, pertama ingin merusak kehidupan dalam Islam yang kedua ingin mengambil keuntungan dari orang-orang Islam. Perhatikan apa yang mereka lakukan setelah kembali kepada teman-teman mereka yang buruk:</p>



<p>وَاِذَا خَلَوْا اِلٰى شَيٰطِيْنِهِمْ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا مَعَكُمْ ۙاِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُوْنَ</p>



<p>“Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.” (QS. Al-Baqarah: 14)</p>



<p>Ya, benar, mereka hanya mengolok-olok orang Islam. Sebab yang ada dalam hati mereka bukan keimanan tetapi kekafiran. Tidak ada dalam hati mereka kejujuran melainkan hanyalah kepura-puraan. Mereka menyangka bahwa itu akan menipu Allah dan rasulNya, padahal justru mereka sedang menipu sendiri. Sebab bagi Allah semuanya jelas bahwa mereka munafik. &nbsp;</p>



<p><em>Pemirsa yang berbahagia</em><em></em></p>



<p>Jangan sampai ada kemunafikan seperti ini di Lembaga Pendidikan apalagi Pesantren. Ketika ditanya dimana? Ia menjawab sedang belajar di pesantren. Tetapi kenyataanya selama di pesantren ia hanya membuat kerusakan, mencuri, menyakiti orang lain, tidak mau ikut aturan dan sebagainya. &nbsp;</p>



<p>Ilmu tidak akan pernah bertemu dengan kemunafikan. Ilmu akan hanya masuk kepada hati orang-orang yang jujur. Karena ilmu bukan sekedar pengetahuan, tapi ilmu adalah bagian dari iman. Makanya yang pertama-tama Allah swt turunkan sebelum perintah ibadah, bahkan sebelum perintah beriman adalah perintah mencari ilmu. Allah ingin agar iman kita, sujud kita, sholat kita, puasa kita, ibadah bukan kepura-puraaan tetapi berdasarkan ilmu.</p>



<p>اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ</p>



<p><strong>“</strong>Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan” (Al-Alaq: 1)</p>



<p>Lalu apa yang harus dibaca?. Yang dibaca adalah sumber ilmu, bisa berupa Al-Quran, Hadits, Alam semesta, perilaku orang disekitar, membaca perilaku teman yang baik akhlaknya. Bacalah semua itu, sehingga diri ini akan menjadi lebih baik.</p>



<p>&nbsp;اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ</p>



<p>“Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama”. (QS. Fathir: 28)</p>



<p>Kata <em>Khasiya </em>(takut) dalam ayat ini menunjukkan bahwa tujuan hakiki dalam mencari ilmu adalah takut kepada Allah. Oleh karena itu penuntut ilmu harus berhati-hati dalam berperilaku, karena semuanya akan dihisab olehNya.</p>



<p>فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ</p>



<p>“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (Al-Zalzalah: 7)</p>



<p>Jadi penuntut ilmu yang beriman pasti akan berhati-hati dari dosa, karena sekecil apapun ada hisab di sisi Allah swt. <em>(Disampaikan dalam khutbah jum’at di masjid Al-Hakim Pesantren Fath Bogor tanggal 03 Februari 2023</em></p>



<iframe src="https://drive.google.com/file/d/1rBZH3AhuVSqqBAIwfGZ2-TKGE8G3kYC7/preview" width="640" height="480"></iframe>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F07%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa%2F&amp;linkname=Ilmu%20Mengantarkan%20Seseorang%20Bertakwa" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F07%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa%2F&amp;linkname=Ilmu%20Mengantarkan%20Seseorang%20Bertakwa" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F07%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa%2F&amp;linkname=Ilmu%20Mengantarkan%20Seseorang%20Bertakwa" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F03%2F07%2Filmu-mengantarkan-seseorang-bertakwa%2F&amp;linkname=Ilmu%20Mengantarkan%20Seseorang%20Bertakwa" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Takwa dan Keagungan Bulan Rajab</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/02/24/takwa-dan-keagungan-bulan-rajab/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2023 22:40:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3680</guid>

					<description><![CDATA[Takwa dan Keagungan Bulan Rajab amirfath.com, Khutbah (05), Feb 2023 &#8211; Allah sangat sayang hambaNya, maka tidak pantas kita menjauh dariNya. Allah telah mengurus kita, maka tidak pantas kita jual mahal kepadaNya. Jangan sekali-kali kita merasa berat melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Tunjukkan bahwa kita merasa senang melangkahkan kaki menuju masjidNya. Jangan hanya di hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><em>Takwa dan Keagungan Bulan Rajab</em></h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Khutbah (05), Feb 2023</mark></strong> &#8211; Allah sangat sayang hambaNya, maka tidak pantas kita menjauh dariNya. Allah telah mengurus kita, maka tidak pantas kita jual mahal kepadaNya. Jangan sekali-kali kita merasa berat melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Tunjukkan bahwa kita merasa senang melangkahkan kaki menuju masjidNya. Jangan hanya di hari jum`at kita ke Masjid, karena sebaik-baik tempat di muka bumi adalah Masjid. Kita buktikan bahwa kita butuh Allah, karena itu kita mengagungkanNya, mendekatkan diri kepadaNya. Jadikan Masjid ini tempat kita bersujud, berdzikir, dan memanjatkan segala harapan hanya kepadaNya. Tidak ada yang bisa kita&nbsp; lakukan tanpa pertolonganNya.</p>



<p>Sebaik-baik hamba adalah yang senantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah swt. Caranya minmal lakukanlah sholat fardhu lima kali dalam sehari. Bagi kaum laki-laki tegakkanlah shalat fardhu tersebut dengan berjamaah di</p>



<p>masjid. Allah sangat sayang kepada kita sebagai hamba-Nya sehingga kita dijaga dengan program harian yang sangat rapi. Allah ingin kita menjadi pemimpin di rumah-rumah kita, pemimpin di masyarakat, pemimpin di sebuah negeri. Karena itu bersungguh-sungguhlah kita taat kepada Allah. Jangalah sekali-kali menjadi pemimpin yang mengutamakan hawa nafsunya. Apa yang diperintahkan Allah kerjakanlah dan apa yang dilarangNya jauhilah. Inilah Makna taqwa.</p>



<p>Sekarang kita menyaksikan betapa banyak orang yang menganggap remeh apa yang Allah larang sehingga begitu mudah jatuh ke dalam maksiat. Mudah korupsi, mudah berzina, mudah mabok dan sebagainya. Bila ditanya agamanya apa, ia menjawab aku seorang muslim. Sungguh sangat penting jika setiap Jumat khatib menginatkan agar bertakwa kepada Allah:</p>



<p>يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ</p>



<p><em>Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim” (QS. Ali Imran: 102)</em><em></em></p>



<p>Mengapa kita harus bertaqwa? Karena hanya taqwalah yang bisa menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat. Silahkan seseorang mencari kebahagiaan di balik rumah yang megah, mobil yang mewah dan taman yang indah, sungguh semua itu tidak akan bisa memberikan kebahagiaan. Kebahagiaan sejati adalah hanya dengan mendekatkan diri kepada Allah swt.</p>



<p><a><em>Pemirsa Rahimakumullah</em></a></p>



<p>Allah mengawal manusia, jangan sampai manusia salah jalan. Allah mengutus nabi-nabi untuk membimbing manusia sampai jumlahnya 124.000 nabi dan 300 rasul. Nabi terakhir adalah Rasulullah saw. Setelah Rasulullah saw. wafat, Allah siapkan generasi, yang jumlahnya begitu banyak, untuk mengawal umat ini jangan sampai salah jalan. Pertama-tama generasi <em>sahabat</em>, lalu generasi <em>Tabi`in</em>. Setelah itu generasi <em>Tabi`it Tabi`in</em>. Lalu sampai saat ini Allah siapkan ulama-ulama yang ikhlas berdakwah dan mengajarkan ilmu siang dan malam. Semuanya itu menjaga umat ini agar tetap istiqamah di jalanNya.</p>



<p>Selain program harian sholat lima waktu, ada juga program pekanan. Kita disunnahkan untuk puasa senin dan kamis. Khusus laki-laki diwajibkan berkumpul sepekan sekali melaksanakan sholat jum`at. Ada juga program bulanan di mana kita disunnahkan untuk puasa ayyamul bidh tiga hari berturut-turut yaitu tanggal 13,14,15 setiap bulan hijriah. Kemudian ada program Tahunan di mana kita diwajibkan untuk berpuasa pada bulan Ramadhan. Kini kita sudah berada di bulan rajab karena itu kita berdo`a:</p>



<p>&nbsp;اللهم بارك لنا في رجب وشعبان، وبلغنا رمضان</p>



<p>“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan”<br><br></p>



<p>Bulan Rajab adalah bulan diantara empat bulan yang paling diagungkan oleh Allah yaitu: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Siapa yang berbuat dosa pada bulan rajab, maka dosanya akan dilipatgandakan. Karena itu jangan coba-coba menodai bulan rajab ini dengan maksiat. Gunakanlah bulan Rajab ini untuk menanam kebaikan. Perbanyaklah puasa sunnah seperti senin, kamis dan ayyamulbidh. Perbanykalah shalat malam seperti shalat tahajjud dan witir. Ibarat menaman pohon bulan Rajab ini bulan menanam ibadah-ibadah kebaikan sehingga kelak jika masuk Ramadhan sudah menjadi terbiasa.</p>



<p>Lalu begitu memasuki bulan Sya`ban saatnya kita merawat apa yang telah kita tanam di bulan Rajab karena itu nabi memeprbanyak puasa sunnah di bulan Sya`ban. Dalam hadits disebutkan, Aisyah berkata:</p>



<p>لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ</p>



<p>“<em>Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh</em>” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>



<p><em>Pemirsa Rahimakumullah</em></p>



<p>Bulan Ramadhan adalah bulan menuai apa yang telah kita tanam di bulan Rajab dan kita rawat di bulan Sya`ban. Karena itu kebiasaan puasa sunnah, dan shalat malam selama Rajab dan Sya`ban, akan terasa semakin indah di bulan Ramadhan. Lebih dari itu ketika kita memperbanyak membaca Al-Qur`an, karena bulan Ramadhan adalan bulan Al-Qur`an.</p>



<p>شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ</p>



<p>“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur&#8217;an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)” (QS. Al-Baqarah: 185)</p>



<p>Dahulu para ulama, di bulan Ramadhan mengkhususkan diri mengkhatamkan Al-Qur`an. Sangat masyhur Imam Syafi`i selalu mengkhatamkan Al-Qur`an enam puluh kali selama Ramadhan. Imam Ad-Dhohak mengkhatamkan Al-Qur`an lima puluh sembilan kali selama Ramadhan. Bagi kita minimal Jangan sampai ada hari, jam dan waktu terlewatkan tanpa Al-Qur`an selama Ramadhan. Oleh karena itu, sebelum masuk Ramadhan lakukanlah persiapan agar selama Ramadhan tidak KO. Ini yang kata nabi:</p>



<p>كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش</p>



<p>“Berapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR An-Nasa&#8217;i)&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Ingat, segala sesuatu harus ada persiapannya. Seorang petinju harus berlatih lebih dahulu sebelum bertanding di atas ring. Bayangkan apa yang akan terjadi jika seorang petinju tiba-tiba naik ke ring tanpa persiapan sebelumnya. Bisa dipastikan ia akan mudah dikalahkan. Sama dengan Ramadhan, ketika seorang hamba tiba-tiba masuk Ramadhan tanpa persiapan sebelumnya, bisa terjadi ia akan mengalami kekagetan psikologis. Akibatnya ia tidak ada semangat membaca Al-Qur`an, shalat malam, dan sebagainya. Menjelang maghrib misalnya yang seharusnya digunakan untuk berdzikir malah dihabiskan untuk ngabuburit. Malamnya digunakan untuk nonton padahal itu waktu paling baik untuk qiyamullail. Sungguh ironi pemandangan seperti ini.</p>



<p><em>(Disampaikan dalam khutbah jum’at di masjid An-Nur Perdatam Jakarta Selatan tanggal 10 Februari 2023.)</em></p>



<iframe loading="lazy" src="https://drive.google.com/file/d/1mEMICTI2yj0a_oLU2G6HkRbaYk07aL_H/preview" width="640" height="480"></iframe>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F02%2F24%2Ftakwa-dan-keagungan-bulan-rajab%2F&amp;linkname=Takwa%20dan%20Keagungan%20Bulan%20Rajab" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F02%2F24%2Ftakwa-dan-keagungan-bulan-rajab%2F&amp;linkname=Takwa%20dan%20Keagungan%20Bulan%20Rajab" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F02%2F24%2Ftakwa-dan-keagungan-bulan-rajab%2F&amp;linkname=Takwa%20dan%20Keagungan%20Bulan%20Rajab" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F02%2F24%2Ftakwa-dan-keagungan-bulan-rajab%2F&amp;linkname=Takwa%20dan%20Keagungan%20Bulan%20Rajab" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TAKWA ARTINYA BERIMAN KEPADA YANG GHAIB</title>
		<link>https://amirfath.com/2021/04/06/takwa-artinya-beriman-kepada-yang-ghaib/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2021 13:21:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2596</guid>

					<description><![CDATA[Takwa Artinya Beriman Kepada Yang Ghaib amirfath.com, Khutbah (04), April 2021 &#8211; Pandemi wabah corona semakin memneybar. Tidak ada yang tahu pasti sampai kapan wabah ini bertahan. Semua negara berduka. Negara super poer pun terpapar. Tidak berdaya. Segala persenjataan yang paling canggih lumpuh. Bertahun-tahun mereka mempersiapkannya. Namun semua itu tidak berdaya. Kini nampak dengan nyata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><em>Takwa Artinya Beriman Kepada Yang Ghaib</em></h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Khutbah (04), April 2021</span></strong> &#8211; Pandemi wabah corona semakin memneybar. Tidak ada yang tahu pasti sampai kapan wabah ini bertahan. Semua negara berduka. Negara super poer pun terpapar. Tidak berdaya. Segala persenjataan yang paling canggih lumpuh. Bertahun-tahun mereka mempersiapkannya. Namun semua itu tidak berdaya.</p>



<p>Kini nampak dengan nyata bahwa manusia sangat lemah. Tidak pantas sombong. Tidak pantas merasa hebat. Tidak pantas merasa berkuasa. Berhadapan denga virus kecil saja tidak bisa apa-apa. Seperti orang nagmuk, lakukan apa saja. Pukul sana-pukul sini. Tetapi tidak tahu apa yang ia pukul. Pun tidak tahu apakah lawan yang ia pukul benar atau tidak. Jangan-jangan semua yang ia kerjakan sia-sia. Buktinya korban tetap berjatuhan. Semakin meningkat. Dan cendrung akan terus meningkat.</p>



<p>Ini hanya salah satu contoh cara Allah menghancurkan kesombongan. Anda yang belum terpapar jangan segera merasa hebat. Jangan-jangan setekah ini anda akan terpapar. Dulu Abrahah yang sombong telah persiapkan pasukan sangat. Menurutnya tudak mungkin terkalahkan. Pasukan gajar dipersiapkan. Pikirnya supaya pasti menang. Kenyataannya Allah tidak perlu mengirim gaah yang sama untuk menaklukkannya. Allah hanya kirim burung kecil. Pasukan Abrahah hancur berantakan.</p>



<p>Sebelumnya Firun. Merasa paling kuat di muka bumi. Firun mengumunkan dirinya tuhan. Allah merekam perkataan Firun : ana rabbukum a&#8217;la. Ujungnya Firun runuth. Tidak dengan kekuatan yang sama. Melainkan hanya dengan air. Hai itu Firun dan pasukannya tenggelam di laut Merah.</p>



<p>Sekarang kita menyaksikan betapa virus yang sangat halus ini telah melumpuhkan super power itu. Bahwa manusia sangat lemah. Bahwa tidak ada kekuatan makhluk yang bisa menandingi kekuatan Allah. Makhluk harus tunduk kepada Sang Pencipta. Inilah makna iman bil ghaib.</p>



<p>Mengapa Allah gunakan istilah ghaib? Sebab ghaib wilayah iman. Akal ini sangat terbatas. Akal harus menyerah kepada iman. Akal diberikan untuk mamahami maksud wahyu. Tanpa wahyu akan terus terombang-ambing dalam kegelisahan. Tanpa kepastian.</p>



<p>Takwa artinya gunakan akal sesuai dengan posrsinya. Bukan fungsi akal untuk melawan ajaran Allah. Bukan tujuan akal membuat aturan yang berhadap-hadapan dengan aturan Allah. Bukan akal yang membuat kerusakan di muka bumi. Karena itu Allah siapakan azab bagi yang salah gunakan akal.</p>



<p>Takwa artinya gunakan akal sesuai dengan panduan wahyu. Pertama, memahami dengan benar maksud wahyu. Bukan memaksa wahyu ikut kemauan akal. Sementara banyak yang salah paham terhadap maksud wahyu karena akal dijadikan imam. Lalu merasa bahw ia telah berdalil dengan wahyu padahal bukan demikian caranya. Kedua, siap beriman dan tunduk terhadap kandungan wahyu. Berat atau tidak kita harus ikut apa kata wahyu. Sami&#8217;na wa atha&#8217;na..Ketiga, siap istiqamah menjaga iman dengan amal salih dan jauhi maksiat.</p>



<p>Wallahu alam bish shawab.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2021%2F04%2F06%2Ftakwa-artinya-beriman-kepada-yang-ghaib%2F&amp;linkname=TAKWA%20ARTINYA%20BERIMAN%20KEPADA%20YANG%20GHAIB" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2021%2F04%2F06%2Ftakwa-artinya-beriman-kepada-yang-ghaib%2F&amp;linkname=TAKWA%20ARTINYA%20BERIMAN%20KEPADA%20YANG%20GHAIB" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2021%2F04%2F06%2Ftakwa-artinya-beriman-kepada-yang-ghaib%2F&amp;linkname=TAKWA%20ARTINYA%20BERIMAN%20KEPADA%20YANG%20GHAIB" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2021%2F04%2F06%2Ftakwa-artinya-beriman-kepada-yang-ghaib%2F&amp;linkname=TAKWA%20ARTINYA%20BERIMAN%20KEPADA%20YANG%20GHAIB" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bercermin kepada Nabi Ibrahim: Langkah Menuju Kehambaan Sejati</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/29/bercermin-kepada-nabi-ibrahim-langkah-menuju-kehambaan-sejati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 09:32:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2232</guid>

					<description><![CDATA[Bercermin kepada Nabi Ibrahim: Langkah Menuju Kehambaan Sejati amirfath.com, Khutbah (03), Des 2020 &#8211; Ujian bagi Nabi Ibrahim &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wlillahil hamd&#8230; Saudaraku Kaum Muslimin rahimakumullah&#8230; Ayat di atas adalah gambaran bagaimana Allah swt., menguji hamba-Nya, Nabi Ibrahim. Menguji untuk meningkatkan hakikat kehambaan dalam dirinya, sebagai pelajaran bagi yang lain. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading"><em>Bercermin kepada Nabi Ibrahim:</em> <em>Langkah Menuju Kehambaan Sejati</em></h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Khutbah (03), Des 2020</span></strong> &#8211; <strong>Ujian bagi Nabi Ibrahim</strong></p>



<p><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong><em>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wlillahil hamd&#8230;</em></p>



<p>Saudaraku Kaum Muslimin rahimakumullah&#8230;</p>



<p>Ayat di atas adalah gambaran bagaimana Allah swt., menguji hamba-Nya, Nabi Ibrahim. Menguji untuk meningkatkan hakikat kehambaan dalam dirinya, sebagai pelajaran bagi yang lain. Nabi Ibrahim, diuji dengan perintah untuk menyembelih anak kesayangannya. Ismail, anak yang ditunggu-tunggu sekian lama. Bayangkan, betapa beratnya ujian tersebut, begitu anak lahir dan mulai besar, tiba-tiba mendapatkan perintah untuk menyembelihnya sebagai “kurban”. Sungguh ini ujian yang sangat berat. Ujian yang langsung menyentuh kepada iman. Bila iman seseorang lemah, ia pasti akan menolak. Tetapi Nabi Ibrahim tidak demikian. Seberat apapun ujian dari Allah. Nabi Ibrahim tetap menjalaninya dengan ikhlas dan tenang. Perhatikan Allah berfirman dalam surah Al Baqarah 124: <em>Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Seseungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku.” Allah berfirman: “Janji-janji Ku (ini)tidak mengenai orang-orang yang zalim”.</em>(QS. Al Baqarah: 124)</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dengan ujian seseorang akan nampak hakikat kepribadiannya. Emas dikatakan emas setelah dibakar. Iman akan nampak kejujurannya setelah diuji. Allah berfirman dalam surah Al Ankabut 2: <em>Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak di uji lagi? </em>(QS. Al-Ankabuut:2)</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Banyak orang sebelum mendapatkan ujian nampak istiqamah, tetapi setelah mendapat ujian, keistiqamahan itu mulai luntur. Pada saat ia miskin rajin ke masjid, rajin berdoa, rajin shalat malam, tetapi setelah diuji dengan harta dan kekayaan, berubah menjadi sombong, berat datang ke masjid dan semakin jauh dari Allah.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saudaraku, hidup adalah ujian. Manusia tidak akan pernah bisa menghindar dari ujian. Kaya atau miskin adalah ujian. Sehat atau sakit juga ujian. Jangan merasa sukses ketika anda kaya, pun jangan merasa hina ketika anda miskin. Jangan merasa hebat ketika anda tidak pernah sakit pun jangan merasa rendah karena anda selalu sakit. semua nikamt itu adalah ujian. Di hari Kiamat kelak akan diminta pertanggungjawaban. Allah berfirman dalam surah Al Mulk: <em>Maha suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.</em></p>



<p><em>&nbsp;</em>(QS. Al-Mulk: 1-2).</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perhatikan ayat ini, Allah menegaskan bahwa hidup maupun mati adalah ujian. Maka semua nikmat yang datang dari Allah adalah ujian. Sayangnya banyak&nbsp; orang salah paham, sehingga mereka menyangka bahwa kekayaan yang&nbsp; di dapatkan adalah keberhasilan, dan kemiskinan yang di derita adalah kegagalan. Allah menolak pemahaman seperti ini. Dalam surah Al Fajr: 15-16 Allah berfirman: <em>Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya, lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanmu menghinakanku”. </em>(QS.Al-Fajr: 15-16)</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam ayat inidigambarkan pemahaman yang salah bagi kebanyakan orang. Bahwa tidak sedikit orang yang mempunyai persepsi kekayaan sebagai ukuran kemuliaan dan kemiskinan sebagai ukuran kehinaan. Tidak, tidak demikian bagi Allah. Allah tidak pernah memuliakan seseorang dari kekayaannya. Bagi Allah kemuliaan atau kehinaan terletak pada sejauh mana ia bersungguh-sungguh menjadi seorang yang bertakwa. Dalam surat Al Hujuraat 13 Allah berfirman: <em>&#8230;Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu&#8230;</em>(QS. Al Hujuraat: 13)</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dengan demikian sukses bagi Allah ukurannya bukan di dunia, melainkan di akhirat. Bila seorang selamat dari api neraka dan masuk surga maka ia adalah seorang yang sukses. Allah berfirman dalam surah Ali Imran: 185: <em>Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. </em>(QS. Ali Imran: 185)</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Marilah kita simak apa pelajaran yang bisa kita ambil dari sikap Nabi Ibrahim dalam menjalankan ujian dari Allah swt, lalu kita bercermin kepadanya untuk melihat kekurangan dalam diri kita. Sehingga kita tahu level kehambaan yang kita miliki. Bila ternyata kita tahu bahwa level kehambaan kita masih sangat rendah mari kita tingkatkan dengan bersungguh-sungguh menjalankan ketaatan kepada-Nya:</p>



<p><strong>1.Kesungguhan Mendekatkan Diri Kepada Allah (<em>husnut taqarrub ilallah)</em></strong></p>



<p><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong><em>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd&#8230;</em></p>



<p>&nbsp; Saudaraku Kaum Muslimin <em>rakhimakumullah&#8230;</em></p>



<p>Allah berfirman: “<em>Ya Tuhanku, abugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.”</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dari ayat ini nampak bahwa Nabi Ibrahim selalu berdoa kepada Allah. Berdoa agar diberi keturunan yang saleh. Doa adalah cerminan kehambaan. Semakin kokoh kehambaan seseorang kepada Allah semakin ia banyak berdoa. Dan kata shalat arti secara bahasa adalah doa. Kalau kita perhatikan kisah keseharian Rasulullah saw., adalah pribadi yang banyak berdoa dan menegakkan shalat. Sampai dikatakan bahwa hampir semua gerak dan prilakunya sehari-hari penuh dengan iringan doa. Masuk dan keluar rumah Nabi saw., selalu berdoa. Berpakaian berdoa, masuk kamar mandi dan keluar darinya berdoa dan sebagainya. Itu adalah gambaran hakikat kehambaan kepada Allah adalah senantiaa berdoa.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saudaraku, Allah swt. adalah Maha Pemurah. Bila manusia sering kali marah ketika diminta, Allah tidak demikian. Allah justru semakin senang ketika diminta. Sebagian manusia berprasangka salah kepada Allah, sehingga ketika segala kebutuhannya terpenuhi ia merasa cukup dan merasa tidak perlu lagi minta lagi kepada Allah. Tidak, kita wajib selalu minta kepada-Nya. Karena dengan bergantung kepada-Nya semakin kuat kehambaan kita kepada-Nya. Itulah buah doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim, Allah memberikan seorang anak yang saleh: Nabi Ismail. Dialah anak yang siap menjalankan perintah Allah, apapun beratnya. Tanpa sedikitpun ragu dan gentar.</p>



<p><strong>2.Kesigapan Menjalankan Perintah Allah <em>(al istijabah alfawriah)</em></strong></p>



<p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd&#8230;</em></p>



<p>&nbsp; Saudaraku Kaum Muslimin <em>rakhimakumullah&#8230;</em></p>



<p>Allah berfirman: “<em>Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perhatikan ayat ini, betapa Nabi Ibrahim setelah mendapatkan perintah untuk menyembelih putra kesayangannya. Ia segera bergerak menemui sang putra. Pun segera ia menawarkan perintah tersebut untuk melihat kesiapannya. Ternyata Nabi Ismail sangat sigap. Begitu perintah itu ditawarkan, seketika Nabi Ismail menjawab: <em>“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu,; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kesigapan menjalankan perintah Allah adalah ciri kehambaan sejati. Dari kesigapan yang jujur nampak bahwa kehambaannya kepada Allah bukan basa-basi melainkan kejujuran. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah contoh terbaik dalam menunjukkan kesigapan menjalankan perintah Allah.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saudaraku, bila kita perhatikan keseharian kita, benarkah kita telah sigap menjalankan ibadah shalat, misalnya. Atau ternyata kita sering terlambat menegakkannya. Sering menganggap shalat sebagai sampingan. Kegiatan bisnis lebih penting darinya. Sehingga rapat-rapat bisnis lebih kita utamakan dari pada menegakkan shalat di awal waktu. Benarkah kita telah segera membantu orang-orang miskin dengan harta yang Allah titipkan kepada kita? Benarkah kita telah segera membayar zakat ketika tiba nisan atau haulnya dengan pehitungan yang jujur dan benar?</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saudaraku, perhatikan kesigapan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam ayat di atas, sungguh sangat menggugah dan membangkitkan jiwa. Bayangkan bahwa Nabi Ibrahim sigap bukan semata dalam urusan menegakkan ibadah ritual tetapi ia sigap untuk melaksanakan perintah menyembelih anak kesayangannya, pun Nabi Ismail sigap untuk disembelih. Betapa ini suatu pengorbanan yang luar biasa. Bahwa tidak ada kesigapan tanpa pengorbanan. Bahwa tidak mungkin seseorang bersungguh-sungguh sigap menjalankan perintah Allah tanpa berkorban. Ia harus berkorban waktu dan persaan. Ia harus rela meninggalkan sejenak pekerjaannya untuk sejenak datang ke masjid melaksanakan shalat di awal waktu. Ia harus rela meninggalkan rapat yang paling penting dan menentukan pada saat waktu shalat tiba. Inilah makna pengorbanan yang harus kita cerminkan dalam keseharian kita.</p>



<p><strong>3. Kesabaran dalam Mentaati <em>(as sabru fii thaa atillah)</em></strong></p>



<p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd&#8230;</em></p>



<p>&nbsp; Saudaraku Kaum Muslimin <em>rakhimakumullah&#8230;</em></p>



<p>Allah berfirman: <em>Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dari ayat ini nampak bahwa bekal untuk mencapai pengorbanan yang tinggi adalah kesabaran. Artinya tidak mungkin seseorang bisa mengutamakan Allah di atas segala kepentingan, bila tidak sabar. Para ulama membagi sabar dengan tiga dimensi:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Sabar mentaati Allah. Dalam dimensi kita menemukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah benar-benar sabar menerima perintah Allah, sekalipun perintah tersebut sangat berat. Lihat bagaimana Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tidak sedikitpun keberatan untuk melaksanakan perintah tersebut. Dari sini jelas bahwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah contoh kesabaran yang paling tinggi dalam menjalani perintah Allah. Pun dari sini nampak bahwa NabiIbrahim dan Nabi Ismail benar-benar telah menjual dirinya untuk Allah dan menukarnya dengan surga. Inilah makna ayat dalam surah At-taubah 111: <em>“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.”</em></li><li>Sabar menjauhi kemaksiatan. Tidak cukup seseorang dalam mentaati dengan hanya menjalankan perintah-perintahNya, melainkan harus juga di saat yang sama, menjauhi kemaksiatan. Orang yang menjalankan perintah tetapi di saat yang sama menjalankan kemaksiatan ibarat seorang yang bangun rumah lalu menghancurkannya lagi. Dalam Al Qur’an Allah mengumpamakan dengan seorang wanita pemintal benang. Setelah benang itu ditenun dan menjadi sehelai kain, lalu dicerai beraikan kembali. Dalam surah An Nahl 92 Allah berfirman: <em>“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.”</em></li></ul>



<p>Karena itu sabar mentaati Allah harus di topang juga dengan sabar menjauhi kemaksiatan dan dosa-dosa. Bila kita perhatikan dalam hidup kita sehari-hari, ternyata masih banyak yang kita dapatkan orang-orang yang berbuat seperti wanita ini. Sehabis melaksanakan shalat berbuat maksiat lagi dengan mudah. Tidak sedikit dari orang yang shalat, berpuasa dan bahkan berhaji. Mereka melakukan zina, korupsi dan lain sebagainya. Karena itu sabar menjauhi kemaksiatan adalahbagian tak terpisahkan dari sabar menjalankan perintah Allah.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Sabar menjalani ujian Allah. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah contoh manusia yang paling sabar menjalani ujian Allah. Sebab Allah berjanji bahwa setiap orang-orang yang beriman akan pasti diuji oleh Allah swt. semakin tinggi iman seseorang semakin berat ujiannya dan semakin bahagia di surga jika ia sabar menjalaninya. Nabi saw. pernah bersabda bahwa paling beratnya ujian adalah para nabi, lalu para wali Allah lalu orang-orang saleh. Karenanya ujian yang Allah berikan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sungguh ujian yang sangat berat. Tetapi keduanya bisa menjalani dengan penuh kesabaran.</li></ul>



<p><strong>4. Kejujuran Dalam Berserah Diri Kepada Allah <em>(shidqul istis-laam lillah)</em></strong></p>



<p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd&#8230;</em></p>



<p>&nbsp; Saudaraku Kaum Muslimin <em>rakhimakumullah&#8230;</em></p>



<p>Allah berfirman: <em>“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami penggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam ayat ini, tergambar penyerahan diri Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Allah menyebutkan <em>aslamaa</em> artinya keduanya berserah diri. Ini menggambarkan betapa luar biasa penyerahan diri tersebut. Sebuah puncak penyerahan diri kepada Allah. Di mana Nabi Ibrahim siap menyembelih sang putra, dan sang putra Ismail siap membaringkan dirinya untuk disembelih. Tanpa sedikitpun merasa keberatan. Sebab keduanya menyadari bahwa dirinya adalah milik-Nya. Maka ketika Sang Pencipta menginginkan demikian tidak ada pilihan kecuali mentaatinya dengan jujur. Inilah makna ayat dalam surah Al Ahzab 36, Allah berfirman: <em>“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan,akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”</em></p>



<p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em>Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail benar-benar menyadari hakikat ini. Maka begitu perintah Allah datang segeralah ia berserah diri kepada-Nya. Berserah maksudnya bersungguh-sungguh melaksanakan perintah tersebut bagaimanapun beratnya. Tidak pantang mundur. Sekalipun godaan syetan merintangi, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tetap melawannya. Itulah yang kita kenal dengan istilah <em>aljamaraat </em>lemparan batu. Itu sebenarnya adalah peristiwa dimana Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail melemper batu kepada syetan sebagai perlawanan demi terlaksananya perintah Allah.</p>



<p>Saudaraku, hari ini saudara kita umat Islam yang melaksanakan haji si Makkah sedang melakukan ibadah lempar <em>jumrah aqabah. </em>Besok hari mereka akan melempar lagi <em>jumrah ula, wustha, </em>dan <em>aqabah. </em>Besoknya lagi juga demikian. Suatu pemandangan yang sangat mengharukan. Itu adalah komitmen untuk melawan syetan dan degala godaannya. Bahwa seorang muslim yang baik adalah yang bersungguh menyerahkan diri kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya, bukan yang tunduk kepada syetan.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saudaraku, dari ayat di atas nampak bahwa yang terpenting bagi Allah bukan daging kurbannya, melainkan kesungguhan dan kejujuran menjalankan perintahNya. Karenanya begitu nabi Ibrahim dan nabi Ismail siap menjalankan perintah tersebut Allah langsung menegurnya: <em>“Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sungguh persoalan yang selalu kita saksikan dalam hidup umat Islam sehari-hari adalah tidak adanya kesungguhan men-jalankan perintah Allah. Banyak ketaatan menunjukkan orang-orang Islam begitu mudah mengakhirkan shalat, tidak membayar zakat dan meninggalkan puasa Ramadhan. Bukan hanya itu hal-hal yang jelas Allah haramkan, masih saja dilakukan dengan penuh kebanggaan, tanpa merasa berdosa sedikitpun. Bila ini yang terjadi, bagaimana mungkin Allah akan menurunkan pertolongan-Nya. Sungguh, tidak ada jalan untuk mencapai kemenangan kecuali bersungguh-sungguh ikut apa kata Allah dengan jujur. Inilah hakikat ihsan seperti yang Allah firmankan: <em>“Demikian kami memberi balasan bagi orang-orang yang berbuat baik”</em></p>



<p><strong>4. Kejujuran Dalam Berserah Diri Kepada Allah <em>(shidiqul istis-laam lillah)</em></strong></p>



<p><em>&nbsp;</em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd&#8230;</em></p>



<p>&nbsp; Saudaraku Kaum Muslimin <em>rakhimakumullah&#8230;</em></p>



<p>&nbsp; Dipuncak kehambaan nabi Ibrahim dan nabi Ismail alaihimassalam kepada Allah swt. Allah menggambarkan sebagai berikut: <em>“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kemudian Allah meneruskan: <em>“ Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”</em></p>



<p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em><strong>Pertama, </strong>bahwa perintah untuk menyembelih anak kesayang-annya Ismail tidak lain hanyalah ujian. Ujian untuk membuktikan siapakah yang benar-benar ikhlas dalam imannya dan siapa yang tidak. Bukti sebagai ujian bahwa ketika perintah itu benar-benar akan dilaksankan, tiba-tiba Allah menggantikannya dengan seekor kambing. Allah berfirman: <em>“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Allah menguji Ibrahim karena mencintainya. Dalam sebuah riwayat dikatakan: <em>innallahaa idzaa ahabbal abda ibtaahu </em>(sesungguhnya Allah bila mencintai hambaNya ia akan mengujinya). Allah menguji Ibrahim karena imannya yang kokoh, dalam sebuah hadits Nabi saw. bersabda: <em>asyaddunnasi ibtilaa an al anbiyaa’tsummal awliyaa’.. </em>(paling beratnya ujian adalah para nabi, lalu para wali Allah). Dalam surah Al Ankabuut: 2 Allah berfirman: <em>“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Kedua, </strong>Allah abadikan namanya sebagai simbol kebaikan. Allah berfirman:</p>



<p><em>“Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.”</em></p>



<p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em>Artinya bahwa hakikat kehambaan yang dicontohkan Nabi Ibrahim, Allah abadikan menjadi hari raya Qurban. Maka setiap tahun kita mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ini, dan kita melakukan hal yang sama dengan menyembelih qurban.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Ketiga, </strong>Allah menyambutnya dengan kselamatan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman: <em>“Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.”</em></p>



<p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em>kata <em>salamun</em> menurut ulama tafsir, bisa berarti (a) sambutan, artinyabahwa Allah menyebut Ibrahim sebagai bukti kelulusannya atas ujian berat yang telah dilaluinya. Sungguh bahagia seseorang disambut Tuhannya dengan sambutan yang baik. Dan sungguh celaka seseorang yang disambut Tuhannya dengan adzab yang pedih. Dari makna salam tergambar bahwa nabi Ibrahim akan diberi kebahagiaan abadi di surga. Buah kejujurannya dalam mentaati Allah swt. (b) Makna lain dari kata <em>salamun</em> di atas adalah doa. Inilah doa yang paling agung. Karena makna doa selamat yang datang dari Allah adalah jaminan keselamatan yang pasti diberikan. Berbahagialah Ibrahim yang telah dijamin oleh Allah dengan keselamatan.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Keempat,</strong> Allah menggolongkan Ibrahim dan Ismail termasuk mereka yang berbuat ihsan (muhsin). Allah berfirman: <em>“Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”</em></p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ayat ini menunjukkan bahwa untuk mencapai derajat ihsan seorang hamba harus bersungguh-sungguh jujur menjalankan perintah Allah dan menjaui larangannya. Perhatikan bagaimana pengorbanan nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sehingga mencapai derajat ihsan. Dari sini nampak bahwa ihsan artinya kesungguhan beramal dan kesungguhan menjalankan perintah Allah, seberatapapun. Bahwa ihsan sangat menuntut pengorbanan. Bahwa pengorbanan itu harus dilakukan dengan jujur dan ikhlash (semata karena Allah swt). Nabi saw, bersabda: ihsan adalah kau tunduk kepada Allah seakan kau melihatNya kau yakin bahwa Dia melihatmu. Inilah kesungguhan yang jujur. Bayangkan bagaimana jika seseorang bekerja dikontrol oleh bosnya. Maka ia akan bersungguh-sungguh bekerja. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah contoh pribadi yang benar-benar mencapai kesadaran ihsan beramal. Dan Allah sendiri telah mendeklarasikan hal tersebut pada ayat di atas.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Kelima, </strong>Allah mendeklarasikan bahwa nabi Ibrahim adalah benar-benar hambaNya yang beriman. Allah berfirman: <em>Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. </em>inilah puncak pencapaian nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Yaitu mencapai tingkat kehambaan yang paling tinggi. Dalam AlQur’an, Allah swt. menyebutkan secara jelas hanya untuk orang-orang tertentu saja sebagai hambaNya. Diantaranya nabi Muhammad saw. seperti yang nampak pada pembukaan pada surah Al Isra’ dan Al Kahfi. Di sana Allah jelas menyebutkan kata hamba (abduhu). Dalam ayat di atas Allah menyebutkannya dengan jelas nabi Ibrahim sebagai hambaNya.ini menunjukkan bahwa tidak mudah untuk mencapai derajat kehambaan. Banyak orang yang menyatakan beriman kepada Allah, tetapi dalam perbuatannya tidak menghamba kepadaNya. Bahkan seringkali berani melanggar ajaranNya. Itulah rahasia mengapa Allah swt. stelah menggambarkan pengorbanan nabi Ibrahim, lalu menegaskan: <em>innahuu min ibaadinal mu’miniin.</em></p>



<p><br></p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fbercermin-kepada-nabi-ibrahim-langkah-menuju-kehambaan-sejati%2F&amp;linkname=Bercermin%20kepada%20Nabi%20Ibrahim%3A%20Langkah%20Menuju%20Kehambaan%20Sejati" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fbercermin-kepada-nabi-ibrahim-langkah-menuju-kehambaan-sejati%2F&amp;linkname=Bercermin%20kepada%20Nabi%20Ibrahim%3A%20Langkah%20Menuju%20Kehambaan%20Sejati" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fbercermin-kepada-nabi-ibrahim-langkah-menuju-kehambaan-sejati%2F&amp;linkname=Bercermin%20kepada%20Nabi%20Ibrahim%3A%20Langkah%20Menuju%20Kehambaan%20Sejati" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F29%2Fbercermin-kepada-nabi-ibrahim-langkah-menuju-kehambaan-sejati%2F&amp;linkname=Bercermin%20kepada%20Nabi%20Ibrahim%3A%20Langkah%20Menuju%20Kehambaan%20Sejati" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TAKWA : JALAN KEMENANGAN</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/28/takwa-jalan-kemenangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2020 21:52:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=2074</guid>

					<description><![CDATA[TAKWA : JALAN KEMENANGAN amirfath.com, Khutbah (02), Des 2020 &#8211; Setiap manusia wajib bertakwa kepada Allah. Sebab takwa artinya bersungguh-sungguh ikut Allah swt. Mengapa kita harus ikut Allah swt? Sebab Dialah pemilik alam semesta dan Dialah pemilik semua manusia. Sebagai makhluk yang berakal manusia harus mentaati aturanNya. Ibarat perususahaan siapapun yang terdaftar di dalamnya wajib [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading">TAKWA : JALAN KEMENANGAN</h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Khutbah (02), Des 2020</span></strong> &#8211; Setiap manusia wajib bertakwa kepada Allah. Sebab takwa artinya bersungguh-sungguh ikut Allah swt. Mengapa kita harus ikut Allah swt? Sebab Dialah pemilik alam semesta dan Dialah pemilik semua manusia. Sebagai makhluk yang berakal manusia harus mentaati aturanNya. Ibarat perususahaan siapapun yang terdaftar di dalamnya wajib ikut aturan yang telah ditetapkan.<br>Dalam Al Quran telah dipastikan beberapa kondisi kerena ketakwaan para hamba Allah swt : Pertama, Allah swt.memastikan bahwa syarat untuk ikut Al Quran adalah mempunyai kualitas takwa. Allah swt. berfirman dalam surah Al Baqarah 2 : ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين</p>



<p>Inilah Al Quran, tiada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Mengapa hanya yang bertakwa yang Allah sebutkan di sini? Mengapa Allah tidak menyebutkan petunjuk bagi orang yang beriman? Para ulama tafsir menjelaskan bahwa banyak mereka yang mengaku beriman kepada Al Quran, tetapi kenyataannya tidak ikut apa kata Al Quran. Lihatlah, mereka tidak takut berzina, korupsi, berbohong, menipu dan sebagainya. Padahal mereka tahu itu semua diharamkan dalam Al Quran. Di sihi kita mengerti mengapa Allah swt. hanya menyebutkan mereka yang bertawa? Sebab hanya mereka yang bertakwa itulah yang siap ikut aturan Al Quran secara utuh.</p>



<p>Kedua, Allah menegaskan bahwa syarat untuk menadapatkan kemenangan adalah harus bertakwa. Allah berfirman tentang kisah Nabi Musa as. : والعاقبة للمتقين<br>Dan kemenangan hanyalah bagi mereka yang bertakwa(QS. Al Araf 128) . Suatu hari Umar bin al Khaththab ra. pernah berpesan kepada pasukan Al Qadisyah : bertawalah kalian kepada Allah, sebab kalian ditolong oleh Allah swt. karena dosa-dosa musuh kalian. Maka apabila kalian melakukan dosa yang sama, kalian akan berhadapan dengan kekuatan musuh tanpa pertolongan dari Allah swt. Ini pesan yang sangat menentukan. Bahwa tidak mungkin sebauh kemenangan terjadi tanpa pertolongan Allah swt.</p>



<p>Ketiga, surga sebagai tempat kebahagaiaan abadi hanyalah dipersipakan begi mereka yang bertakwa. Dalam surah Ali Imran 133, Allah berfirman :<br>وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ<br>Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,<br>Dalam surah An Naba&#8217; 31, dipertegas lagi :<br>اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ<br>Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,</p>



<p>Generasi pertama umat ini menang karena mereka bertkwa. Padahal ketika itu mereka tidak memegang laptop, pesawat terbang Handphone dan sebagainya. Silahkan kita yang hidup di zaman akhir, dengan segala fasilitas teknologi yang canggih, itu semua tidak akan pernah mebantu keberkahan kita, tanpa kita bertakwa kepada Allah swt. (wallahu a&#8217;lam bishsowab).</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F28%2Ftakwa-jalan-kemenangan%2F&amp;linkname=TAKWA%20%3A%20JALAN%20KEMENANGAN" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F28%2Ftakwa-jalan-kemenangan%2F&amp;linkname=TAKWA%20%3A%20JALAN%20KEMENANGAN" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F28%2Ftakwa-jalan-kemenangan%2F&amp;linkname=TAKWA%20%3A%20JALAN%20KEMENANGAN" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F28%2Ftakwa-jalan-kemenangan%2F&amp;linkname=TAKWA%20%3A%20JALAN%20KEMENANGAN" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TAKWA MEMBANGUN PERSAUDARAAN</title>
		<link>https://amirfath.com/2020/12/28/takwa-membangun-persaudaraan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2020 11:04:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://amirfath.com/?p=1911</guid>

					<description><![CDATA[TAKWA MEMBANGUN PERSAUDARAAN amirfath.com, Khutbah (01), Des 2020 Allah swt. berfirman :يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وكونوا مع الصا دقينWahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bergabungkan dengan orang-orang yang jujur. (QS. At Taubah 119)Ayat ini menjelaskan agar orang beriman bertakwa. Tetapi yang menarik adalah perintah Allah swt. berikutnya : wa kuunuu ma&#8217;ashsshaadiqiin. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="has-text-align-center wp-block-heading">TAKWA MEMBANGUN PERSAUDARAAN</h1>



<p><strong><span style="color:#5c198c" class="has-inline-color">amirfath.com, Khutbah (01), Des 2020</span></strong> </p>



<p>Allah swt. berfirman :<br>يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وكونوا مع الصا دقين<br>Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bergabungkan dengan orang-orang yang jujur. (QS. At Taubah 119)<br>Ayat ini menjelaskan agar orang beriman bertakwa. Tetapi yang menarik adalah perintah Allah swt. berikutnya : wa kuunuu ma&#8217;ashsshaadiqiin. (bergabunglah dengan orang-orang yang jujur). Bahwa untuk membangun kualitas takwa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi :</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Iman yang jujur. Karena itu yang Allah panggil adalah orang-orang beriman. Sebab tidak cukup seorang hanya mengaku beriman. Melainkan harus membuktikan imannya secara nyata dalam bentuk perbuatan. Berupa ketaatan kepada Allah swt. menjauhi laranganNya dan bersung-sungguh mengajak orang lain agar ikut beriman. Seorang mukmin harus punya sikap karena telah tercelup dalam warna iman.<br>صبغة الله التي فطر الناس عليها<br>Celuoan Allah yang di atas fitrah itu Allah telah menciotakan manusia. ( QS. Al Baqarah : 138)<br>Seorang mukmin tidak boleh menjadi seperti orang plin-plan. Tidak jelas. Ikut-ikutan orang kafir. Warna yang paling kontras dari tampilan seorang mukmin adalah takwa. Sekalipun secara nyata orang-orang beriman itu membaur dalam pergaulan dunia tetapi ia berbeda karena prinsip-sprinsipnya yang jelas. Apa yang Allah halalkan ia lakukan dan apa yang Allah haramkan ia jauhi. Sebab agama Islam yang mereka anut bukan karangan mereka sendiri. Satu huruf pun mereka tidak boleh campur tangan dengan mengubah teks Al Quran dan Al Hadits sebagai buku panduannya.</li><li>Bertakwa, yang artinya berhati-hati dari dosa. Seorang mukmin pasti takut berbuat dosa. Ia yakin bahwa sekecil apapun dosa pasti nampak bagi Allah swt. :<br>فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره<br>Siapa berbuat baik sekecil zarrah pun, Allah pasti melihatnya, dan siapa berbuat buruk sekecil zarah pun Allah pasti melihatnya.(QS. Az Zalzalah 7-8)<br>Dalam ayat lain :<br>يعلم خائنة الأعين وما تخفي الصدور<br>Allah mengetahui kemana mata ini berkhianat dan Allah juga tahu apa yang tersembunyi dalam dad (QS. Ghafir 19)<br>Artinya tidak mungkin seseorang bersembunyi dari Allah swt. Kelak di hari Kiamat Allah langsung yang akan menghisab kita. Allah berfirman :<br>يوم يقوم الناس لرب العالمين<br>Pada hari itu orang-orang berdiri di hadapan Allah Pemilik alam semseta (QS. Almuthafifin : 6 )<br>Berdiri makasudnya mempertanggungjawabkan segala amal yang telah diperbuat selama di dunia.<br>Takwa artinya menyadari makna ini dengan sedalam-dalamnya. Bahwa tidak mungkin kita berpura-pura dengan Allah swt. Silahkan di dunia seseorang mengemas dosa dan kezalimannya dengan berbagai cara pencitraan. Boleh jadi banyak orang tidak tahu hakikatnya tetapi Allah swt. pasti mengetahui semua itu. Maka orang beriman yang bertakwa tidak mungkin berbuat zalim, melakukan dosa-dosa besar seperti membunuh, berzina, berbohong, menipu dan sebagainya. Inilah hakikat takwa yang sebenarnya.</li><li>Bergabung dengan orang-orang yang jujur. Dalam kata bergabung ada makna persaudaraan dan keberpihakan. Tidak mungkin seorang mukmin berbuat zalim pada sesama. Kepada orang lain yang beda iman saja tidak boleh apalagi kepada sesama beriman. Seorang mukmin adalah contoh peribadi yang menegakkan kedamaian. Dalam sejarah Islam, ketika umat ini memimpin seperempat dunia, tidak ada cerita bahwa satu tempat ibadah non muslim dihancurkan. Tidak ada rekaman bahwa satu non muslim diperlakukan secara tidak adil. Semua merassakan indahnya perdamaian dan kedamaian yang dicontohkan orang beriman. Bahkan mereka bersaksi bahwa kedamaian di bawah kepemimpinan orang-orang beriman telah membuat kereka terjamin. Sekarang kita menyaksikan kenyataan terbalik. Mereka berupaya mencontoh peradaban Islam di negar-negara mereka, sekalipun mereka tidak mengambil konsep imannya, sementara orang-orang beriman malah mempraktekkan kezaliman dan kediktatoran. Padahal seharusnya mereka tinggal mencontoh pendahulunya yang telah berhasil mengamalkan islam </li></ol>



<p>secara utuh dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara. Inilah makna ayat :<br>إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم واتقوالله لعلكم ترحمون<br>Sesungguhnya orang-orang beriman pasti bersaudara, maka hendaklah mereka melakukan perbaikan di antara sesama saudara kalian, dan bertakwalah agar kalian mendapatkan rahmat.<br>( QS. Al Hujrat : 10)</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F28%2Ftakwa-membangun-persaudaraan%2F&amp;linkname=TAKWA%20MEMBANGUN%20PERSAUDARAAN" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F28%2Ftakwa-membangun-persaudaraan%2F&amp;linkname=TAKWA%20MEMBANGUN%20PERSAUDARAAN" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F28%2Ftakwa-membangun-persaudaraan%2F&amp;linkname=TAKWA%20MEMBANGUN%20PERSAUDARAAN" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2020%2F12%2F28%2Ftakwa-membangun-persaudaraan%2F&amp;linkname=TAKWA%20MEMBANGUN%20PERSAUDARAAN" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 19/116 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 4/14 queries in 0.008 seconds using Redis

Served from: amirfath.com @ 2025-09-02 17:48:26 by W3 Total Cache
-->