<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel &#8211; Dr. Amir Faishol Fath</title>
	<atom:link href="https://amirfath.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://amirfath.com</link>
	<description>Pakar Tafsir Al-Quran &#38; CEO Fath Institute</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 May 2025 02:49:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.2</generator>
	<item>
		<title>Jangan Terkecoh Dosa</title>
		<link>https://amirfath.com/2025/05/05/jangan-terkecoh-dosa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 02:49:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3894</guid>

					<description><![CDATA[Jangan Terkecoh Dosa amirfath.com, Artikel (286),Mei 2025 Banyak orang menyangka ketika dimudahkan urusan dunianya, ia telah mencapai sukses. Padahal dalam hidupnya sehari-hari masih lebih menyukai dosa daripada ketaatan kepada Allah SWT. Ada seorang wanita yang baru saja insaf dan telah mulai memakai jilbab. Tidak lama setelah itu, usahanya bangkrut dan di saat yang sama ikatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading has-text-align-center">Jangan Terkecoh Dosa</h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><font style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0); vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">amirfath.com, Artikel </font></font><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">(286),</font>Mei <font style="vertical-align: inherit;">2025 </font></font></strong></mark></strong>Banyak orang menyangka ketika dimudahkan urusan dunianya, ia telah mencapai sukses. Padahal dalam hidupnya sehari-hari masih lebih menyukai dosa daripada ketaatan kepada Allah SWT.</p>



<p>Ada seorang wanita yang baru saja insaf dan telah mulai memakai jilbab. Tidak lama setelah itu, usahanya bangkrut dan di saat yang sama ikatan rumah tangganya hancur.</p>



<p>Dengan kejadian tersebut, ia mengambil kesimpulan bahwa jilbab yang dikenakan telah membawa bencana bagi usahanya. Akibatnya, ia kembali ke masa lalunya, bebas membuka aurat dan hidup dalam kemasiatan tanpa batas.</p>



<p>Teman-temannya segera memberikan nasihat agar tetap bertahan dalam ketaatan. Bahwa apa yang ia alami hanyalah ujian, bukan karena hijrahnya ke jalan yang benar.</p>



<p>Namun semua nasihat diabaikan.&nbsp;Ia tetap memilih jalan dosa sebab baginya inilah jalan yang telah mengatarkannya kepada kesuksesan dunia.</p>



<p>Surah al-An&#8217;am telah memberikan jawaban atas permasalahan ini. Bahwa sukses dunia yang ia capai, sebenarnya bukan sukses hakiki. Tetapi itu hanya DP (<em>down payment</em>) untuk membuatnya semakin mudah melengkapi dosa-dosanya.</p>



<p>Di saat itu &#8211;kata Allah&#8211; mereka lupa nasihat kebenaran (<em>Falammaa nasuu madzukkiruu bihii</em>) (QS&nbsp;al-An&#8217;am: 44). Maksudnya, berbagai peringatan tidak mempan lagi.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Mereka menutup telinga seperti kaumnya Nabi Nuh yang secara demonstratif menelungkupkan baju-baju ke atas kepala lalu menutupkan jari-jarinya ke telinga mereka supaya tidak bisa mendengar apa yang disampaikan Nabi Nuh.</p>
</blockquote>



<p>Mereka menutup telinga seperti kaumnya Nabi Nuh yang secara demonstratif menelungkupkan baju-baju ke atas kepala lalu menutupkan jari-jarinya ke telinga mereka supaya tidak bisa mendengar apa yang disampaikan Nabi Nuh (QS Nuh: 7).</p>



<p>Di sini, mereka berbuat dosa apa saja yang disukai nafsunya. Pada saat mereka berada di puncak dosa, Allah SWT datangkan kepada mereka hamburan dunia dengan segala kemewahannya (<em>Fatahnaa ‘alaihim abwaaba kulli syain</em>) (QS&nbsp;al-An&#8217;am: 44).</p>



<p>Kata &#8220;<em>fathanaa&#8221;</em>&nbsp;(Kami membuka) ini bukti bahwa Allah-lah yang membuka kemudahan dunia itu, bukan kehebatan mereka. Hanya saja mereka salah paham dengan beranggapan bahwa limpahan harta itu adalah sukses yang mereka capai.</p>



<p>Padahal tidak demikian, melainkan sebagai&nbsp;<em>istidraaj</em>&nbsp;(<em>Sanastadrijuhum min haitsu laa ya’lamuun</em>) (QS&nbsp;al-Qalam: 44).</p>



<p>Di sini, Allah SWT menyebutkan keterangan &#8220;<em>min haitus laa ya’lamuun&#8221;</em>&nbsp;(Tanpa mereka mengetahuinya). Maksudnya, mereka tidak tahu bahwa gelimang harta yang dicapai bersamaan dengan dosa-dosa yang mereka perbuat, sebenarnya adalah tahapan untuk mengantarkan mereka ke lubang azab yang pedih.</p>



<p>Karena itu, pada ayat berikutnya, Allah SWT menggambarkan bahwa justru nanti pada saat mereka sedang bersenang-senang dengan dosa, azab yang telah Allah SWT persiapkan seketika akan datang menimpa (<em>Hattaa idzaa farihuu bimaa uutuu akhadznaahum baghtatan faidzaa hum mublisuun</em>) (QS&nbsp;al-An&#8217;am: 44).</p>



<p>Kata &#8220;<em>farihuu&#8221;</em>&nbsp;(bersenang-senang) menunjukkan bahwa datangnya azab itu bukan di saat mereka sulit, melainkan justru&nbsp;ketika mereka sedang bersenang-senang terlena dalam gemerlap dosa.</p>



<p>Kata &#8220;<em>bimaa uutuu&#8221;</em>&nbsp;(apa yang mereka dapatkan) berupa kekayaan dan kemewahan harta, itu sebenarnya sengaja Allah SWT berikan bukan sebagai karunia kesuksesan melainkan sebagai fasilitas untuk memudahkan jalan dosa yang mereka inginkan.</p>



<p>Kata &#8220;<em>akhadznaa&#8221;</em>&nbsp;(Kami mengazab) menunjukkan kemurkaan-Nya, karena Allah SWT langsung yang turun tangan untuk mengazab.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Kata &#8220;bimaa uutuu&#8221; (apa yang mereka dapatkan) berupa kekayaan dan kemewahan harta, itu sebenarnya sengaja Allah SWT berikan bukan sebagai karunia kesuksesan melainkan sebagai fasilitas untuk memudahkan jalan dosa yang mereka inginkan.</p>
</blockquote>



<p>Kata &#8220;<em>baghtatan&#8221;</em>&nbsp;(secara tiba-tiba) menggambarkan bahwa azab yang Allah SWT turunkan tidak kenal kompromi dan tidak di sangka-sangka serta akan menimpa siapa saja yang Dia kehendaki.</p>



<p>Surah al-An’am tema pokoknya adalah hakikat tauhid.&nbsp;Bahwa tidak ada yang pantas dituhankan di muka bumi kecuali Allah SWT.</p>



<p>Diturunkan kepada Rasulullah&nbsp;SAW sekaligus langsung satu surah, untuk menunjukkan keagungannya sebagai satu kesatuan tak terpisahkan.</p>



<p>Berbeda dengan surah-surah lainnya yang tergolong&nbsp;<em>ath thiwal</em>&nbsp;(surah-surah panjang) yang diturunkan secara terpencar antar bagiannya, surah al An’am benar-benar istimewa diturunkan secara lengkap dalam satu malam.</p>



<p>Di saat yang sama di malam itu, sejumlah&nbsp;70 ribu malaikat turun dengan suaranya yang bergema memekikkan tasbih mengiringi turunnya surah al-An&#8217;am.</p>



<p>Memang tujuan pokok surah ini adalah meneriakkan hakikat tauhid dan menolak segala bentuk kemusyrikan, termasuk membantah kaum atheis dan orang-orang yang menolak patuh kepada-Nya.</p>



<p>Biasanya mereka menjadi atheis atau kafir karena terkecoh oleh gemerlap materialisme yang diraih. Mereka merasa cukup dengan gelimang benda-benda itu sebagai bekal hidup tanpa Allah SWT. Padahal, mereka sedang terpedaya dalam kesementaraan.</p>



<p>Surah al-An&#8217;am hadir untuk memberikan jawaban telak atas keterkecohan mereka dalam gemerlap materialisme supaya mereka tersadar dan kembali ke jalan tauhid.</p>



<p><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">sumber :</font></font> <a href="https://republika.id/posts/57734/jangan-terkecoh-dosa">https://republika.id/posts/57734/jangan-terkecoh-dosa</a></p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2025%2F05%2F05%2Fjangan-terkecoh-dosa%2F&amp;linkname=Jangan%20Terkecoh%20Dosa" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2025%2F05%2F05%2Fjangan-terkecoh-dosa%2F&amp;linkname=Jangan%20Terkecoh%20Dosa" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2025%2F05%2F05%2Fjangan-terkecoh-dosa%2F&amp;linkname=Jangan%20Terkecoh%20Dosa" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2025%2F05%2F05%2Fjangan-terkecoh-dosa%2F&amp;linkname=Jangan%20Terkecoh%20Dosa" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fondasi Mendidik Anak pada Era Digital Ala Ustaz Amir Faishol Fath</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/11/19/fondasi-mendidik-anak-pada-era-digital-ala-ustaz-amir-faishol-fath/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Nov 2023 23:15:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3887</guid>

					<description><![CDATA[Fondasi Mendidik Anak pada Era Digital&#160;Ala&#160;Ustaz Amir Faishol Fath amirfath.com, Artikel (284),November 2023 Bagi banyak orang tua, mendidik anak pada era digital, terasa lebih menantang dibanding pada era sebelumnya. Namun, menurut Juri Hafidz Indonesia Ustaz Dr Amir Faishol Fath, sejatinya cara mendidik anak pada zaman digital sama saja dengan cara mendidik anak pada zaman jahiliyah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading has-text-align-center">Fondasi Mendidik Anak pada Era Digital&nbsp;<em>Ala</em>&nbsp;Ustaz Amir Faishol Fath</h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><font style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0); vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">amirfath.com, Artikel </font></font><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">(284),</font>November <font style="vertical-align: inherit;">2023</font></font></strong></mark></strong> Bagi banyak orang tua, mendidik anak pada era digital, terasa lebih menantang dibanding pada era sebelumnya. Namun, menurut Juri Hafidz Indonesia Ustaz Dr Amir Faishol Fath, sejatinya cara mendidik anak pada zaman digital sama saja dengan cara mendidik anak pada zaman jahiliyah.</p>



<p>Menurut dia, tidak ada yang berubah.&nbsp;“Manusianya sama, itu-itu juga. Tidak ada yang berubah,” ujar Ustaz Amir dalam acara&nbsp;<em>talkshow</em>&nbsp;keluarga Barakah Parenthood in Digital Era, Islamic Book Fair 2023, di Jakarta, Ahad (24/9/2023).&nbsp;</p>



<p>Fondasi utama dalam mendidik anak, Ustaz Amir mengungkapkan, adalah membangun tauhid. Orang tua mengajarkan anak bergantung kepada Allah, mengingat&nbsp;<em>minallah, lillah,</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>ilallah</em>.&nbsp;“Anakku kamu dari Allah, kamu tidak ada tanpa Allah, maka kamu harus berbuat untuk Allah, lillah. Maka kamu akan menghadap Allah, ilallah. Nanti kamu akan bertemu Allah dan kamu akan dimintai pertanggung jawaban,” kata Pakar Tafsir Alquran ini.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://youtube.com/watch?v=pOoT8uVvj60%3Fsi%3D2ECLJdaUModkQ7v-
</div></figure>



<p>Setelah fondasi utama itu dibangun, Ustaz Amir melanjutkan, anak mau berhadapan dengan apa pun, misalnya digital ataupun nondigital, maka dia akan aman. Sebab, anak tersebut sudah memiliki fondasi iman yang kuat.&nbsp;</p>



<p>Selain itu, Ustaz Amir menceritakan, pada zaman jahiliyah Nabi Muhammad SAW hidup seperti anak remaja pada umumnya. Nabi Muhammad SAW pernah ingin menonton pesta pernikahan pada zaman jahiliyah, yang tentunya banyak hal yang membuka aurat di pesta tersebut.&nbsp;</p>



<p>Nabi Muhammad SAW sudah hadir di tempat itu. Tetapi begitu sampai, Nabi Muhammad SAW tertidur dan tidak bangun kecuali setelah matahari terbit dan sudah tidak ada orang sama sekali.&nbsp;</p>



<p>Hari berikutnya ada pesta itu lagi. Nabi Muhammad SAW ingin hadir kembali. Kemudian, Nabi Muhammad SAW tertidur lagi sampai matahari terbit.&nbsp;</p>



<p>Di balik kisah itu, Ustaz Amir mengungkapkan kalau ada tontonan di media sosial atau hal yang mengajak kepada dosa, anak jangan dimudahkan untuk memegang ponsel pintar.&nbsp; “Dikontrol, jangan dibebaskan, jangan kemudian dia disuruh nonton terus, sehingga boleh pegang itu, pegang ini, nonton ini, nonton itu, jangan. Jangan semua setiap hari pegang HP kecuali sudah dewasa,” katanya.</p>



<p>CEO Fath Institute ini juga menambahkan sudah dewasa juga harus dijaga imannya.&nbsp;“Anak remaja ini jangan kemudian boleh melihat apa saja, ingat bahwa kamu akan dihisab oleh Allah dan kamu akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Jadi, sama saja pokoknya namanya digital atau tidak, biasakan anak ini untuk mengontrol diri,” ujar Ustaz Amir menjelaskan.&nbsp;</p>



<p>Di sisi lain, Ustaz Amir menyarankan untuk mengajari anak tentang sisi positif digital. Ustaz Amir memberi contoh dirinya bersama anak-anak Hafidz Indonesia.&nbsp;Dia menyebutkan banyak dari mereka yang belum bisa membaca Alquran.</p>



<p>Meski begitu, anak-anak tersebut bisa hafal Alquran, karena mereka diperdengarkan Alquran oleh bapak dan ibunya menggunakan&nbsp;<em>handphone</em>&nbsp;sehingga dengan mudah mereka menjadi penghafal Alquran.&nbsp;“‘<em>Kok</em>&nbsp;bisa pak ustaz, belum bisa baca hafal Alquran? Bisa. Pada zaman Nabi belum ada Alquran, belum tertulis, Nabi hafal Alquran pakai pendengaran,” katanya.&nbsp;</p>



<p>Jadi anak yang belum bisa membaca Alquran, Ustaz Amir menuturkan, biasakan mendengarkan Alquran secara digital sehingga dia hafal. Caranya adalah dengan bertahap.&nbsp;Misalnya, setiap satu ayat diulang-ulang sampai 100 kali sehingga anak kemudian hafal karena dalam penelitian bahwa setiap data yang diulang sampai 40 kali minimal, maka dia akan pindah dari otak kanan ke otak kiri.</p>



<p>Ketika diulang 500 kali maka itu akan melekat di otak kiri dan tidak akan lupa. Lalu, ketika diulang 1.000 kali, maka anak menjadi hafal seumur hidup.&nbsp;“Jadi menghafal ya begitu, digital membantu untuk bisa hafal. Bapak-ibunya hadir,” ujarnya.</p>



<p>Terakhir, Ustaz Amir juga berpesan kepada orang tua jangan asal memberikan ponsel kepada anak supaya mereka anteng. Itu bukan ibu-bapak yang baik. Bagi Ustaz Amir, ibu-bapak yang baik adalah yang mengontrol anaknya.</p>



<p>“Kalau ada seorang Ibu tidak rela ‘Pak Ustaz Aku tidak rela anakku kecelakaan, aku tidak rela jangan sampai anakku pecah otaknya, dijaga, dirawat’.&nbsp;<em>Nah</em>&nbsp;sama saja bu, ibu&nbsp;<em>ngasih</em>&nbsp;HP ‘Ini Nak HP, sana main’, ibu sama, dia telah menghancurkan anak sehingga anak ini menjadi rusak otaknya dan tidak bisa cerdas,” kata Ustaz Amir.</p>



<p>Menurut dia, sebaiknya&nbsp;gunakan teknologi digital sebagai sarana untuk menjadi kebaikan. Termasuk menjadi sarana penghafal Alquran dan itu sudah banyak buktinya.</p>



<p><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">sumber :</font></font> https://www.republika.id/posts/45870/fondasi-mendidik-anak-pada-era-digital-ala-ustaz-amir-faishol-fath</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Ffondasi-mendidik-anak-pada-era-digital-ala-ustaz-amir-faishol-fath%2F&amp;linkname=Fondasi%20Mendidik%20Anak%20pada%20Era%20Digital%C2%A0Ala%C2%A0Ustaz%20Amir%20Faishol%20Fath" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Ffondasi-mendidik-anak-pada-era-digital-ala-ustaz-amir-faishol-fath%2F&amp;linkname=Fondasi%20Mendidik%20Anak%20pada%20Era%20Digital%C2%A0Ala%C2%A0Ustaz%20Amir%20Faishol%20Fath" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Ffondasi-mendidik-anak-pada-era-digital-ala-ustaz-amir-faishol-fath%2F&amp;linkname=Fondasi%20Mendidik%20Anak%20pada%20Era%20Digital%C2%A0Ala%C2%A0Ustaz%20Amir%20Faishol%20Fath" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Ffondasi-mendidik-anak-pada-era-digital-ala-ustaz-amir-faishol-fath%2F&amp;linkname=Fondasi%20Mendidik%20Anak%20pada%20Era%20Digital%C2%A0Ala%C2%A0Ustaz%20Amir%20Faishol%20Fath" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ustaz Amir Faishol Fath, Raih Berkah Bulan Alquran</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/11/19/ustaz-amir-faishol-fath-raih-berkah-bulan-alquran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Nov 2023 23:14:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3885</guid>

					<description><![CDATA[Ustaz Amir Faishol Fath, Raih Berkah Bulan Alquran amirfath.com, Artikel (283),November 2023 Para ulama menggelari Ramadhan sebagai Syahr al-Qur’an. Predikat tersebut tidak hanya berarti bahwa Alquran diturunkan pada bulan nan suci ini. Dengan sebutan itu, mereka mengajak umat Islam untuk sebaik mungkin meningkatkan interaksi dengan Kitabullah. Pengasuh Pondok Pesantren Fath Sukawangi, Bogor, Jawa Barat, Ustaz Amir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading has-text-align-center">Ustaz Amir Faishol Fath, Raih Berkah Bulan Alquran</h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><font style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0); vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">amirfath.com, Artikel </font></font><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">(283),</font>November <font style="vertical-align: inherit;">2023</font></font></strong></mark></strong> Para ulama menggelari Ramadhan sebagai <em>Syahr al-Qur’an</em>. Predikat tersebut tidak hanya berarti bahwa Alquran diturunkan pada bulan nan suci ini. Dengan sebutan itu, mereka mengajak umat Islam untuk sebaik mungkin meningkatkan interaksi dengan Kitabullah.</p>



<p>Pengasuh Pondok Pesantren Fath Sukawangi, Bogor, Jawa Barat, Ustaz Amir Faishol Fath, mengatakan, kemuliaan Ramadhan tidak terlepas dari Alquran. Ia pun mengimbau kaum Muslimin untuk berlomba-lomba membaca, mengkhatamkan, menghafal, serta merenungi ayat-ayat suci.</p>



<p>“Disebut&nbsp;<em>Syahr al-Qur’an&nbsp;</em>karena Allah berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 185, yang menegaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran,” ujar ahli ilmu tafsir Alquran itu.</p>



<p>Menurut Ustaz Amir, kesempatan di sepanjang bulan Ramadhan ini seharusnya dimanfaatkan setiap Muslim untuk bisa lebih bersahabat dengan Alquran. Dai kelahiran Pulau Madura itu mengingatkan, salah satu rukun iman adalah mempercayai kitab-kitab Allah. Salah satunya adalah Alquran.</p>



<p>Lantas, bagaimana cara membuktikan keimanan terhadap Alquran? Lebih jauh lagi, bagaimana meraih keberkahan selama Ramadhan dengan Alquran? Kaitannya dengan malam Lailatul Qadar seperti apakah? Untuk menjawabnya, berikut wawancara yang dilakukan wartawan&nbsp;<em>Republika</em>,&nbsp;<strong>Muhyiddin</strong>, bersama dengan pemimpin lembaga Fath Institute of Islamic Research ini, beberapa waktu lalu.</p>



<p><strong>Bagaimana pendapat Anda mengenai predikat Ramadhan sebagai&nbsp;<em>Syahr al-Qur’an</em>?</strong></p>



<p>Ya, bulan suci Ramadhan disebut sebagai&nbsp;<em>Syahr al-Qur’an</em>. Sebab, Allah SWT berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 185, “<em>Syahru Ramadhaanalladziii unzila fiihil Qur&#8217;aan</em>.” Artinya, “Bulan Ramadan adalah yang di dalamnya diturunkan Alquran.”</p>



<p>Nah, menariknya, di dalam Alquran ketika menyebut tentang puasa Allah tidak memakai kata&nbsp;<em>Ramadhan</em>. Allah hanya menggunakan&nbsp;<em>at-ta&#8217;rif</em>, yang menunjukkan makna definitif bahwa yang dimaksudkan-Nya adalah puasa Ramadhan.</p>



<p>Di situ, Allah cukup berfirman, “<em>Kutiba &#8216;alaikumush shiyam</em>.” Namun, ketika Allah menyebutkan kata&nbsp;<em>Alquran</em>, langsung disebut-Nya&nbsp;<em>Ramadhan</em>, yaitu ayat ke-185 dari surah al-Baqarah.</p>



<p><strong>Apa makna di balik perbedaan itu?</strong></p>



<p>Ya, mengapa yang satu menggunakan kata&nbsp;<em>Ramadhan&nbsp;</em>dan yang lainnya tidak? Sebab, kalau puasa (wajib) semua orang sudah mengetahui bahwa pasti maksudnya adalah puasa Ramadhan. Namun, banyak orang yang tidak tahu bahwa Ramadhan adalah bulan Alquran.</p>



<p>Maka, seharusnya pada saat berpuasa otomatis seorang Mukmin mendekatkan diri dan bersahabat dengan Alquran. Jadi, pada bulan Ramadhan jangan hanya berpuasa. Sebab, seperti ditegaskan dalam firman-Nya, justru saat Ramadhan kita bisa meraih keberkahan dan meningkatkan rasa syukur ketika memperbanyak baca Alquran.</p>



<p>Itulah mengapa, pada penutup surah al-Baqarah ayat 185 Allah menyebutkan, “<em>Wala ‘allakum tasykuruun</em>.” Artinya, ‘agar kamu (Mukminin) bersyukur.’ Berarti, seorang dianggap mensyukuri nikmat Ramadhan ketika ia bersama Alquran. Inilah salah satu makna Ramadhan sebagai&nbsp;<em>Syahr al-Qur’an</em>.</p>



<p>Kesimpulannya, Ramadhan disebut&nbsp;<em>Syahr al-Qur’an&nbsp;</em>karena di dalamnya permulaan Alquran diturunkan. Kemudian, Ramadhan juga menjadi mulia karena Alquran. Seandainya Allah tidak menurunkan Alquran pada Ramadhan, maka bulan tersebut tidak akan semulia ini.</p>



<p><strong>Apa saja bentuk kedekatan seorang Muslim dengan Alquran selama Ramadhan ini?</strong></p>



<p>Ada beragam. Tentunya, salah satunya adalah ketika seorang Muslim mengkhatamkan Alquran. Saya kira, dengan begitu ia sebenarnya baru saja menjalankan salah satu kewajiban di antara sekian banyak (kewajiban) sebagai konsekuensi imannya kepada Alquran.</p>



<p>Kita tahu, rukun iman itu ada enam perkara. Di antaranya adalah beriman kepada kitab-kitab Allah. Nah, di antara kitab Allah itu adalah Alquran.</p>



<p><strong>Bagaimana konkretnya pembuktian iman itu?</strong></p>



<p>Cara membuktikan iman kepada Alquran itu ada lima hal. Pertama adalah tilawah atau membaca. Kedua,&nbsp;<em>al-hafzu&nbsp;</em>yakni menghafal. Ketiga,&nbsp;<em>al-fahmu</em>, memahami. Keempat,&nbsp;<em>al-amal&nbsp;</em>yaitu mengamalkan pesannya. Yang kelima adalah&nbsp;<em>ad-dakwah</em>, yaitu mengajak orang kepada Alquran.</p>



<p>Jadi, membaca itu adalah salah satu dari kewajiban untuk membuktikan imannya seseorang kepada Alquran. Paham atau tidak paham, ketika ia membaca Alquran, otomatis akan langsung dihitung sebagai ibadah. Seperti disampaikan Nabi SAW, pembaca Alquran akan mendapatkan pahala per huruf (yang dibaca).</p>



<p>Jadi, itulah rahasia ibadah membaca Alquran. Dengan membacanya saja, itu sudah menjadi sesuatu yang sangat sakral, utamanya sebagai ibadah pada bulan Ramadhan ini. Makanya, para ulama, baik yang sibuk mengajar, memberi tahu kepada murid-muridnya untuk berhenti mengajar ketika sudah datang Bulan Alquran atau bulan Ramadhan.</p>



<p>Mereka meminta izin supaya bisa fokus kepada Alquran. Makanya, tidak heran kalau ada riwayat yang menyebutkan, Imam Syafii mengkhatam Alquran sebanyak 60 kali setiap Ramadhan.</p>



<p>Jadi, seperti itulah para ulama dahulu. Mereka benar-benar bersahabat dengan Alquran. Mereka fokus kepada ibadah tilawah atau membacanya. Adapun ibadah memahami atau mendalaminya itu biasanya banyak dilakukan di luar Ramadhan.</p>



<p><strong>Apa saja hikmah tadabur Alquran?</strong></p>



<p>Bagi orang yang sudah belajar bahasa Arab, mengerti ilmu tafsir dan fikih, maka setiap ia membaca Alquran otomatis juga akan melakukan tadabur. Maka, semakin ia banyak membaca Alquran, kian banyak pula mendapatkan ilmu baru. Aquran ajaibnya di situ.</p>



<p>Saya mengatakan ini bukan karena saya sudah selevel ulama. Namun, saya sering belajar ilmu tafsir Alquran. Saya itu setiap membaca satu halaman juga selalu menemukan hal baru dari Alquran. Menemukan makna baru yang belum pernah disadari saya sebelumnya.</p>



<p>Jadi, ketika membaca ayat-ayat tentang Ramadhan, misalnya, saya sebenarnya sudah membaca berkali-kali semua tafsirnya. Namun, saya selalu menemukan makna baru yang belum pernah saya temukan di tafsir.</p>



<p>Misalnya, ketika saya membaca surah al-Baqarah ayat 183 sampai 187 tentang Ramadhan. Saya menemukan, ternyata ini satu paket. Jadi, ayat ke-183 itu dibuka dengan “<em>Kutiba ‘alaikumush shiyaam</em>” dan ditutup dengan “<em>La ‘allakum tattaquun</em>.” Penutup ayatnya adalah tentang iktikaf, yang ditutup dengan “<em>La ‘allakum yattaquun</em>.”</p>



<p>Jadi, kegiatan puncak Ramadhan itu sebetulnya adalah iktikaf. Itu sudah satu paket dari Allah. Nah, inilah yang tidak pernah dibahas dalam umumnya buku-buku tafsir. Selama ini, yang dibahas hanyalah tentang “<em>Kutiba ‘alaikumush shiyaam</em>.”</p>



<p><strong>Menurut Anda, apa tafsiran tentang iktikaf pada penutup ayat tentang Ramadhan itu?</strong></p>



<p>Setelah saya merenungkan betapa indahnya Ramadhan, lalu mengapa iktikaf dibahas pada bagian penutup (ayat)? Sebab, berarti memang pada praktiknya Nabi Muhammad SAW pada 10 malam terakhir Ramadhan itu beriktikaf. Nabi SAW seumur hidupnya selalu beriktikaf pada bulan Ramadhan. Pada tahun Nabi SAW wafat, beliau juga beriktikaf 20 hari lamanya.</p>



<p>Ini yang belum pernah saya temukan di buku-buku tafsir manapun. Ini benar-benar dari hasil tadabur tadi, dan subhanallah ternyata iktikaf merupakan acara puncak Ramadhan. Makanya, Allah langsung tutup (ayat itu) dengan “<em>La ‘allakum yattaquun</em>,”yaitu agar kamu (Mukminin) mencapai puncak takwa.</p>



<p>Inilah yang namanya tadabur. Kita tidak sekadar membaca Alquran, tetapi juga mengulang-ulang pencarian makna dalam Alquran.</p>



<p><strong>Pada bulan Ramadhan, umat Islam juga selalu memperingati Nuzulul Qur’an. Apa saja nasihat Anda mengenai hal ini?</strong></p>



<p>Tanggal turunnya Alquran memang menurut keterangan yang masyhur itu terjadi pada 17 Ramadhan. Sekalipun demikian, banyak kemudian pendapat-pendapat lain. Lalu, tanggal itu dihubungkan dengan turunnya Alquran pada Malam Lailatul Qadar.</p>



<p>Dari hasil penelitian saya dari melakukan&nbsp;<em>tarjih</em>, Alquran memang turun dua kali. Pertama, turun sekaligus dari&nbsp;<em>Lauhul Mahfuz&nbsp;</em>ke langit dunia. Itu terjadi pada malam Lailatul Qadar. Inilah makna ayat surah al-Qadr, “<em>Innaa anzalnaahu fii Lailatil Qadr</em>.”</p>



<p>Adapun turunnya Alquran secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW, yang dimulai dengan surah al-Alaq ayat satu hingga lima itu, terjadi pada 17 Ramadhan. Setelah itu, kemudian turun surah al-Qalam. Giliran yang ketiga, turun surah al-Muzzammil. Adapun yang keempat adalah surah al-Muddassir.</p>



<p>Maka saya ingin mengajak teman-teman untuk mencoba merenungi proses turunnya Alquran ini. Perhatikan, ketika pertama kali diturunkan ada perintah untuk mencari ilmu, yaitu “<em>Iqra’</em>.” Kemudian, turun surah al-Qalam (menulis) yang menunjukkan bahwa ilmu itu harus ditulis.</p>



<p>Setelah itu, Allah kemudian menurunkan surah al-Muzzammil, yang mengandung perintah untuk&nbsp;<em>qiyamul lail&nbsp;</em>atau shalat malam. Setelah itu, barulah kemudian Allah turunkan surah al-Muddassir, yaitu perintah untuk berdakwah.</p>



<p><strong>Adakah konsekuensi untuk seorang Muslim yang tidak membaca Alquran pada bulan Ramadhan?</strong></p>



<p>Ketika Allah berfirman, “<em>Syahru Ramadhaanalladziii unzila fiihil Qur&#8217;aan</em>,” maka Dia mengisyaratkan bahwa kemuliaan Ramadhan disebabkan oleh Alquran. Maka, ketika seseorang tidak membaca Alquran pada bulan Ramadhan, ia seperti tidak kebagian apa-apa selama bulan suci kecuali rasa lapar dan haus.</p>



<p>Karena itu, jika ingin puasanya lebih bermakna, harus bersama Alquran. Ketika seseorang bersama Alquran selama Ramadhan, ia telah bersungguh-sungguh memuliakan Ramadhan dengan Alquran. Itu sekaligus pula memuliakan dirinya sendiri sebagai&nbsp;<em>ahlul Qur’an</em>. Ia akan kebagian indahnya Ramadhan bersama Alquran.</p>



<p>Makanya ketika Allah berfirman dalam surah al-Baqarah ayat ke-185, di situ Allah menutup ayatnya dengan&nbsp; “<em>Wala ‘allakum tasykuruun</em>,” yaitu agar engkau (Mukminin) bersyukur. Jadi, seakan-akan Allah mengatakan bahwa kalau engkau ingin mensyukuri nikmat Ramadhan, bersahabatlah dengan Alquran.</p>



<p>Bahkan, berdasarkan hasil tadabur saya, malam Lailatul Qadar berkaitan dengan Alquran, yaitu “<em>Innaa anzalnaahu fii Lailatil Qadr</em>.” Berarti, kalau kita ingin mendapatkan Lailatul Qadar, jangan lepas dari Alquran.</p>



<p>Maka, hendaklah kita menjadi <em>ahlul Qur’an</em>. Dalam hadis, dikatakan bahwa orang-orang atau keluarga yang bersama Alquran adalah istimewa dalam pandangan Allah. Mereka adalah orang-orang yang berhak mendapatkan bonus Ramadhan, yaitu Lailatul Qadar. Itulah hasil tadabur yang saya dapatkan. Semoga Allah memberkahi.</p>



<p>‘<strong>Ulama Ajarkan Khataman Tiga Kali</strong>’</p>



<p>Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” Hadis itu rupanya menjadi prinsip hidup Ustaz Amir Faishol Fath. Keseharian dai tersebut tidak terlepas dari tadabur Alquran.</p>



<p>Menurut mubaligh kelahiran Pulau Madura itu, salah satu kenikmatan hidup adalah memiliki waktu untuk banyak-banyak membaca Alquran. Lebih lezat lagi apabila tadarus itu dilakukan dalam perjalanan dakwah.</p>



<p>“Sebelumnya, saya ke Bali, kemudian ke Yogyakarta, dan sekarang ke Depok. Alhamdulillah, saya setiap hari, baik di mobil atau pesawat dan lain-lain, selalu membaca Alquran semampunya supaya saya enggak putus (dengan Alquran &#8211;Red),” ujar Ustaz Amir kepada&nbsp;<em>Republika</em>, baru-baru ini.</p>



<p>Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan kini pakar ilmu tafsir itu memiliki agenda dakwah yang cukup padat. Namun, ia selalu menyempatkan waktu untuk mengaji. Ustaz Amir menargetkan dirinya dapat khatam Alquran sebanyak tiga kali. “Dan itu yang diajarkan oleh para ulama,” ucap CEO Fath Institute tersebut.</p>



<p>Ia menuturkan, pada zaman salaf terdapat ulama yang menamatkan bacaan Alquran sebanyak tiga kali. Lantas, seorang murid bertanya, mengapa khatam sebanyak itu. Sang alim pun menjawab, khatam Alquran yang pertama diperuntukkan bagi almarhum ayahnya. Khataman kedua untuk almarhum ibunya. Adapun yang terakhir untuk dirinya sendiri.</p>



<p>“Alhamdulillah di Ramadhan ini sesibuk apa pun saya juga berusaha mencapai seperti itu,” ucapnya.</p>



<p>Ustaz yang akrab disapa Abi Amir ini lahir di Sumenep, pada tahun 1967. Pernah&nbsp;<em>mondok&nbsp;</em>di Pesantren al-Amien Prenduan, Madura. Pendidikan tinggi ditempuhnya di International Islamic University (IIU) Islamabad, Pakistan. Dari sana pula dirinya berhasil meraih gelar doktor bidang tafsir Alquran. Hingga tahun 2004, dirinya mengajar di kampus almamaternya itu.</p>



<p>Sejak 2005, Ustaz Abi Amir kembali ke Indonesia. Sempat menjadi dosen Sastra Arab di UIN Syarif Hidayatullah, ia kemudian mengajar di STID Dirosat Islamiyah al-Hikmah Jakarta.</p>



<p>Selain sibuk berdakwah, pada Ramadhan tahun ini Ustaz Amir juga disibukkan dengan mengisi perkuliahan serta menulis karya di berbagai jurnal ataupun media massa. Pengasuh Pondok Pesantren Fath Sukawangi Bogor itu juga rutin membimbing para santrinya, khususnya dalam pengajian kitab&nbsp;<em>Bidayatul Hidayah&nbsp;</em>karya Imam Ghazali.</p>



<p>“Karena kitab itu berisi pendidikan akhlak untuk membangun pribadi yang saleh dalam beribadah kepada Allah,” jelasnya.</p>



<p><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">sumber :</font></font> <a href="https://republika.id/posts/47373/visi-risalah-kenabian-dan-palestina">https://www.republika.id/posts/27327/ustaz-amir-faishol-fath-raih-berkah-bulan-alquran</a></p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Fustaz-amir-faishol-fath-raih-berkah-bulan-alquran%2F&amp;linkname=Ustaz%20Amir%20Faishol%20Fath%2C%20Raih%20Berkah%20Bulan%20Alquran" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Fustaz-amir-faishol-fath-raih-berkah-bulan-alquran%2F&amp;linkname=Ustaz%20Amir%20Faishol%20Fath%2C%20Raih%20Berkah%20Bulan%20Alquran" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Fustaz-amir-faishol-fath-raih-berkah-bulan-alquran%2F&amp;linkname=Ustaz%20Amir%20Faishol%20Fath%2C%20Raih%20Berkah%20Bulan%20Alquran" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Fustaz-amir-faishol-fath-raih-berkah-bulan-alquran%2F&amp;linkname=Ustaz%20Amir%20Faishol%20Fath%2C%20Raih%20Berkah%20Bulan%20Alquran" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Visi Risalah Kenabian dan Palestina</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/11/19/visi-risalah-kenabian-dan-palestina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Nov 2023 23:08:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3883</guid>

					<description><![CDATA[Visi Risalah Kenabian dan Palestina amirfath.com, Artikel (282),November 2023 Tampak sekali bahwa visi risalah kenabian ada hubungannya dengan Palestina dan Masjid al-Aqsha yang ada di dalamnya. Dalam surah al-Isra ayat 1, Allah SWT menggandeng antara Masjid al-Haram di Makkah dengan Masjid al-Aqsha dalam satu ayat. &#8220;Subhaanallazdii asraa bi’abidhii lailan minal misjidil haram ilal masjidil aqshalladzii baaraknaa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading has-text-align-center">Visi Risalah Kenabian dan Palestina</h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><font style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0); vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">amirfath.com, Artikel </font></font><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">(282),</font>November <font style="vertical-align: inherit;">2023</font></font></strong></mark></strong> Tampak sekali bahwa visi risalah kenabian ada hubungannya dengan Palestina dan Masjid al-Aqsha yang ada di dalamnya. Dalam surah al-Isra ayat 1, Allah SWT menggandeng antara Masjid al-Haram di Makkah dengan Masjid al-Aqsha dalam satu ayat.</p>



<p>&#8220;Subhaanallazdii asraa bi’abidhii lailan minal misjidil haram ilal masjidil aqshalladzii baaraknaa haulahu&#8221;. Ayat ini menggambarkan tentang peristiwa agung, yaitu Isra dan Miraj Rasulullah&nbsp;SAW.&nbsp;Allah SWT memberangkatkan Rasul-Nya dari Masjid al-Haram di Makkah ke Masjid al-Aqsha di Palestina.</p>



<p>Lalu setelah itu, Allah SWT menaikkannya ke langit lapis ke tujuh,&nbsp;kemudian ke Sidratil Muntahaa, suatu tempat tertinggi yang tidak ada seorang pun sampai ke sana, baik dari kalangan malaikat maupun manusia, kecuali Rasulullah&nbsp;SAW.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Dalam peristiwa ini, Allah SWT menunjukkan Masjid al-Aqsha dan Palestina bukan hanya bagian dari sejarah umat Islam, melainkan juga bagian dari iman mereka, karena telah tergabung dalam satu ayat yang tidak mungkin terpisahkan.</p>
</blockquote>



<p>Dalam peristiwa ini, Allah SWT menunjukkan Masjid al-Aqsha dan Palestina bukan hanya bagian dari sejarah umat Islam, melainkan juga bagian dari iman mereka, karena telah tergabung dalam satu ayat yang tidak mungkin terpisahkan.</p>



<p>Kata &#8220;alladzii barakanaa haulahuu&#8221; (yang diberkahi sekelilingnya) maksudnya adalah Palestina dan wilayah asy-Syam pada umumnya. Karena memang di sanalah tempat turunnya wahyu sepanjang sejarah kenabian. Di sana pulalah para nabi berdakwah.</p>



<p>Hal ini menjadi bukti bahwa urusan Masjid al-Aqsha dan Palestina adalah amanah bagi hamba-hamba Allah SWT, sebagai yang paling berhak menerima keberkahan tersebut.</p>



<p>Di saat yang sama pada malam Isra itu, Masjid al-Aqsha menjadi pusat muktamar terbesar sepanjang sejarah manusia karena dihadiri semua nabi dan rasul yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW.</p>



<p>Mengapa ini tidak terjadi di Masjid al-Haram Makkah? Mengapa Rasulullah&nbsp;SAW dimampirkan di Masjid al-Aqsha padahal bagi Allah SWT sangat bisa mengangkatnya langsung ke langit?</p>



<p>Ini isyarat bahwa urusan Masjid al-Aqsha dan Palestina adalah visi risalah perjuangan kenabian Rasulullah&nbsp;SAW.</p>



<p>Belum lagi perintah shalat yang pertama-tama wajib menghadap ke Masjid al-Aqsha.&nbsp;Padahal Ka&#8217;bah berada di Makkah tempat Rasulullah&nbsp;SAW&nbsp;diutus.</p>



<p>Ini juga isyarat bahwa Masjid al-Aqsha dan Palestina yang diberkahi adalah bagian dari ibadah umat Islam. Nabi&nbsp;SAW memerintahkan umatnya agar melakukan ibadah&nbsp;di tiga masjid: Masjid al-Haram Makkah dengan pahala sekali shalat sama dengan&nbsp;100 ribu kali, Masjid Nabawi Madinah dengan pahala sekali shalat sama dengan 1.000 kali, dan Masjid al-Aqsha dengan pahala shalat sama dengan&nbsp;500 kali (HR Bukhari).</p>



<p>Lebih dari itu, diturunkannya surah ar-Rum (Romawi) di Kota Makkah memberikan isyarat bahwa di antara perlawanan yang akan dihadapi umat Islam untuk membebaskan Palestina adalah Romawi. Sebab, ketika itu Palestina di bawah jajahan Romawi yang kini bermetamorfosa menjadi Amerika dan Barat.</p>



<p>Dalam surah ar-Rum, Allah SWT banyak menyebutkan bukti-bukti kebesaran-Nya. Banyak sekali pengulagan kata &#8220;<em>wa min ayaatihii&#8221;</em>&nbsp;(di antara tanda-tanda kebesaran-Nya), seakan Allah SWT mengatakan bahwa semua wujud di alam ini adalah ciptaan-Nya dan tunduk kepada-Nya, maka tidak ada kekuatan meterialisme sebesar apapun yang bisa menandingi kebesaran-Nya.</p>



<p>Karenanya orang-orang beriman setiap kali membaca surah ar-Rum akan semakin optimistis untuk mencapai kemenangan di hadapan kekuatan benda apapun.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Setelah hijrah ke Madinah, beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun ke-9 hijrah, Nabi SAW memimpin langsung perang Tabuk yang berhadapan dengan Romawi. Ternyata Tabuk itu kelak menjadi persinggahan pasukan Islam untuk membuka Palestina.</p>
</blockquote>



<p>Setelah hijrah ke Madinah, beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun ke-9 hijrah, Nabi SAW memimpin langsung perang Tabuk yang berhadapan dengan Romawi. Ternyata Tabuk itu kelak menjadi persinggahan pasukan Islam untuk membuka Palestina.</p>



<p>Di saat yang sama, Nabi&nbsp;SAW membuka Tayma yang berada di jalur pantai dengan perjanjian bila pasukan Islam melewatinya hendaklah dibekali logistik dan persenjataan. Ini juga kelak di kemudian hari digunakan pasukan Islam untuk menuju Palestina.</p>



<p>Di antara pesan Alquran yang sangat menyentuh hati adalah pesan surah Ali Imran yang&nbsp;secara urutan setelah surah al-Baqarah. Surah al-Baqarah tema pokoknya adalah tentang kepemimpinan,&nbsp;sedangkan surah Ali Imran membahas tentang keteguhan sikap.</p>



<p>Hasil&nbsp;<em>tadabbur</em>&nbsp;secara mendalam ternyata maksud nama surah Ali Imran (keluarga Imran) adalah istri Imran yang benar-benar bernazar agar janinnya kelak setelah lahir akan dijadikan penjaga Masjid al-Aqsha (<em>inni nadzartu laka maa fii bathnii muharran</em>).</p>



<p>Secara tidak langsung, sikap istri Imran ini adalah simbol keteguhan prinsip dan perlawanan terhadap penjajahan Romawi yang secara lalim telah menjajah Palestina. Seakan ia mengatakan, silakan Romawi bertindak semena-mena, tetapi Masjid al-Aqsha tidak boleh sejengkal pun jatuh ke tangan penjajah.</p>



<p><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">sumber :</font></font> <a href="https://republika.id/posts/47373/visi-risalah-kenabian-dan-palestina">https://republika.id/posts/47373/visi-risalah-kenabian-dan-palestina</a></p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Fvisi-risalah-kenabian-dan-palestina%2F&amp;linkname=Visi%20Risalah%20Kenabian%20dan%20Palestina" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Fvisi-risalah-kenabian-dan-palestina%2F&amp;linkname=Visi%20Risalah%20Kenabian%20dan%20Palestina" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Fvisi-risalah-kenabian-dan-palestina%2F&amp;linkname=Visi%20Risalah%20Kenabian%20dan%20Palestina" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F11%2F19%2Fvisi-risalah-kenabian-dan-palestina%2F&amp;linkname=Visi%20Risalah%20Kenabian%20dan%20Palestina" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hakikat Rezeki dan Ridha</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/09/29/hakikat-rezeki-dan-ridha/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2023 00:40:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3879</guid>

					<description><![CDATA[Hakikat Rezeki dan Ridha amirfath.com, Artikel (281),September 2023 Setiap orang harus mempunyai kepribadian yang sudah Allah SWT titipkan kepadanya. Dari kepribadian tersebut, Allah SWT sediakan rezekinya. Karena itu, janganlah seseorang ikut-ikutan kepribadian orang lain. Jadilah Anda sebagai pribadi yang sebenarnya. Tidak perlu Anda meniru pribadi orang lain. Sebab, masing-masing orang membawa nasibnya sendiri-sendiri. Tidak semua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading has-text-align-center">Hakikat Rezeki dan Ridha</h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><font style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0); vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">amirfath.com, Artikel </font></font><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">(281),</font>September<font style="vertical-align: inherit;"> 2023</font></font></strong></mark></strong> Setiap orang harus mempunyai kepribadian yang sudah Allah SWT titipkan kepadanya. Dari kepribadian tersebut, Allah SWT sediakan rezekinya.</p>



<p>Karena itu, janganlah seseorang ikut-ikutan kepribadian orang lain. Jadilah Anda sebagai pribadi yang sebenarnya. Tidak perlu Anda meniru pribadi orang lain. Sebab, masing-masing orang membawa nasibnya sendiri-sendiri.</p>



<p>Tidak semua nasib orang lain bisa dipaksakan menjadi nasib Anda. Orang yang suka meniru orang lain, ia tidak akan pernah menemukan dirinya sendiri.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Tidak semua nasib orang lain bisa dipaksakan menjadi nasib Anda. Orang yang suka meniru orang lain, ia tidak akan pernah menemukan dirinya sendiri.</p>
</blockquote>



<p>Ingat bahwa Allah&nbsp;SWT telah menyiapkan rezeki bagi masing-masing makhluk-Nya. &#8220;<em>Wa maa min daabbatin fil ardhi illaa ‘alallahi rizquhaa&#8221;&nbsp;</em>(QS Hud: 6).</p>



<p>Kata &#8220;<em>dabbah&#8221;</em>&nbsp;diartikan dengan binatang melata. Bila binatang melata saja terjamin rezekinya, apalagi manusia sebagai makhluk yang paling mulia di muka bumi. &#8220;<em>Walaqad karramanaa banii aadama&#8221;&nbsp;</em>(QS&nbsp;al-Isra: 70).</p>



<p>Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW menyebutkan tentang burung yang keluar di pagi hari perutnya kosong, lalu pulang di sore hari perutnya kenyang (<em>Taghduu khimaasha wa taruuhu bithaanaa</em>) (HR Turmidzi).</p>



<p>Ini bukti bahwa sekalipun burung-burung itu tidak mempunyai lapangan kerja, rezekinya tetap terjamin. Jadi tidak usah khawatir kelaparan. Semua sudah dipastikan rezekinya oleh Allah SWT.</p>



<p>Dalam hadis Qudsi, Allah SWT menyebutkan bahwa telah mengharamkan terhadap diri-Nya berbuat zalim. &#8220;<em>Inni harramtuzh zhulma ‘alaa nafsii&#8221;</em>&nbsp;(HR Muslim). Artinya, jika ada orang kelaparan itu bukan faktor langit, tetapi karena ulah manusia sendiri yang berbuat zalim.</p>



<p>Maka selama rezeki itu di tangan Allah SWT, tenanglah. Apalagi Allah SWT menegaskan bahwa di langit itulah rezekimu. &#8220;<em>Wa fis samaai rizqukum&#8221;</em>&nbsp;(QS&nbsp;adz-Dzariyat: 22).</p>



<p>Dari sini kita paham bahwa tugas kita hanyalah berusaha. Adapun hasilnya biarkan Allah SWT yang mengatur.</p>



<p>Allah SWT menegaskan bahwa kewajiban manusia hanyalah berusaha, bukan memaksa Allah ikut kemauannya. &#8220;<em>Wa an laisa lil insaani ilaa maa sa’aa&#8221;</em>&nbsp;(QS&nbsp;an-Najam: 39).</p>



<p>Di sini kita mengerti mengapa harus beriman kepada takdir. Bahwa apa pun yang menimpa kita, baik atau buruk, itu adalah takdir Allah SWT. Tugas kita hanya ridha terhadap apa yang telah ditakdirkan dan yakin bahwa apa yang Allah SWT takdirkan pasti baik. Dengan cara seperti ini hati kita akan tenang.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Tugas kita hanya ridha terhadap apa yang telah ditakdirkan dan yakin bahwa apa yang Allah SWT takdirkan pasti baik.&nbsp;Dengan cara seperti ini hati kita akan tenang.</p>
</blockquote>



<p>Jadi ketenangan itu bukan karena fasilitas. Akan tetapi karena keridhaan kita terhadap takdir-Nya. Semakin seorang hamba ridha dengan apa yang Allah SWT takdirkan, maka ia akan semakin bahagia.</p>



<p>Kapan seorang hamba ini akan terus terombang-ambing dalam kegelisahan?</p>



<p>Ketika ia suka membanding-bandingkan nasib dirinya dengan nasib orang lain, maka ia akan terus mengalami kekecewaan terhadap takdir Allah SWT, karena ia melihat nasib dirinya lebih rendah dari apa yang didapatkan orang lain.</p>



<p>Sungguh seandainya ia ridha dengan apa yang Allah SWT berikan kepadanya dan menerima semua ketentuan-Nya dengan lapang dada, maka ia akan tenang dan bahagia.</p>



<p>Dulu para sahabat menjadi generasi terbaik karena keridhaan mereka terhadap apa yang Allah SWT berikan, apapun beratnya. Mereka ridha dengan takdir-Nya yang harus mereka jalani.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Sungguh seandainya ia ridha dengan apa yang Allah SWT berikan kepadanya dan menerima semua ketentuan-Nya dengan lapang dada, maka ia akan tenang dan bahagia.</p>
</blockquote>



<p>Mereka berlomba untuk tidak mengeluh atas semua kondisi yang mereka alami. Luka dan perih yang mereka rasakan pada saat perang, entah tangan yang patah atau panah menancap ke tubuh, atau biji mata yang tercungkil, itu semua tidak membuat mereka mengeluh atau berkata &#8220;aduh&#8221; sedikit pun. Mereka ridha menerima ketentuan dengan sepenuh hati.</p>



<p>Imam Ibnul Jauzi mengatakan, para pendahulu kita adalah orang-orang yang berlomba untuk tidak mengeluh atas takdir yang menimpa mereka. &#8220;<em>Innas salafa yatasabuquuna allaa yataawwah&#8221;</em>.</p>



<p>Karena itu, dalam surah al-Bayyinah: 8, Allah SWT memberikan gelar atas mereka sebagai pribadi yang ridha dan diridhai.&nbsp;&#8220;<em>Radhyallahu ‘ahum wa radhuu ‘anhu&#8221;</em>&nbsp;(Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.</p>



<p>Sifat ridha ini selalu kita ucapkan setiap kali kita menyebut nama para sahabat tersebut. Itulah mengapa kita diajarkan agar setiap hari mengucapkan zikir khusus sekaligus ikrar dengan mengucapkan:</p>



<p>&#8220;<em>Radhiitu billahi rabbaa wabil islammi diinaa wa bimuhammadain nabiyyaw warasuuulaa&#8221;</em>&nbsp;(Aku ridha dengan Allah sebagai Tuhanku, aku ridha dengan Islam sebagai agamaku, dan aku ridha dengan Rasulullah sebagai rasulku) dan siapa yang membaca ini dijamin masuk surga (<em>wajabat lahul jannah</em>). (HR Abu Daud).</p>



<p><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">sumber :</font></font> https://www.republika.id/posts/45352/hakikat-rezeki-dan-ridha</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F29%2Fhakikat-rezeki-dan-ridha%2F&amp;linkname=Hakikat%20Rezeki%20dan%20Ridha" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F29%2Fhakikat-rezeki-dan-ridha%2F&amp;linkname=Hakikat%20Rezeki%20dan%20Ridha" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F29%2Fhakikat-rezeki-dan-ridha%2F&amp;linkname=Hakikat%20Rezeki%20dan%20Ridha" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F29%2Fhakikat-rezeki-dan-ridha%2F&amp;linkname=Hakikat%20Rezeki%20dan%20Ridha" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Mana Datangnya Rezeki</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/09/29/dari-mana-datangnya-rezeki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2023 00:37:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3877</guid>

					<description><![CDATA[Dari Mana Datangnya Rezeki amirfath.com, Artikel (280),September 2023 Surah adz-Dzariyat dibuka dengan sumpah yang di dalamnya menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang memberikan rezeki dan mencegahnya. Para ulama tafsir ketika menerangkan tentang sumpah-sumpah Allah SWT dalam Alquran itu untuk menunjukkan keagungan-Nya. Maka ketika Allah SWT bersumpah angin dan awan itu membuktikan bahwa sesuatu tersebut sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading has-text-align-center">Dari Mana Datangnya Rezeki</h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><font style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0); vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">amirfath.com, Artikel </font></font><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">(280),</font>September<font style="vertical-align: inherit;"> 2023</font></font></strong></mark></strong> </p>



<p>Surah adz-Dzariyat dibuka dengan sumpah yang di dalamnya menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang memberikan rezeki dan mencegahnya. Para ulama tafsir ketika menerangkan tentang sumpah-sumpah Allah SWT dalam Alquran itu untuk menunjukkan keagungan-Nya.</p>



<p>Maka ketika Allah SWT bersumpah angin dan awan itu membuktikan bahwa sesuatu tersebut sangat agung bagi-Nya. Perhatikan Allah SWT membuka sumpah-Nya dengan angin yang membuyarkan awan sehingga tidak terjadi hujan (<em>Wadzdzaariyaati dzarwaa</em>).</p>



<p>Lalu dilanjutkan dengan sumpah berikutnya, yaitu awan yang menggumpal yang datang darinya hujan (<em>Falhaamilaati wiqraa</em>) (QS&nbsp;adz-Dzariyat: 1-2).</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Maka ketika Allah SWT bersumpah angin dan awan itu membuktikan bahwa sesuatu tersebut sangat agung bagi-Nya.</p>
</blockquote>



<p>Kedua sumpah ini menggambarkan bahwa yang menggagalkan hujan dan menurunkannya adalah Allah SWT. Apapun penyebabnya, entah dengan dikirimkannya angin sehingga awan menjadi buyar sehingga&nbsp;tidak jadi turun hujan, atau dengan digumpalkannya awan sehingga terjadi turunnya hujan.</p>



<p>Itu semua tidak terlepas dari ketentuan-Nya. Artinya bahwa rezeki yang dirasakan setiap manusia tidak lain hanyalah karunia-Nya.</p>



<p>Jadi surah adz-Dzariyat sejatinya adalah surah tentang rezeki. Allah SWT menegaskan pada ayat 22 bahwa di langit itulah rezeki manusia ditentukan (<em>Wafis samaai rizqukum</em>).</p>



<p>Ini bukti bahwa yang menjamin rezeki adalah langit, bukan usaha manusia. Memang usaha wajib dilakukan, tetapi harus dipahami bahwa usaha tidak bisa memberikan kepastian.</p>



<p>Karena itu tidak perlu manusia&nbsp;<em>ngoyo</em>&nbsp;dalam mencari rezeki sehingga tidak sempat melaksankan kewajibannya kepada Allah SWT, misalnya tidak sempat shalat pada waktunya.</p>



<p>Sebab, bagaimanapun tidak ada rezeki tertukar. Rezeki akan datang tepat sasaran sekalipun dihalangi oleh berbagai tangan jahil manusia. Maka janganlah manusia merasa hebat dengan jabatan dan kepintarananya&nbsp;karena kehebatan tersebut tidak lain hanyalah karunia-Nya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Sebab, bagaimanapun tidak ada rezeki tertukar. Rezeki akan datang tepat sasaran sekalipun dihalangi oleh berbagai tangan jahil manusia.</p>
</blockquote>



<p>Bahkan langit yang membentang di angkasa raya dengan sangat luasnya tanpa tiang itu dari Allah SWT, bumi pun tempat manusia berpijak juga dari-Nya. Termasuk penciptaan manusia berpasang-pasangan sehingga terjadi keberlanjutan hidup juga dari-Nya.</p>



<p>Sungguh tidak ada yang pantas manusia sombongkan kecuali hanya mengakui kebesaran-Nya. Inilah makna takbir yang selalu diulang-ulang dalam setiap gerakan shalat supaya setiap hamba Allah menyadari kebesaran-Nya.</p>



<p>Berdasarkan ini maka Allah SWT memanggil manusia agar segera kembali kepada-Nya (<em>Fafirruu ilallahi</em>) (QS&nbsp;adz-Dzariyat: 50). Kata &#8220;<em>fafirru&#8221;</em>&nbsp;(berlarilah) menunjukkan makna segera tanpa berlambat-lambat.</p>



<p>Panggilan ini sangat indah menggambarkan betapa kehambaan itu harus dibuktikan dengan cara bersegera dan berlomba menuju Allah SWT. Sebab, hanya dengan mendekat kepada-Nya manusia akan menjadi bahagia.</p>



<p>Silakan manusia menggunakan segala fasilitas yang dimilikinya untuk mencari kebahagiaan, tetapi tanpa Allah SWT pasti akan jatuh dalam kesengsaraan.</p>



<p>Dari sini kita mengerti mengapa pada ayat 56, Allah SWT memastikan bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya (<em>Wa ma khalaqtul jinna wal insa illaa liya’buduuni</em>). Hanya dengan jalan ibadah kepada Allah SWT, manusia akan menjadi benar-benar manusia.</p>



<p>Sebaliknya, ketika manusia menjauh dari Allah SWT dan tidak membuktikan kehambaannya kepada-Nya, dipastikan ia akan sengsara di dunia dan di akhirat.</p>



<p>Surah adz-Dzariyat: 28-30 menggambarkan tentang kisah Nabi Ibrahim dan istrinya yang mendapatkan kabar gembira dengan datangnya seorang anak. Padahal, istri Nabi Ibrahim sudah mandul (<em>Wa qaalat ‘ajuuzun ‘aqiim</em>).</p>



<p>Cerita ini diselipkan dalam surah ini yang membicarakan tentang rezeki untuk menunjukkan bahwa definisi rezeki bagi Allah SWT bukan hanya harta, tetapi mencakup apa saja yang dirasakan manfaatnya (<em>Ar rizqu huwa maa tantafiu bihii</em>). Jadi rezeki bisa berupa kesehatan, ketenangan, kebahagiaan, dan sebagainya. Termasuk diberinya seorang anak juga adalah rezeki.</p>



<p>Maka salah jika ada orang yang memahami rezeki itu harus berupa harta, sehingga merasa tidak puas jika tertakdirkan sebagai orang miskin. Padahal boleh jadi Anda dari segi harta tidak kaya, tetapi secara medis Anda sehat.</p>



<p>Bayangkan seorang yang dari segi harta kaya, tetapi setiap hari ia keluar masuk rumah sakit karena harus melakukan pengobatan atas penyakit kronisnya sehingga hartanya habis untuk pembiayaan medis.</p>



<p><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">sumber :</font></font> https://republika.id/posts/45439/dari-mana-datangnya-rezeki</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F29%2Fdari-mana-datangnya-rezeki%2F&amp;linkname=Dari%20Mana%20Datangnya%20Rezeki" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F29%2Fdari-mana-datangnya-rezeki%2F&amp;linkname=Dari%20Mana%20Datangnya%20Rezeki" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F29%2Fdari-mana-datangnya-rezeki%2F&amp;linkname=Dari%20Mana%20Datangnya%20Rezeki" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F29%2Fdari-mana-datangnya-rezeki%2F&amp;linkname=Dari%20Mana%20Datangnya%20Rezeki" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menggapai Keikhlasan</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/09/05/cara-menggapai-keikhlasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 00:27:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3872</guid>

					<description><![CDATA[Cara Menggapai Keikhlasan amirfath.com, Artikel (279),Agustus 2023 Nabi Muhammad SAW sangat khawatir terhadap umatnya jangan sampai umatnya terkena penyakit riya’. Ini riwayat dari Imam Ahmad hadis Muhammad bin Labid, Nabi SAW bersabda: &#8220;Yang paling aku takuti atas kamu wahai umatku adalah syirik kecil (akhwafu maa akhaafu alaikum asy syirkul ashghr). Para sahabat bertanya apa itu syirik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading has-text-align-center">Cara Menggapai Keikhlasan</h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><font style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0); vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">amirfath.com, Artikel </font></font><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">(279),</font></font></strong></mark><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color"><strong><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color"><strong><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">Agustus</font></font></strong></mark></strong></strong></mark><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;"> 2023</font></font></strong></mark></strong> Nabi Muhammad SAW sangat khawatir terhadap umatnya jangan sampai umatnya terkena penyakit <em>riya</em>’. Ini riwayat dari Imam Ahmad hadis Muhammad bin Labid, Nabi SAW bersabda: &#8220;Yang paling aku takuti atas kamu wahai umatku adalah syirik kecil (<em>akhwafu maa akhaafu alaikum asy syirkul ashghr</em>).</p>



<p>Para sahabat bertanya apa itu syirik kecil? Nabi menjawab,&nbsp;yaitu artinya,&nbsp;&#8220;Lalu Nabi SAW menjelaskan bahwa nanti di hari kiamat, Allah akan mengatakan kepada orang-orang yang selama di dunia mereka selalu berbuat&nbsp;<em>riya&#8217;</em>, maksudnya ia beramal ingin dipuji orang, &#8211;sebab seharusnya orang beramal karena ingin dipuji Allah&#8211; maka ketika dia ingin dipuji orang berarti secara kecil-kecilan ia telah memosisikan orang lain sebagai tuhan. Maka ketika tiba saatnya di hari kiamat, Allah akan perintahkan mereka agar menemui orang-orang mereka sekutukan dengan Allah dengan mengharapkan pujian darinya. Allah mengatakan silakan kamu minta kepada mereka pahala dari amal yang kamu kerjakan itu.&#8221; (HR Ahmad).</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Ketika mereka berbuat riya&#8217; sebetulnya mereka sedang ingin menipu Allah SWT. Maka begitu mereka sampai di akhirat, Allah SWT tunjukkan bahwa merekalah yang sebenarnya tertipu.</p>
</blockquote>



<p>Mengapa Allah SWT memperlakukan&nbsp;<em>riya&#8217;</em>&nbsp;demikian? Sebab, ketika mereka berbuat&nbsp;<em>riya&#8217;</em>&nbsp;sebetulnya mereka sedang ingin menipu Allah SWT. Maka begitu mereka sampai di akhirat, Allah SWT tunjukkan bahwa merekalah yang sebenarnya tertipu (<em>Innal munaafiqiin yukhadiuunallah wa huwa khaadiuhum</em>) (QS&nbsp;an-Nisa: 142).</p>



<p>Dalam ayat ini, Allah SWT telah menganggap perbuatan mereka sebagai bagian dari kemunafikan.</p>



<p>Dalam surah al-Baqarah: 9 digambarkan bahwa orang-orang munafik sedang ingin menipu Allah SWT dan orang-orang beriman, tetapi malah mereka sedang menipu diri sendiri hanya saja mereka tidak merasa (<em>Yukhadi’uunallah walldaziina aamanuu wa maa yakhadauuna illaa anfausahum wa maa yasyuruun</em>).</p>



<p>Maka kelak sesampainya mereka di akhirat akan dibalas oleh Allah&nbsp;SWT dengan tipuan, sehingga semua amal yang mereka kerjakan selama di dunia tidak ada pahalanya sama sekali. Lebih dari itu mereka akan dilempar dalam neraka.</p>



<p>Masih ingat dalam sebuah hadis shahih ada tiga orang yang nanti pertama kali akan dibangkitkan di hari kiamat. Ketiganya secara lahir adalah orang-orang yang melakukan perbuatan paling mulia.</p>



<p><strong>Pertama,</strong>&nbsp;ahli Alquran, yang telah mewakafkan hidupnya untuk mengajarkan Alquran. Kelak ketika berhadapan dengan Allah &#8211;kata Nabi SAW&#8211; ia melaporkan bahwa amalnya karena Allah SWT. Ternyata, Allah SWT menolaknya.</p>



<p>Kata Allah SWT, kamu bohong, karena kamu telah melakukannya karena ingin dikatakan&nbsp;<em>qari’</em>. Allah memerintahkan agar ia dilemparkan ke neraka.</p>



<p><strong>Kedua</strong>, ahli sedekah. Hartanya banyak. Di hari kiamat, ia melaporkan bahwa telah menggunakan semua hartanya untuk kebaikan. Allah SWT menjawab, kamu bohong, kamu melakukan itu bukan karena Aku tetapi karena ingin dikatakan sebagai dermawan. Allah perintahkan agar orang tersebut dilempar ke neraka.</p>



<p><strong>Ketiga</strong>, orang yang kuat secara jasmani. Ia selalu hadir dalam peperangan untuk membela agama Allah SWT. Ketika ditanya, ia menjawab bahwa telah melakukan semua itu karena-Nya.</p>



<p>Allah langsung menjawab: kamu bohong, kamu melakukan itu karena ingin dikatakan sebagai pemberani. Dan itu sudah kamu capai, semua orang mengatakan kamu pemberani. Allah perintahkan agar orang itu dilempar ke neraka. (HR Muslim).</p>



<p>Betapa bahayanya perbuatan&nbsp;<em>riya&#8217;</em>&nbsp;itu. Amal yang paling mulia sekalipun dan paling besar di mata manusia ketika itu dikerjakan bukan karena Allah SWT, maka Allah SWT pasti akan menolaknya.</p>



<p>Berdasarkan ini jelas bahwa Allah SWT tidak butuh manusia, juga tidak butuh amalnya, melainkan manusialah yang membutuhkan-Nya.</p>



<p>Dalam hadis qudsi riwayat Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, &#8220;Allah berfirman: &#8216;Aku tidak butuh sekutu maka tidak perlu kamu menyekutukan Aku dalam beramal&#8217; (<em>Ana aghnasy syurakaa ‘anisy syirki</em>). Aku tidak butuh amal yang dikerjakan dengan cara menyekutukan Aku (<em>Ana ghaniyyun ‘anil amalil ladzii fiihi syirkatun lighairii</em>). Maka siapa yang mengerjakan amal di dalamnya ada unsur yang menyekutukan-Ku, maka Aku tidak bertanggung jawab atasnya (<em>Fa mana amila amalan asyraka fiihi ghairii fa ana minhu barii</em>)&#8217;.&#8221;</p>



<p>Artinya bahwa Allah SWT tidak akan menerima amal selama itu dikerjakan bukan karena-Nya. Tanpa keikhlasan, amal sebesar apapun tidak ada pahalanya di akhirat.</p>



<p>Dalam surah al-Isra: 18, Allah SWT berfirman,&nbsp;&#8220;Siapa yang menghendaki kehidupan dunia, Kami segerakan baginya di dunia apa yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya neraka.&#8221;</p>



<p><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">sumber :</font></font> https://www.republika.id/posts/44600/cara-menggapai-keikhlasan</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fcara-menggapai-keikhlasan%2F&amp;linkname=Cara%20Menggapai%20Keikhlasan" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fcara-menggapai-keikhlasan%2F&amp;linkname=Cara%20Menggapai%20Keikhlasan" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fcara-menggapai-keikhlasan%2F&amp;linkname=Cara%20Menggapai%20Keikhlasan" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fcara-menggapai-keikhlasan%2F&amp;linkname=Cara%20Menggapai%20Keikhlasan" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyadari Keterlibatan Allah</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/09/05/menyadari-keterlibatan-allah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 00:23:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3870</guid>

					<description><![CDATA[Menyadari Keterlibatan Allah amirfath.com, Artikel (278),Agustus 2023 Alquran mempunyai cara tersendiri dalam menanamkan tauhid kepada hamba-hamba Allah SWT. Selain menggambarkan nikmat-nikmat-Nya di langit dan bumi, kadang Alquran menggunakan redaksi yang menggambarkan keterlibatan Allah SWT dalam berbagai dimensi kehidupan manusia. Hal ini tidak lain untuk menunjukkan betapa semua pencapaian manusia dalam membangun&#160;kesuksesan&#160;di dunia bukan kerena kehebatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading has-text-align-center">Menyadari Keterlibatan Allah</h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><font style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0); vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">amirfath.com, Artikel </font></font><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">(278),</font></font></strong></mark><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color"><strong><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color"><strong><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">Agustus</font></font></strong></mark></strong></strong></mark><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;"> 2023</font></font></strong></mark></strong> Alquran mempunyai cara tersendiri dalam menanamkan tauhid kepada hamba-hamba Allah SWT. Selain menggambarkan nikmat-nikmat-Nya di langit dan bumi, kadang Alquran menggunakan redaksi yang menggambarkan keterlibatan Allah SWT dalam berbagai dimensi kehidupan manusia.</p>



<p>Hal ini tidak lain untuk menunjukkan betapa semua pencapaian manusia dalam membangun&nbsp;kesuksesan&nbsp;di dunia bukan kerena kehebatan dirinya sendiri, tetapi karena pertolongan-Nya.</p>



<p>Cara penuturan seperti ini sangat tampak dalam banyak ayat Alquran. Di antaranya,&nbsp;ketika menceritakan pertolongan-Nya kepada orang-orang yang terlibat dalam perang Badar, Allah menegaskan bahwa apa yang dilemparkan sekalipun hanya berupa debu itu bisa sampai karena pertolongan Allah sehingga tidak satu pun dari mereka kecuali kelilipan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;<em>Wa maa ramayat idz ramayta wa laakinnallaha ramaa&#8221;</em>&nbsp;(Bukanlah kamu yang melemparkan saat kamu melemparkan, tetapi sebenarnya Allah yang melemparkan) (QS&nbsp;al-Anfal: 17).</p>



<p>Contoh lain lagi ketika menceritakan burung-burung yang terbang di angkasa bukan karena kehebatan sayapnya, tetapi tidak lain karena Allah SWT yang memegangnya. &#8220;<em>Awalam yarau ilath thairi fauqahum shaafaatin wa yaqbidhn maa yumsukuhunna illa Rahmaan&#8221;</em>&nbsp;(QS&nbsp;al-Mulk: 19).</p>



<p>Jadi bertahannya burung-burung di angkasa adalah karena pertolongan-Nya.&nbsp;Jika Allah SWT bekehendak, jatuhlah burung-burung itu ke tanah sebagaimana yang sering terjadi di beberapa tempat.</p>



<p>Berdasarkan hal ini jelas bahwa terbangnya pesawat sebenarnya adalah pertolongan-Nya, sebab dalam banyak kejadian bisa jadi pesawat jatuh secara tiba-tiba. Itulah mengapa kita diajarkan agar sebelum&nbsp;<em>take off</em>&nbsp;membaca doa terlebih dahulu memohon keselamatan dalam setiap perjalanan, termasuk perjalanan mengendarai pesawat terbang.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Surah al-Waqiah termasuk dalam juz yang ke-27. Penekanan surah-surah di dalamnya mengenai penanaman iman agar lebih kokoh dan tidak mudah goyah oleh godaan apa pun.</p>
</blockquote>



<p>Surah al-Waqiah termasuk dalam juz yang ke-27. Penekanan surah-surah di dalamnya mengenai penanaman iman agar lebih kokoh dan tidak mudah goyah oleh godaan apa pun.</p>



<p>Secara sistematis surah ini memaparkan betapa sangat menentukan keterlibatan Allah SWT dalam hidup manusia dengan gaya penuturan yang sangat luar biasa.</p>



<p>Dimulai pada ayat 57, di mana Allah SWT menegaskan bahwa Dialah yang menciptakan manusia, apakah kamu masih kurang yakin dengan kuasaan-Nya. &#8220;<em>Nahnu khalaqnaakum falaulaa tushaddiquun&#8221;</em>.</p>



<p>Lalu pada ayat 58-59 menyebutkan tentang air mani yang dengannya manusia diciptakan. Di sini Allah SWT bertanya apakah kamu yang melakukan semua proses itu sampai menjadi manusia atau Aku? &#8220;<em>Aantum takhluquunahu am nahnul khaaliquun&#8221;</em>.</p>



<p>Selanjutnya pada ayat 62-64, Allah&nbsp;SWT menyebutkan masalah tanaman, siapakah yang menumbuhkannya, apakah kamu atau Aku? &#8220;<em>Aantum tazra’uunahuu am nahnuz zaari’uun&#8221;</em>.</p>



<p>Menariknya, setiap penuturan di atas, Allah SWT menggunakan kata pertanyaan (<em>istifham</em>): &#8220;<em>afara’atum&#8221;</em>&nbsp;(tidakkah kamu melihat?)</p>



<p>Hal ini tidak lain untuk membaut manusia benar-benar menyaksikan dengan akalnya. Bukan sekadar melewati semua kejadian itu tanpa makna sama sekali.</p>



<p>Ketika Allah SWT menyinggung tentang air pada ayat 68-69, Allah SWT menanyakan,&nbsp;&#8220;Tidakkah kamu melihat air yang kamu minum, apakah kamu yang menurunkan dari langit atau Aku?&#8221; (<em>Afaraaitumul maalladzii tasyrabuun, aantum anzaltumuuhu minal muzni am nahnul munziluun</em>).</p>



<p>Lalu menyebutkan tentang api pada ayat 71-72, siapakah yang membuatnya, kamu atau Aku (<em>Afaraitumun naarallatii tuuruun, aantum ansya’tum syajarataha am nahnul munsyiuun</em>).</p>



<p>Penggabaran di atas jika dipikirkan secara mendalam sangatlah menyentuh hati dan membuat manusia harus mengakui dengan penuh keyakinan bahwa tidak ada yang bisa melakukan semua itu kecuali Allah SWT.</p>



<p>Karenanya, manusia harus tahu diri di muka bumi lalu mensucikan-Nya sebagaimana ditegaskan pada ayat berikutnya 74: &#8220;<em>Fasabbih bismirabbikal azhiim&#8221;</em>&nbsp;(Bertasbihlah dengan tama Tuhamu yang agung).</p>



<p>Rasulullah&nbsp;SAW menganjurkan agar ucapan tasbih ini dilakukan setiap pagi dan sore dengan mengucapkan,&nbsp;&#8220;<em>Subhanallah wa bihamdihi&#8221;</em>&nbsp;sebanyak 100 kali.</p>



<p>Siapa yang melakukan bacaan tasbih ini, kata Nabi&nbsp;SAW, akan diampuni dosa-dosanya (&#8220;<em>Man qaalaha hiina yushbihu wa hiina yumsii ghufirat khathaayaahu&#8221;</em>).</p>



<p><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">sumber :</font></font> https://www.republika.id/posts/43875/menyadari-keterlibatan-allah</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fmenyadari-keterlibatan-allah%2F&amp;linkname=Menyadari%20Keterlibatan%20Allah" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fmenyadari-keterlibatan-allah%2F&amp;linkname=Menyadari%20Keterlibatan%20Allah" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fmenyadari-keterlibatan-allah%2F&amp;linkname=Menyadari%20Keterlibatan%20Allah" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fmenyadari-keterlibatan-allah%2F&amp;linkname=Menyadari%20Keterlibatan%20Allah" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenangan Itu dari Allah</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/09/05/kemenangan-itu-dari-allah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 00:19:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3868</guid>

					<description><![CDATA[Kemenangan Itu dari Allah amirfath.com, Artikel (277),Agustus 2023 Perang Badar adalah peperangan yang paling spektakuler dalam sejarah. Tidak saja sejarah Islam, tetapi juga sejarah dunia. Sebab, belum pernah ada peperangan yang sedahsyat perang Badar, baik sebelum maupun sesudahnya. Dahsyat maksudnya bahwa perang Badar bukan hanya melibatkan unsur bumi, tetapi lebih dari itu adalah turunnya malaikat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading has-text-align-center">Kemenangan Itu dari Allah</h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><font style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0); vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">amirfath.com, Artikel </font></font><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">(277),</font></font></strong></mark><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color"><strong><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color"><strong><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">Agustus</font></font></strong></mark></strong></strong></mark><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;"> 2023</font></font></strong></mark></strong> Perang Badar adalah peperangan yang paling spektakuler dalam sejarah. Tidak saja sejarah Islam, tetapi juga sejarah dunia. Sebab, belum pernah ada peperangan yang sedahsyat perang Badar, baik sebelum maupun sesudahnya.</p>



<p>Dahsyat maksudnya bahwa perang Badar bukan hanya melibatkan unsur bumi, tetapi lebih dari itu adalah turunnya malaikat dengan jumlah yang sangat besar. Dengan satu malaikat saja sebenarnya manusia sejumlah apa pun dan dengan persenjataan secanggih apa pun tidak akan sanggup menghadapinya.</p>



<p>Namun dalam perang Badar ini Allah SWT menurunkan seribu malaikat, &#8220;<em>Anni mumiddukum bialfim minal malaaikati&#8221;</em>&nbsp;(QS&nbsp;al-Anfal: 9).</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Dahsyat maksudnya bahwa perang Badar bukan hanya melibatkan unsur bumi, tetapi lebih dari itu adalah turunnya malaikat dengan jumlah yang sangat besar.</p>
</blockquote>



<p>Bukan hanya turunnya malaikat, tetapi lebih dari itu Allah SWT menimbulkan dalam hati-hati orang kafir rasa takut sehingga mereka dengan mudah dibunuh oleh kaum muslimin, dipotong leher dan jarinya, sehingga mereka lari tunggang-langgang dari peperangan,&nbsp;&#8220;<em>Saulqii fii quluubilladziina kafarur ru’ba fadhribuu fauqul a’naaqi wadhribuu minhum kulla banan&#8221;</em>&nbsp;(QS&nbsp;al-Anfal: 12).</p>



<p>Surah al-Anfal secara khusus telah merekam perang Badar. Tergolong surah Madaniyah karena turun setelah peristiwa hijrahnya Nabi SAW, yaitu setelah turunnya surah al-Baqarah, sekalipun urutannya dalam mushaf terletak setelah surah al-Araf, surah al-Anfal terkenal dengan sebutan surah Badar.</p>



<p>Memang perang Badar adalah peperangan yang pertama dalam sejarah Islam. Perang ini terjadi ketika Rasulullah&nbsp;SAW memerintahkan kaum Muslimin agar keluar untuk menangkap kafilah dagang Abu Sufyan. Karena itu, mereka keluar tanpa persenjataan yang lengkap dan hanya bersama dengan satu&nbsp;orang pasukan berkuda.</p>



<p>Akan tetapi tidak disangka, perjalanan itu mengantarkan mereka ke medan Badar di mana tanpa mereka ketahui ternyata di situlah pasukan perang Quraisy telah bersiap-siap untuk perang melawan kaum Muslimin.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Melihat kenyataan itu sebagian pasukan Islam banyak yang merasa tidak siap perang. Allah SWT tahu apa yang sedang bergejolak dalam hati mereka berupa ketidaksukaan terhadap perang.</p>
</blockquote>



<p>Melihat kenyataan itu sebagian&nbsp;pasukan Islam banyak yang merasa tidak siap perang. Allah SWT tahu apa yang sedang bergejolak dalam hati mereka berupa ketidaksukaan terhadap perang, &#8220;<em>Wa inna fariiqan minal mu’miniina lakaarihuun&#8221;</em>&nbsp;(QS&nbsp;al-Anfal: 5).</p>



<p>Tetapi karena itu memang janji Allah SWT yang harus terjadi, maka mereka tidak bisa menghindarinya, &#8220;<em>Wa idz yaidukumullahu ihdat thaaifatain annahaa lakum&#8221;</em>&nbsp;(QS&nbsp;al-Anfal: 7).</p>



<p>Padahal yang mereka sukai adalah menangkap kafilah Abu Sufyan yang tanpa perang, tapi ketentuan Allah SWT tidak bisa dikalahkan oleh keinginan mereka. Itulah kondisi yang melatarbelakangi perang Badar. Bahwa perang itu terjadi murni karena desain Allah&nbsp;SWT.</p>



<p>Tujuannya untuk menunjukkan yang benar adalah benar dan yang batil adalah batil, &#8220;<em>Liyuhiqqal haqqa wa yubthilal baathila&#8221;</em>&nbsp;(QS&nbsp;al-Anfal: 8).</p>



<p>Memang ketika itu tidak seimbang antara pasukan orang-orang kafir dan kaum Muslimin, baik dari segi jumlah maupun persenjataan. Orang kafir berjumlah seribu orang pasukan perang,&nbsp;sedangkan pasukan Islam berjumlah 313 orang tanpa senjata lengkap.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Orang kafir berjumlah seribu orang pasukan perang, sedangkan pasukan Islam berjumlah 313 orang tanpa senjata lengkap.</p>
</blockquote>



<p>Karena itu, Nabi SAW berdoa mengangkat tangan setinggi-tingginya sampai terjatuh selendangnya (&#8220;<em>Idz tastaghitsuuna rabbakum&#8221;</em>). Doa Nabi SAW&nbsp;ini langsung diterima dan seketika Allah SWT menurunkan ribuan malaikatnya berbodong-bondong, &#8220;<em>Fastajaaba rabbukum annii mumiddkum bialfin minal malaaikati murdifiin&#8221;</em>&nbsp;(QS&nbsp;al-Anfal: 9).</p>



<p>Hal ini tidak lain sebagai kabar gembira bahwa Allah SWT berpihak kepada kaum Muslimin, &#8220;<em>Wa maa ja’alahullahu illaa busyraa wa litathmainna bihii quluubukum&#8221;</em>&nbsp;(QS&nbsp;al-Anfal: 10).</p>



<p>Ayat &#8220;<em>wa litathmainna bihii quluubukum&#8221;</em>&nbsp;menunjukkan bahwa sekalipun kaum Muslimin tidak siap perang, tetapi hati mereka tetap tenang karena mereka merasa bersama Allah SWT.</p>



<p>Agar kaum Muslimin tetap semangat, Allah SWT memberikan karunia kepada mereka bisa tertidur di malam itu dengan nyenyak supaya merasa aman dan tidak ada sedikit pun rasa takut di hati mereka, &#8220;<em>Idz yughasysyiikumun nu’aasa amanatan&#8221;</em>&nbsp;(QS&nbsp;al-Anfal: 11).</p>



<p>Lalu Allah SWT turunkan kepada mereka hujan supaya mereka bisa bersuci (&#8220;<em>liyuthahhirakum&#8221;</em>) sehingga tidak ada setan yang mendekati mereka (&#8220;<em>wa yudzhiba ‘ankum rijzas syaithaan&#8221;</em>).</p>



<p>Maka dengannya mereka tetap bersatu (&#8220;<em>wa liyarbitha ‘alaa quluubikum&#8221;</em>) dan supaya jejak kaki mereka menjadi kokoh karena dengan air hujan, tanah yang mereka injak menjadi kuat tidak menghamburkan debu (&#8220;<em>wa yutsabbita bihil aqdaam&#8221;</em>) (QS&nbsp;al-Anfal: 11).</p>



<p><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">sumber :</font></font> https://www.republika.id/posts/43888/kemenangan-itu-dari-allah</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fkemenangan-itu-dari-allah%2F&amp;linkname=Kemenangan%20Itu%20dari%20Allah" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fkemenangan-itu-dari-allah%2F&amp;linkname=Kemenangan%20Itu%20dari%20Allah" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fkemenangan-itu-dari-allah%2F&amp;linkname=Kemenangan%20Itu%20dari%20Allah" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fkemenangan-itu-dari-allah%2F&amp;linkname=Kemenangan%20Itu%20dari%20Allah" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Sukses Kepemimpinan</title>
		<link>https://amirfath.com/2023/09/05/jalan-sukses-kepemimpinan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dr. Amir Faishol Fath]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 00:16:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://amirfath.com/?p=3866</guid>

					<description><![CDATA[Jalan Sukses Kepemimpinan amirfath.com, Artikel (276),Agustus 2023 Surah Quraisy secara khusus membahas tentang suku Quraisy yang darinya lahir Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat mengenai keutamaan suku Quraisy, Nabi SAW menceritakan bahwa Allah SWT telah memberikan kepada mereka beberapa kelebihan. Kelebihan itu di antaranya&#160;adalah kenabian dipilih dari keturunan mereka, pasukan gajah dihancurkan untuk menjaga keutuhan mereka. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading has-text-align-center">Jalan Sukses Kepemimpinan</h1>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><font style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0); vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">amirfath.com, Artikel </font></font><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">(276),</font></font></strong></mark><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color"><strong><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#5c198c" class="has-inline-color"><strong><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">Agustus</font></font></strong></mark></strong></strong></mark><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color: rgb(92, 25, 140);" class="has-inline-color"><strong style=""><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;"> 2023</font></font></strong></mark></strong> Surah Quraisy secara khusus membahas tentang suku Quraisy yang darinya lahir Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat mengenai keutamaan suku Quraisy, Nabi SAW menceritakan bahwa Allah SWT telah memberikan kepada mereka beberapa kelebihan.</p>



<p>Kelebihan itu di antaranya&nbsp;adalah kenabian dipilih dari keturunan mereka, pasukan gajah dihancurkan untuk menjaga keutuhan mereka. Lebih dari itu, Allah SWT menurunkan surah khusus dalam Alquran, yaitu surah Quraisy.</p>



<p>Surah Quraisy tergolong surah Makkiyah kerena turun sebelum hijrah. Surah Quraisy menceritakan sejumlah nikmat bagi kaum Quraisy, seperti memelihara kesatuan mereka (<em>al ulfah</em>) dalam kekeluargaan yang kokoh. Ini satu makna dengan &#8220;<em>iilaaf&#8221;</em>&nbsp;dalam ayat (&#8220;<em>li iilaafi quraisy&#8221;</em>) (QS Quraisy: 1).</p>



<p>Selain itu, mereka dimudahkan oleh Allah SWT untuk pindah dari satu tempat ke tempat lain dalam urusan perdagangan (&#8220;I<em>ilaafihim rihlatasy syitaai wash shaif&#8221;</em>) (QS Quraisy: 2).</p>



<p>Kata &#8220;<em>syita’&#8221;</em>&nbsp;adalah istilah khusus untuk musim dingin. Kam Quraisy di musim dingin suka melancong ke wilayah yang hangat. Tidak saja untuk menghangatkan diri, tetapi juga untuk berdagang sesuai dengan tabiat hidup mereka sebagai pedagang.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Kam Quraisy di musim dingin suka melancong ke wilayah yang hangat. Tidak saja untuk menghangatkan diri, tetapi juga untuk berdagang sesuai dengan tabiat hidup mereka sebagai pedagang.</p>
</blockquote>



<p>Wilayah terdekat yang paling cocok bagi mereka adalah Yaman, karena wilayah tersebut relatif panas di musim dingin. Lebih dari itu, di Yaman banyak barang-barang impor dari India yang bisa dijadikan komoditas, seperti kayu oud dan parfum.</p>



<p>Adapun&nbsp;pada musim panas disebut dengan istilah &#8220;<em>ash shaif&#8221;.</em>&nbsp;Makkah memang sangat panas. Karenanya, kaum Quraisy biasanya melancong ke tempat yang relatif dingin, seperti wilayah Asy Syam (kini Suriah, Lebanon, Yordania, dan Palestina). Wilayah yang dalam Alquran disebutkan telah mendapatkan keberkahan dari Allah&nbsp;SWT (&#8220;<em>Alladzii baaraknaa haulahu&#8221;</em>) (QS&nbsp;al-Isra: 1).</p>



<p>Sebab, di negeri itu para nabi berkesinambungan berdakwah sepanjang zaman. Di negeri itu pula, Allah&nbsp;SWT telah menurunkan wahyu kepada para utusan-Nya.</p>



<p>Secara urutan mushaf, surah Quraisy terletak setelah surah al-Fil (Gajah) yang menceritakan secara khusus dihancurkannya pasukan gajah. Mereka dihancurkan karena kesombongannya.</p>



<p>Abrahah sebagai rajanya bertekad ingin melawan Allah SWT dan menghancurkan Ka&#8217;bah. Tujuannya tidak lain kecuali untuk menunjukkan kekuasaannya di muka bumi bahwa ia mempunyai kekuatan yang tidak akan tertandingi.</p>



<p>Bagi Abrahah, dengan membawa gajah dalam jumlah banyak, sebagaimana disebutkan dalam riwayat mencapai&nbsp;1.000 gajah, adalah cara unjuk gigi yang paling spektakuler pada masa itu. Mungkin seperti unjuk kekuatan nuklir pada masa kini.</p>



<p>Namun, sehebat apa pun kekuatan manusia tidak akan pernah bisa menandingi kekuatan Allah SWT. Apalagi memang Allah SWT telah menyiapkan kenabian dari keturunan suku Quraisy yang akan diserang oleh Abrahah.</p>



<p>Tentu Allah SWT tidak akan membiarkan Abrahah bertindak semena-mena. Itulah kemudian yang terjadi, Abrahah dihanguskan hanya dengan segerombolan burung ababil yang masing-masing membawa batu panas dari api neraka.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Suatu susunan yang indah di mana setelah surah al-Fil langsung ada surah Quraisy. Ini salah satu dimensi mukjizat Alquran yang jarang dibahas.</p>
</blockquote>



<p>Suatu susunan yang indah di mana setelah surah al-Fil langsung ada surah Quraisy. Ini salah satu dimensi mukjizat Alquran yang jarang dibahas.</p>



<p>Padahal, susunan surah-surah Alquran dari awal sampai akhir adalah dari Allah&nbsp;SWT yang Maha Luas ilmu-Nya. Sungguh sangat tepat jika setelah surah al-Fil adalah surah Quraisy yang membahas mengenai kaum Quraisy yang diselamatkan dari serangan Abrahah dan pasukan gajahnya.</p>



<p>Untuk mensyukuri nikmat yang sangat agung tersebut, Allah&nbsp;SWT memerintahkan agar bersungguh-sungguh beribadah kepada-Nya sebagai Pemilik Ka&#8217;bah, &#8220;<em>Falya’buduu rabba haadzal bait&#8221;</em>&nbsp;(QS Quraisy: 3).</p>



<p>Ayat ini memberikan panduan bahwa tidak ada jalan bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kecuali beribadah kepada-Nya.</p>



<p>Adapun peran manusia di muka bumi, sebagai pengusaha, apalagi sebagai pemimpin, bila bercita-cita ingin mencapai sukses tidak ada pilihan kecuali harus tunduk dan patuh kepada-Nya. Dari ketundukan ini pasti akan terwujud dua kondisi yang menjadi persyaratan kebahagiaan secara personal maupun secara kolektif sebagai keluarga atau negara, yaitu kesejahteraan (&#8220;<em>Alladzii ath’amahum minjuu’&#8221;</em>) dan keamanan (&#8220;<em>Wa amanahum min khauf&#8221;</em>) (QS Quraisy: 4).</p>



<p>Inilah dua kondisi yang jika benar-benar tercapai oleh seorang pemimpin dalam keluarga maupun negara, maka dia &#8211;seperti kata Nabi SAW &#8212;&nbsp;seakan mempunyai dunia dan seisinya (&#8220;<em>Fakannama hiizat lahud dunya wa hadzaafirihaa&#8221;</em>) (HR Turmidzi).</p>



<p><font style="vertical-align: inherit;"><font style="vertical-align: inherit;">sumber :</font></font> https://www.republika.id/posts/43989/jalan-sukses-kepemimpinan</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fjalan-sukses-kepemimpinan%2F&amp;linkname=Jalan%20Sukses%20Kepemimpinan" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fjalan-sukses-kepemimpinan%2F&amp;linkname=Jalan%20Sukses%20Kepemimpinan" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_telegram" href="https://www.addtoany.com/add_to/telegram?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fjalan-sukses-kepemimpinan%2F&amp;linkname=Jalan%20Sukses%20Kepemimpinan" title="Telegram" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_copy_link" href="https://www.addtoany.com/add_to/copy_link?linkurl=https%3A%2F%2Famirfath.com%2F2023%2F09%2F05%2Fjalan-sukses-kepemimpinan%2F&amp;linkname=Jalan%20Sukses%20Kepemimpinan" title="Copy Link" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a></p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 7/157 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/31 queries in 0.091 seconds using Redis

Served from: amirfath.com @ 2025-07-25 19:02:16 by W3 Total Cache
-->